The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps.04 Bikin Darah Tinggi



Setelah memakai sepatu dan berpamitan kepada kedua orang tua ku aku langsung berangkat sekolah. "yah....Bun Lisa berangkat!!!" kataku kepada orang tuaku . "Iya...hati-hati dijalan sayang..."jawab kedua orang tuaku.


Aku sengaja berangkat lebih pagi karena ingin sampai lebih dulu ke sekolah dan mencari novelku yang belum ketemu kemarin siapa tahu terjatuh saat aku lagi jalan atau ketinggalan diloker. Setapak demi setapak aku berjalan ke kesekolah jalanan masih sepi dan udara pagi jadi lebih sejuk,untuk mengisi kebosanan ku ku keluarkan Ponselku.yang ada hanya pesan dari grup esktrakulikuler yang tak sempat ku baca. Aku sibuk bermain dengan ponselku hingga seseorang menubruk ku.


"Brukkkkkkk..". suara tubrukan yang keras membuatku badanku kesakitan.


"Awww....." .kupandangi lututku yang merah dan telapak tanganku yang tegores-gores tanah jalanan.


"Ohhhhhh....Tiang listrik!!!! ternyata badan doang yang kelihatan kuat tapi tenaga lembek banget kaya tempe.." kata kata yang ia ucapkan terdengar sangat familiar apa lagi pas bagian manggil Tiang listrik.tunggu dulu...


Segera ku angkat kepalaku dan benar dugaan ku dia siswa laki-laki SMA yang kemarin juga menubruk ku.


"HAAA...?!! apa katamu" tanyaku yang mulai sedikit emosi. 'Duhh pagi pagi malah udah ketemu sama si kating rese' keluh ku yang kubatin sendiri.


"Makanya kalau jalan pakai mata nggak pakai telapak kaki " kata yang ia ucapkan kepada mu.


"Elo sendiri yang salah kenapa elo pakai acara berhenti didepan gue sihhh....nganggu orang lagi lewat tau nggak ". ucapku yang berusaha sabar.


" Lah kan aku lagi nyebrang.....". kata nya dengan santai.


" Haaa!!!!ditrotroar nggak ada pakai acara nyebrang kalau mau nyebrang tuh di sana tuh di jalan raya....". kataku sambil membereskan barang ku yang berjatuhan.


" Kamu nggak lihat didepan ada Ulet nyebrang tuhh didepanku nihhh dilihat sendiri Uletnya nyebrang didepanku" katanya penuh dengan percaya diri.


"Haaa...!!! ya tinggal lompatin aja kan gitu aja repot dan paling parahnya lagi niat ditungguin lagi...". kata sambil menghembuskan nafas lalu meninggalkan murid laki-laki itu.


'Duhhh sakit juga lututku sampai merah....'


batinku menahan kesakitan.


Setibanya aku kesekolah segera ku cari novelku ke loker dan semua didalam kelas namun Nihil. Mungkin terjatuh pas aku tubrukan dengan si kating rese kemarin.pikirku yang meninggalkan kelas dan menuju ke perpustakaan.


'Duuhhh malah jadi keinget Si kating rese...bayangin aja udah bikin darah tinggi.' batinku


" Pak Hendry kemarin lihat tau nemu buku novel yang judulnya ' Memandangi langit' nggak pak..?".tanyaku kepada pak Hendry yang bertugas mengurusi perpustakaan.Namun pak Hendry menggeleng. Kuputusan untuk melihat buku-buku yang lainnya juga. Aku berada di deretan tak buku novel. kucari dengan seksama dan membaca sinopsis ceritanya dengan teliti.


" Ah...Buku itu kayaknya seru deh " kugapai buku berjudul 'Lunar eclipse' itu namun tempatnya terlalu tinggi.aku berjinjit berusaha mengambilnya namun tetap juga letak nya tinggi itu.


"tinggi banget... walaupun badanku udah tinggi namun tetep aja nggak bisa..." kataku sambil mencoba mengambil buku itu sambil berjinjit.


" Kan udah kubilang kamu kan Tiang listrik masa...gitu aja nggak sampai" . kata seorang laki-laki kulihat ada tangan yang mengambil buku yang akan Kuambil itu dan tangannya dengan tanganku sempat bersentuhan belum lagi bau parfum eskulin yang familiar bagiku segera ku putar badanku dan mendapati badan seorang laki-laki yang tinggi ada didepanku.


'Yaaa ampun Deket banget...ini terlalu Deket ehhh ngapai aku deg degan gini sihhh'. Batinku yang berusaha mengontrol detak jantungku.


"Jadi aku yang ambil duluan yaa bukunya. jadi yang baca aku duluan" katanya dengan senyum tanpa dosa.


Batinku yang sedikit emosi namun anehnya juga aku deg-degan.


"HAAA.....kan aku yang nemu duluan.." omelku yang berusaha mengambil buku yang dia pegang namun belum sempat aku mengambilnya tangannya lebih dulu menyembunyikan bukunya dibelakang pinggangnya.


" Salah siapa lambat siapa cepat dia dapat" katanya yang datar. Kutahan emosiku dan kembali ke ruang kelas sambil mengomel dalam hati.begitu aku masuk kelas dan duduk dimeja ku Elena dan Liya sudah tiba dan mengatakan sesuatu.


"Sa habis dari mana kamu?" tanya Liya


"Diperpus..". jawabku singkat.


"ngapain diperpus..?" Gantian Elena yang tanya.


"Cari buku novel" jawabku dengan datar


" Tumben nggak bawa buku nggak ada yang seru tooo? biasanya kalau kamu dari perpus pasti bawa buku pinjaman paling nggak ada satu" Tanya Elena


" Sebenernya sih ada tapi udah direbut duluan padahal aku duluan yang lihat" jawabku dengan ketus


"Kamu ngapain sih Sa? kok njawabnya ketus banget". Tanya Elena yang mulai menyadari dengan nada bicaraku.


'Sial kenapa aku harus kena sial sihh sama si kating rese sihh bikin bad mood aja tingkahnya yang ngeselin tapi pas diperpus tadi adegan apa apaan sih dan aneh nya bikin aku deg degan'. Batinku dan juga berekspresi mengeluh.


" Astaga barusan aku mikir apaan bikin jijik aja..!!!!" kataku sambil berteriak.


" Kamu kenapa sa muka mu merah looh kaya kepiting rebus ada apa sihhh". tanya Elena yang menyadari perubahan wajahku.


"HUAAAAAA... KENAPA JUGA SIHH SELALU PAKAI ACARA KETEMU SI KATING RESE TIAP HARI CUMA BISA BIKIN NGESELIN AJA SIHHH HUAAAAAA....!!!!!!". Ucapku sambil berteriak. Elena dan Liya kaget mendengar teriakanku.


" Huuuuaaa ngeselin ......ngeselin...ngeselin" tambahku sambil memukul meja.


" Oh iya sa..". ucap Liya kepada ku.


"Apaan..!!!". jawabku yang ketus.


"Njawabnya biasa aja kaliii jadi gini sa ada yang mau kita bicarai tantang ciri-ciri yang nubruk kamu kemarin.." ucap Liya dengan percaya diri.


"Kayak nya Sa ciri-ciri yang kamu omongin kemarin itu mirip murid pindahan yang aku bicarai semalem deh kamu nggak salah lihat too?". Ucap Liya sekali lagi sambil menanyaiku.


"WHAATTTTT..????". jawabku yang shock mendengar ucapan Liya..


Eps.04 Bikin darah tinggi Selesai....