The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps. 58 Keputusan besar.



Sesampainya di kantor guru, aku mulai hendak mengetuk pintu.


Tokk..tok..tokk


" permisi " Ujarku sambil membuka pintu.


" Ohh Lisa masuklah" Ujar Bu Lupy.


Ku tutup kembali pintu kantor guru. Dan kudapati si kating rese tenggah sudah duduk dihadapan nya Bu Lupy.


" Duduklah Lisa " Ujar Bu Lupy mempersilakan aku duduk.


Segera aku duduk salah satu kursi yang ada disampingnya si kating rese.


" Sebelum itu Ibu sangat berterimakasih kepada kalian berdua yang sudah berhasil memenangkan dan meraih juara 1 di Olimpiade Sains dan Kompetisi itu. Ibu sanggat bangga kepada kalian berdua " Ujar Bu Lupy berbasa basi.


" Lalu ibu ingin menyampaikan informasi bahwa di Bulan Maret dan Di Bulan April nanti akan ada banyak diadakan perlombaan diberbagai daerah dan kota. Perlombaannya bermacam macam dari segi mata pelajaran seperti Olimpiade dan lomba cerdas cermat dan segi Olahraga seperti lomba cabang Olahraga jalan cepat se Provinsi, Perlombaan cabang Olahraga Bulutangkis ganda campuran se kabupaten dan provinsi, ada juga dari segi seni contohnya perlombaan Pentas musik, Perlombaan menciptakan lagu sendiri dari Musik, lomba membuat kerajinan seni dari limbah dan lain lainnya." Ujar Bu Lupy.


" Jadi Pihak ingin menunjuk kalian sebagai perwakilan dari Sekolah kita untuk di berbagai perlombaan tersebut. Kalian bisa memilih diberbagai perlombaan tersebut sesuai keinginan kalian, Asalkan kalian ingin menjadi perwakilan pihak sekolah akan menurut saja. Selama ini sejak sekolah ini dibangun hanya mendapatkan dua piala Kemenangan dan itu berkat kalian. Pihak sekolah serta guru guru yang ada disini percaya kepada kalian berdua. Kami yakin dan percaya akan kalian berdua. Selain itu hanya kalian berdua lah yang satu satunya bersedia menjadi perwakilan dari SMA ini." ujar Bu Lupy lagi.


" Kalian mempunya segudang ilmu dan bakat. Kalian murid yang berprestasi yang memiliki semangat dan tekad yang luar biasa. Tapi jika kalian menolak menjadi perwakilan tidak masalah, Ibu hanya sekadar menyampaikan informasi saja. Tapi ketahuilah bahwa kami sangat berharap akan keputusan kalian yang kalian ambil" Kata Bu Lupy.


' Gimana yaa jadi Perwakilan disetiap perlombaan yang ada di bulan Maret dan April. Tapi perlombaan banyak juga apa kami sanggup...tapi pihak sekolah sangat mengharapkan kami menjadi Perwakilan. Tapi tohh semenjak sekolah ini dibangun hanya mendapatkan 2 buah piala perlombaan yang kami Menangkan beberapa hari yang lalu. Dan juga semenjak sekolah ini dibangun hanya mengikuti 2 perlombaan aja dan itu kami yang jadi Perwakilanya. Apa yang dilakukan murid lain sihh sampai sampai jadi Perwakilan aja ogah padahal ada juga murid yang pintar dan berbakat tapi jika ditunjuk jadi Perwakilan ditolak mentah mentah.' Batinku.


' Kalau aku sihh gimana yaa...dan juga gimana yaa pemikiran dan menurut si kating rese...ahh pasti dia ogah Bener jadi yah terima apa adanya aja ' Batinku. Ketika aku mulai hendak bicara si kating rese langsung menyela.


" Kami Setuju menjadi Perwakilan. " Ujar Si kating rese. Sontak aku langsung Terkejut.


' Haa! tadi dia bilang apa tadi? Apa aku salah denger yaa?! ' Batinku.


" Pstttt kating rese kamu nggak salah bicara kan? Kamu habis kesambet apa? Apa kamu yakin dan sadar tadi kamu bicara apaan?" Bisikku.


" Emm Leo apa kamu yakin akan keputusan mu?" Tanya Bu Lupy memastikan.


" Iya Bu Yakin " Jawab Si kating rese.


' Tunggu tunggu dia habis kesambet apaan sih? Denger Jawaban dan keputusan ku aja belum udah langsung nyosor njawab menurut keputusan nya sendiri aja, yang ditunjuk jadi Perwakilan lomba itu kita berdua oii . bukan cuma kamu doang ' Batinku.


" Tapi Leo apa alasanmu ingin menjadi perwakilan?" Tanya Bu Lupy.


"Saya Tidak punya Alasan penting Bu, Kami hanya melakukan dengan sukarela. " Jawab si Kating rese.


' tu..tunggu dia kan belum dengar Jawabanku, Dia sadar nggak sihh kalau aku juga jadi Perwakilan lombanya! ' Batinku.


Hening sejenak tak ada suara lain yang terdengar, Bu Lupy tenggah menatap kami lekat lekat. Begitu juga sekilas kudapati seluruh guru yang ada didalam ruangan ini tenggah melirik kami berdua.


' Ini kenapa semua guru pada natapin kita...' Batinku.


Karena tak ada yang angkat bicara, tak lama kemudian Bu Lupy mulai angkat bicara untuk memecah keheningan.


" Terimakasih yaa Lisa Leo...kami sangat senang dan benar benar bangga kepada kalian berdua.kami benar benar mengucapkan ribuan Terimakasih telah menjadi perwakilan dari SMA ini untuk perlombaan kedepannya." Ujar Bu Lupy dengan mata yang berkaca kaca.


" Ahahahah i...iya b.. Bu" jawabku sambil tertawa hambar.


' waduh... udah fix nihh jadi Perwakilan sama dikating rese...apes banget!!' Batinku.


" Oh iya ini daftar macam macam perlombaan nya, kalian tinggal memilihnya saja. Berhubung kalian sudah mau menjadi perwakilan kalian bebas ingin mengikuti lomba apa saja.kami pihak sekolah hanya ikut saja. " Ujar Bu Lupy sambil memberikan selembar kertas berisi daftar perlombaan. Lantas kami berdua mulai membacanya


' banyak juga perlombaan nya...kalau lomba olimpiade dan cerdas cermat sihh aku Oke aja. Kalau hal bermusik aku juga jago main piano...kalau olahraga fisikku juga bagus sihh tapi aku tidak terlalu jago,kecuali beladiri yaa...kalau beladiri aku Oke banget. mungkin aku ikut si kating rese, tohh apapun perlombaan yang dia milih tohh aku juga nggak masalah...apa pun pilihan perlombaan nya, aku sihh ngikut aja' Batinku.


" Semuanya" jawab si kating rese dengan singkat. Sontak aku langsung terkejut begitu juga dengan Bu Lupy sampai melongo tidak percaya.


" HAAA~!!" Ujarku dengan kaget.


" Ehem Le..Leo tadi kamu bilang apa?" Tanya Bu Lupy memastikan.


" Kami akan ikuti semua perlombaan yang akan diadakan dibulan Maret dan April. " Jawab si kating rese.


" psstt psstt woii kating rese jangan langsung jeplak dan jangan main nyosor aja jawabnya...dipikirin dulu kalau mau ngomong" Bisikku.


" Udah tuhh" jawabnya dengan santai.


" Terus lalu aku gimana?" Bisikku lagi.


" Yaa terserah" jawabnya dengan singkat.


' Ihh aku tarik ucapanku tadi!!' Umpatku dengan kesal.


" Oii buaya darat yang jadi Perwakilan bukan cuma kamu doang oii. Aku juga ikutan terlibat kalau kamu milih semuannya berarti aku juga harus ikutan dan terlibat juga " ujarku.


" Lalu? Kamu nggak setuju kalau kita ikuti semua perlombaan nya?" Tanya si kating rese.


" Bu..bukan begitu sihh tapi..." Ujarku ragu ragu.


" Ooooo~ jadi tekad dan niat mu itu cuma segitu aja" ujarnya meledekku.


" Apa maksudmu?" Tanyaku yang tak paham akan ucapannya si kating rese.


" Kamu ingat kita direndahkan dan dihina oleh SMA Brawijaya saat dikompetisi. Katanya kamu bakal ngalahin mereka dan akan memenangkan segala perlombaan dan mendapatkan piala kemenangan untuk sekolah. Jadi niat mu segitu doang " ujarnya.


" Aku baru tahu yaa kalau kamu itu selalu plin plan...ohh apa kamu takut kalah dan akan tersaingi gitu? Ohh apa kemampuan mu akhir akhir ini menurun..." Ujarnya yang seakan memancing Emosiku.


" ohh jadi gitu yaa kamu nggak sanggup mengikuti semua perlombaan nya karena kemampuan otak dan bakatmu itu menurun..


Kurasa SMA Brawijaya tahun ini akan mendapat penghargaan karena telah banyak memenangkan diberbagai perlombaan sedangkan kita akan mendapat cemoohan dan hinaan dari mereka " Ujarnya.


Entah mengapa setelah aku mendengar ucapannya si kating rese. Semangatku mulai berkobar kobar dan tekad ku mulai mengembu gembu. Dan hatiku bergejolak kesal dan emosi kalau teringat saat SMA Brawijaya yang menghina dan merendahkan kami waktu kami dikompetisi serta kecurangan mereka yang mengunci kami ditoilet. Ditambah lagi kesombongan mereka yang tingginya selangit membuatku darah tinggi.


" Jadi kamu akan biarin mereka menangin perlombaann nya, dan juga membiarkan SMA Mereka mendapatkan penghargaan lagi?" Tanya si kating rese sambil tersenyum sinis.


" Te..tentu saja tak akan ku biarkan!!! " Jawabku.


" Dan juga kating rese jangan terlalu merendahkan ku...kalau kamu nggak mau kena tonjok " Ujarku sambil tersenyum kecut kearahnya.


" Tapi memang gitu kan kenyataan nya" Ujarnya dengan santai.


" Leo kamu mau ngajak berantem yaa ahahahaha " Ujarku sambil tertawa hambar.


" Ehem ehem..." Deheman Bu Lupy membuatku teringat kalau kita masih ada didalam kantor guru dan kami masih duduk dengan manis dihadapannya Bu Lupy.


" Jadi gimana? Kalian ikuti semua perlombaan nya atau milih lagi?" Tanya Bu Lupy.


" Tentu saja..."


" Kami ikuti semua perlombaan nya..." Ujar kami dengan kompak.


to be continued....