
Kehidupan ku sebagai murid Kelas XI masih berlanjut. Semenjak aku dan si kating rese memenangkan di Olimpiade dan Kompetisi itu. Pihak sekolah mulai menunjuk kami berdua sebagai perwakilan perlombaan dibulan Maret dan April. Walau aku juga kesal karena aku dan si kating rese akan banyak menghabiskan waktu bersama untuk belajar dan untuk persiapan di perlombaan apa pun. Walau sebal harus dengan dikating rese namun aku senang karena kami menjadi perwakilan disetiap perlombaan apa pun,dan banyak memenangkan perlombaan diberbagai daerah kota, kabupaten, provinsi mana pun. Entah perlombaan Dari dalam dan luar kota kami selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan perlombaan.
Kami selalu meraih juara dan setiap perlombaan yang kamu ikutti kami selalu mendapatkan juara 3 besar. Banyak perlombaan yang kami ikuti dari Olimpiade Sains, Olimpiade matematika, Olimpiade Kimia, perlombaan pengurai cepat, Lomba badminton ganda campuran antar Provinsi, Perlombaan seni musik, Lomba cerdas cermat dan masih banyak lagi. Kini piala kemenangan kami di letakkan didalam lemari Etalase. Sampai sampai pihak sekolah membeli lemari etalase lagi karena tidak muat diletakkan piala lagi. Aku dan si kating rese sering tidak mengikuti pelajaran karena sibuk menyiapkan dan mempersiapkan diri belajar untuk mengikuti diberbagai perlombaan.
Kini Namaku dan Nama si kating rese mulai mengema disekolah, Semenjak kami banyak memenangkan diberbagai perlombaan dan membawa piala Kemenangan kami berdua malah menjadi Most Wanted disekolah kami.
Aku mulai jarang bertemu dan bermain dengan kedua sahabatku Elena dan Liya.
****
Bel istirahat berbunyi, dan urusan ku sebagai perwakilan lomba sudah hampir selesai,tinggal 1 perlombaan lagi yang harus kami ikuti. Jadi aku punya waktu banyak yang harus ku habiskan bersama kedua temanku.
Liya : " Len kenapa muka kamu lusuh kaya gitu minta disetrika in nggak biar rapi?"
Elena : " Ishh kamu mah ngawur. Kan sekitar 4 Minggu lagi kita ujian kenaikan kelas. "
Lisa dan Liya : "Trus?"
Elena : " Ibu ku mencarikan aku guru Privat, dan aku harus belajar dan belajar kalau aku nggak belajar ibuku tidak akan memberi ku makan huaaa tragisnya hidupku. "
Lisa : " Idihh kamu mah Lebay Len. Tenang Len nilai kamu pasti diatas KKM"
Elena : " iya ya kalau ngomong mah gampang, sedangkan kalian nilainya diatas KKM terus sedangkan aku enggak Huaaaa nggak adil."
Liya : " Makanya belajar...biar pinter kaya aku." ( Dengan sombong)
Elena : " Idihh sombong, lebih pinteran Lisa kalik"
Elena : " Ohh iya Lisa selamat yaa kalian menang Di perlombaan cabang olahraga bulu tangkis ganda campuran tingkat kabupaten sama provinsi. "
Liya : " Oh iya aku Ampe Lupa selamat yaa Sa. "
Lisa : " Iya iya makasih ya Girls "
Sesampainya dikantin kami mulai memilih tempat duduk sambil memesan makanan.
Lisa : " Aku mau pesen bakso sama teh hangat aja dehh " ( gumamku).
Lisa : "Pak pesen!! aku pesen baksonya satu sama teh hangat. "
" Iya non " jawab bapak penjual di Kantin.
Liya : " Kalau aku batagor satu sama sotonya satu pak es tehnya satu, sama es jeruknya satu. "
Lisa : "Lha mana elena?"
Liya : " Tuh disono aku disuruh mesenin emangnya aku jadi pelayannya apa "
Lalu Liya mulai duduk disebelah nya elena sedangkan aku duduk dihadapan nya.
Liya : " Nah kan kamu sama Leo kan udah banyak menangin di berbagai perlombaan kan?"
Liya : "Tlaktir kita dong, kamu kan dapet uang kalau menangin perlombaann kan. Kamu pasti lagi kaya kan naahh makanya Tlaktir kita dong. "
Lisa : " Helehhh bukannya sebaliknya yaa yang punya duit banyak dan kaya raya benarkan Bu CEO. " ( sambil menekan perkataan ku.)
Elena : "Oh iya kamu kan bentar lagi mau jadi pewaris perusahaan ayahmu kan Liy. "
Liya : " Ishh aku kan masih berumur 17 tahun masih terlalu muda. masa aku jadi pewaris perusahaan ayahku kan itu tanggung jawab yang besar. Kalau aku bikin kesalahan sedikit aja image perusahaan VNC Group akan
buruk dan itu juga akan sangat mempengaruhi perusahaan. Jadi aku belum siap menjadi pewaris VNC group, lagian kerjaan kantoran itu riweh aku kan masih ingin kuliah dengan tenang. "
Lisa : " Bener juga pekerjaan kantoran itu memang riweh dan merepotkan. Kalau kamu mau gimana Len? Bukannya kamu jago bikin Novel atau komik mending jadi penulis atau komikus aja. "
Elena : "Hmmm kalau aku sihh belum tahu sihh...aku rencananya penginnya gitu tapi aku nggak tahu boleh sama ibuku apa enggak. "
Elena dan Liya : "Kalau kamu Sa?" ( Dengan kompak)
Lisa : "E..ehh aku? aku kenapa?" (sambil menunjuk diriku sendiri.)
Lalu pesanan kami telah siap aku mulai memakan bakso ku. Begitu juga dengan kedua sahabatku yang tenggah menikmati makanannya yang tadi kami pesan.
Liya : " Rencananya kamu mau ngapain dimasa depan nanti. Kalau elena kan rencananya mau coba bikin Novel kalau aku sihh masih belum yakin mau jadi penerus perusahaan VNC Group milik ayah ku apa enggak. Lalu kamu mau gimana masa depannya nanti. Kamu pasti pengen jadi orang Sukses kan?"
Lisa : "Ya pasti pengen jadi orang sukses lah...cuma Hemm kalau aku sihh belum tahu...belum ada rencana tohh kita kan masih SMA jadi waktu kita masih banyak..."
Elena : " Hemm Liy kayaknya kamu bodoh dehh tanya begituan. Kan masa depannya Lisa udah jelas "
Elena : "Oh ya emangnya kamu tahu apa masa depanku kaya gimana. "
Elena : " Tahu dong kan masa depan mu nanti nikah sama Leo. "
Sontak aku langsung tersedak bakso yang ku makan dan terbatuk batuk, Elena dan Liya mulai panik. Elena mulai mengelus Elus punggung ku sedangkan Liya mulai mengambil kan Tisu untukku.
Elena : "Duhh Lisa bakso segedem itu kenapa langsung kamu ditelen? Di kunyah dulu lahh. nihh minum minum ini dulu. "
Aku mulai meminum minuman yang diberikan Elena. Tapi begitu aku meminumnya justru aku langsung menyembur kannya.
Lisa : " Uhuk...uhukk buset asam banget...ini minuman apaan sihh "
Elena : " Oh itu es jeruk lees sugar. "
Lisa : " Kamu mah kalau mau ngomong dipikirin dulu ya Len jangan blak blakan."
Elena : " Tapi kan aku bicara apa adanya."
Lisa : " Apa adanya Mbah mu. Au ah kita balik ke kelas aja. "
Liya : " ayo, bentar lagi juga bel masuk "
Aku mulai berjalan ke arah ruang kelas ku dan meninggalkan kantin dikuti kedua temanku. Sebelum itu Ponselku berdering tanda panggilan masuk ku nyalakan ponselku dan ku dapati nama kakakku tertera dilayar HP ku tanpa pikir panjang aku langsung mengeser tombol hijau dan mendekatkan ponselku ditelinga ku.
Lisa : " Konnichiwa Onesan? Ada apa?"
Keiko Onesan : " Ohh Lisa enggak cuma kangen aja. Soalnya kamu kan sibuk belajar dan jadi perwakilan lomba. Kita kan jarang main bareng apalagi besok kakak mau balik ke Tokyo. "
Lisa : " Hueee Onesan... onesan jangan balik ke Tokyo tinggal sama aku aja di indo sama ayah dan bunda yaa."
Keiko Onesan : " Lalu kalau suatu saat nanti kakak udah nikah nanti gimana dong. Masa aku sama suami aku mau tinggal dirumahnya Otoosan dan Okaasan. "
Lisa : " Nggak... Onesan nggak boleh Nikahhh...harus terus sama aku yaa "
Keiko Onesan : " Wahai anakku ibu harus pergi nak, ibu akan mencarikan ayah baru untuk mu agar kamu bisa bahagia sayang.... " (dengan nada dibuat buat seperti Film jepang yang berperan sebagai Ibu)
Lisa : "Hueee Ibuuu aku nggak butuh ayah baru...kalau ibu sampai punya akan kubunuh dia. "( sambil menyesuaikan dialog seperti di film Jepang)
Lisa : " Ini cerita nya meragain di film Anime yang Onesan rekomendasikan kemarin? "
Keiko Onesan : " Iya ahahahaha ternyata kamu juga cocok juga jadi tokoh utamanya ahahahah." Ujar kakakku.
Keiko Onesan : " Lha terus jodoh kakak yang udah disiapin sama tuhan gimana dong kan Mubazir. "
Lisa : " Di buang aja Onesan! "
Keiko Onesan : " E..ehh masa di buang kaya barang aja, dia kan juga makhluk idup "
Keiko Onesan : " Ya udah nanti sepulang sekolah mau ke kafe nggak, kebetulan nanti kakak juga mau ketemu sama temen jadi kamu nyusul aja yaa Alamat kafenya nanti aku beritahu lewat Chat aja."
Lisa : " Hmm Oke dehh. Tapi Onesan..."
Keiko Onesan : " Nani?(apa?)"
Lisa : " Onesan mau ketemu temen apa Mantan? Hayoo kalau sampe Onesan ketemu Mantan akan ku cincang cincang dia. Terus kalau dia macem macem sama Onesan, Onesan tinggal bilang ke aku aja nanti akan ku tonjok mukanya dan ku gampar mereka. Oke..."
Keiko Onesan : " Kamu sadis juga yaa Sa. Tapi kakak Mau ketemu temen indo kakak kok cuma mau pamitan pulang ke Tokyo doang."
Lisa : "Ooooo,tapi kan Onesan dulu punya pacar tapi dia selingkuh sama Onesan dan yakitin hati Onesan. Dan dia pergi dengan mantan pacarnya seenak jidat tanpa memperdulikan Onesan.udah tahu mutusin Onesan dikafe yang ramai lagi kan pasti malu diliatin orang... Enak banget mempermainkan hati Onesan kesayangan ku. "
Keiko Onesan : " Ahahaha duhh Lisa masa lalu jangan diungkit ungkit lagi. Kakak jadi terharu lohh...Tapi waktu itu Kakak sampe kaget bener Lohh kamu beneran mau ngehancurin Kafenya sampe sampe mau nglemparin mantan kakak pake kursi kafe.."
Keiko Onesan : " Udah ya nanti pokoknya nyusul kakak dikafe yaa...sambil shopping shopping beliin oleh oleh buat temen kakak yang ada di Tokyo. "
Lisa : " Oke...tapi Onesan kalau Onesan ketemu mantan lagi dan kalau ada laki laki mesum yang deketin dan macem macem sama Onesan. Onesan tinggal bilang aku aja aku nggak segan segan Mencincang cincang mereka dan memukuli mereka hingga daging mereka empuk, lalu akan membedah perut mereka lalu memotong motong organ tubuh mereka. Terus nanti kita nanti kita adakan Pesta barbeque nan daging manusia entah itu cewek apa cowok yang macem macem sama Onesan terutama Mantan Onesan, terserah Onesan dagingnya mau di fillet apa disuwir, atau dijadiin sate juga nggak apa apa Onesan atau di cincang cincang lalu ditumis juga Boleh. " ( Panjang lebar)
Keiko Onesan : " Kamu bener bener gadis paling sadis banget Sa, tapi kakak bangga sama kamu. Udah dulu yaa kakak tutup sambungan telepon nya. Bye bye Lisa. " (Bergidik ngeri)
Lisa : "Bye bye Onesan."
Lalu Kakakku mulai memutus sambungan telepon dari ku dan aku mulai menyimpan ponselku disaku.
" Kita Dikacangin nihhh Yee Ceritanya. " Ujar Elena yang ada dibelakangku.
Liya : " Siapa sa?"
Lisa : "Ohh tadi itu Onesan ku. "
Elena dan Liya : "Onesan?" (Dengan kompak)
Lisa : "Haduhhh kan aku udah bilang kan. Kakak sepupuku. "
Elena dan Liya : " Ooooo~"
Tettt...tett...tett...
Bel masuk berbunyi kami mulai masuk kedalam ruang kelas lalu duduk ditempat masing masing. Tapi berhubung Minggu depan aku ada perlombaan Pentas seni Musik jadi Aku pergi ke ruang musik.
Lisa : " Udah dulu ya guys aku Mau ke ruang musik dulu, mau lanjutin latihan. "
Elena : " Oke Fighting Lisa."
Liya : " Sipp!! Semangat yaa Sa ".
Aku hanya menjawab nya dengan senyuman sambil mengangkat jempol ku saja. Lalu aku mulai keluar ruang kelas ku dan berjalan menuju ruang musik.
' ini akan menjadi perlombaan terakhir...Lalu setelah itu tugasku sebagai perwakilan perlombaan sudah selesai...' Batinku.
Seperti biasa setibanya diruang Musik kudapati Si kating rese sudah berada disana. Di tambah Bu Verdi yang akan membimbing kami latihan dalam bermusik.
To be continued...