
" Bapak bayar dulu kalian masuk kedalam mobil duluan aja " Ucap pak Yohanes kami hanya mengangguk dan mulai meninggalkan restoran dan menuju ke arah mobilnya pak Yohanes yang terparkir di parkiran mobil yaa jelas lah di parkiran masa dikuburan.
Lalu terjadi sesuatu...
Seorang telah menyahut mencuri tas milik Bu Endah.
" Astaga Tas ibu..didalamnya ada berkas penting milik sekolah " Ucap Bu Endah panik.
Pencuri tadi langsung kabur, Aku yang melihatnya juga mengejarnya.
" Kating rese titip ini bentar " Ucapku yang langsung melempar tasku kepada dikating rese. sambil mengejar pencuri tadi. Kating rese hanya terkejut sambil menangkap Tasku.
" Oii Tiang listrik elo mau kemana?? " Tanya si kating rese kepadaku namun aku tidak menghiraukannya. Aku mengejar pencuri tadi dengan kecepatan tinggi.
" Untung aku mantan juara 1 lomba lari sprint 500 M " Gumamku dengan bangga. Aku menarik bajunya dari belakang namun dia langsung membekap ku dan menjadi sandera pencuri itu.Kini sebuah pisau yang tajam ada di samping leherku pisau itu siap menggores ke leherku. Kating rese juga sempat mengejar ku tadi. dan ketika hendak kating rese menyelamatkan ku pencuri tadi malah semakin mendekatkan pisaunya ke arah leharku sambil membekap mulutku semakin kencang.
" Berhenti jika kamu bergerak gadis ini akan ku tusuk dengan pisau " ancamnya namun Kating rese juga tidak bisa melakukan apa pun.
Pencuri tadi mulai mensayat kulit pipiku menggunakan pisau nya hingga cukup perih hingga ada darah keluar sedikit dari pipiku.
" Dasar bodoh pencuri ini tidak tahu kalau aku jago bela diri sabuk Hitam karate dan Taekwondo. " Gumamku dengan pelan.Aku tersenyum sinis Aku mulai memengang lengannya dengan kedua tanganku dan aku mulai melemparkan tubuh pencuri tadi kedepan.
"Lemparan Bahu!!" Ucapku yang sedikit berteriak.
BHUGG..
kini pencuri tadi terjatuh di depanku
Lalu ku sikut dadanya menggunakan sikut tanganku dengan keras.
BHUKK...
Kusikut dengan keras.
" Argh" Ucap perman itu. Preman itu segera bangun dan menusukku dengan pisau ke arah ku. Namun Aku refleks langsung menghindar dengan cepat. lalu Tangankun langsung mengepal dan memukul wajahnya.
BHUGG...
Kupukul dengan keras..
" Aww.." Ucapnya kesakitan.Lalu di berhasil menjambak rambutku.
" Awww... Lepaskan " Ucapku yang kesakitan akibat dijambak oleh pencuri tadi.
" Kamu nggak akan ku lepaskan " Ucapnya sambil menarik semakin kencang rambutku.
' Bodo amat dahh gak cewek gak cowok sama aja.. kalau berantem pasti Jambak rambutku. Kenapa pada suka Jambak rambutku sihh bikin kesel aja..dan lagian aku udah kena Jambak 2 Kali sama cewek nggak jelas di taman belakang sekolah dan sekarang sama pencuri ini. dasar nggak macho kirain berantemnya keren tapi tetep aja.. kaya cewek.bodo amat ' Batinku.
Segera ku tinju perutnya dan lalu kupukul wajahnya, lalu mendupak perutnya lagi menggunakan lutut kakiku.
BHUGG ...BUGG....BHUGG...
Lalu kuberikan Tamparan ku yang khas katanya orang lain sakit.
PLAK!!
Suara tamparan yang sangat keras Samapi dengar ke Surabaya kayaknya. Dan pipi pencuri tadi memerah.telapak tangan dan jari jari tanganku mengecap dipipinya dengan jelas dan merah.
Aku melanjutkan menghajarnya dengan jurus jurus handalanku.Lalu tinggal sentuh terakhir.
" Lalu sentuhan terakhir...aku beri ini khususmu Dasar pencuri!! " Kataku sambil tersenyum sinis. Ku mundurkan kaki kananku lalu ku ayunkan dan kutendang anunya.
" Tendangan pemecah kacang!!" Ucapku dengan keras.
BHUGG....
" Eiihggghhh...." Ucap pencuri tadi Sambil terjatuh kesakitan akibat tendangan pemecah kacang ku mengenai anunya. Lalu ku ambil tas nya Bu Endah yang tadi di curi oleh sang pencuri. Kuinjak Tubuh pencuri itu sambil berkata.
" Kamu berhadapan dengan orang yang salah kamu kira aku cewek lemah apa?!!tapi kamu salah besar kalau kamu begitu lagi akan kuberikan jurus Tendangan pemecah kacang ku mengerti??" Ancamku. Dia hanya mengangguk saja. Pencuri itu mulai babak belur karena ku hajar dengan habis habisan.
Sontak orang orang disekitarmu mulai bertepuk tangan ke arahku.
" *Bagus nak!!"
" Kakak keren banget!!"
" Kakak cantik hebat banget!!"
" Langsung hajar sampai babak belur* "
Ku dengar pujian mereka.Lalu ku serahkan tas Bu Endah yang tadi sempat dicuri.
" Makasih yaa Lisa " Ucap Bu Endah sambil memelukku.Setelah cukup memelukku Bu Endah melepaskan pelukannya.
" Lisa kamu nggak apa-apa?" Tanya pak Yohanes kepadaku.
" Enggak papa kok pak cuma kegores dikit aja " Ucapku.
" Dari pada itu pulang yuk pak " Ajakku sambil menghampiri dikating rese yang diam mematung.
" Oii makasih yaa udah bawain tasku..." Ucapku.Namun Kating rese hanya diam saja dan mulai masuk kedalam mobil sebelum aku juga masuk ke dalam mobil aku meminta tolong kepada bapak bapak Yang dan disitu buat ngurusin pencuri tadi ke polisi.
" Emm maaf bapak bapak Bisa minta tolong nggak anterin pencuri ini ke kantor polisi soalnya saya sedang buru buru " Ucapku sambil memasang ekspresi yang imut.
" Siap non biar kami yang urusin si pencuri ini non lanjut dengan kegiatannya aja " Ucap salah satu bapak bapak.
" Makasih ya pak saya permisi dulu mari!!" Ucapku yang masuk kedalam mobil.dan dijawab dengan anggukan kepala dari bapak bapak tadi.
Lalu mobil pak Yohanes melaju meninggalkan restoran dan melaju di jalan raya.
" Oii Ting listrik ku kira tadi kamu bakal mati ditangan pencuri tadi." Ucapnya namun aku tetap diam sambil menundukkan kepala saja.
" dan juga kamu hajar pencuri tadi sampai babak belur lumayan hebat deh " Ucapnya namun aku tetap diam seribu bahasa.
" Sa" Panggil kating rese.
" Tiang listrik " panggil panggilnya sekali lagi. Aku langsung terhuyung kating rese dengan sigap menahan badanku.
" Astaga Tiang listrik kamu kenapa??" Tanya kating rese kepadaku.
" Lisa kamu kenapa Lisa?" Kini tanya Bu Endah.
" Pu..pusing.." Ucapku dengan lirih. Namun Kating rese tidak mendengar ucapanku
" Haa?" Tanyanya sambil mendekatkan telinganya ke mulutku
" Pu...pusing O..obat " Ucapku dengan nada yang sedikit lebih keras.
" Haa?dimana?!!" Tanya nya sekali lagi.
" O..obat di tas... resleting pa..paling depan " Ucapku. Kating rese mulai mencari obatku sambil menahan badanku yang lemas.
" Ketemu " Ucapnya sambil menemuka obat yang kumaksud. Lantas Kating rese membuka air mineralku dan membantuku meminum obatku.
" Nihh " ucapnya sambil membantuku meminum obat. Setelah meminum obat Kating rese mulai menyelampirkan jaketnya ke badanku.
" kita harus bawa Lisa ke rumah sakit!!pak Yohanes segera menuju ke rumah sakit sekarang juga " Ucap Bu Endah.
" E...engak usah bu Li..Lisa nggak pa..pa cuma pusing doang " Ucapku.
" Beneran ?" Tanya Bu Endah kepadaku sekali lagi yang kujawab hanya anggukan kepala.
Aku memegangi kepala ku dengan tanganku badanku yang lemas mulai oleng lagi. dan kating rese menahan tubuhku lagi agar tidak terjatuh. Lalu si Kating rese menyadarkan kepalaku di bahunya.
" Udah nggak papa tidur aja " Suruhnya.
" Ma..makasih dan maaf merepotkan untuk kali ini aku merepotkan mu lagi " Ucapku dengan lirih dan efek dari obat tadi membuatku mengantuk dan tertidur di bahunya si kating rese.
***
setelah Lisa tertidur.
"Lisa kamu nggak papa ?" Tanah Bu Endah kepada Lisa.
" Tenang Bu Lisa hanya tertidur mungkin efek mengantuk dari obatnya tadi " Ucap Leo.
" Fyuhh untung saja!! Kenap Lisa bisa begitu yaa??" Tanya Bu Endah.
" Mungkin tadi habis dijambak sama pencuri tadi Bu kepalanya Lisa sangat sensitif jika dijambak atau benturan kecil sekali pun kejadian ini juga pernah tejadi saat Lisa dijambak sama murid cewek ditaman belakang sekolah yang ibu terlambat membimbing kami belajar diruang Lab bahasa waktu itu ibu kan lagi ngurusin Murid yang bermasalah itu Bu " Jelas Leo.
" Dan akibat dijambak sama murid cewek waktu itu Lisa sempat pingsang Karena habis dijambak terlalu keras. Saya nggak sengaja mendengar penjelasan kak Cindy yang menjaga ruang UKS. katanya daya tariknya terlalu kuat " Tambah Leo.
" Ohh benarkah? Akan buat murid cewek itu bersujud minta maaf kepada Lisa " Ucap Bu Endah.
Eps. 23 Kejadian kecil selesai...
To be continued....
Catatan : Gimana ceritanya seru?? Bantui author nya yaa. Kalian Jangan lupa Like dan komen cerita ini dan novel lainnya juga.
* Risma256831*