
Sinar matahari menembus disela sela jendela
Aku bangun dari tidurku dan ku buka jendela kamarku. Aku mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi kupakai seragam ku. aku menghadap ke cermin, kupakai dasi sekolahku. Begitu aku selesai aku langsung turun kebawah untuk sarapan. Setelah menghabiskan makananku kuambil tas ku dan memakai sepatu. Ketika aku hendak berangkat ibukku memanggilku.
" Yah..Bun...Lisa berangkat dulu ya" Pamitku sambil melangkah keluar rumah.
" Ehhh Lisa tunggu!!" Ucap Ibukku sambil menarik tanganku.
" iya kenapa Bun?" Tanyaku.
" Piala mu sampai lupa kamu bawa " Ucap Ibukku sambil menyodorkan paper bag berisi piala kepadaku dan aku menerimanya.
" Oh makasih ya Bun..udah ya Bun Lisa berangkat duluuuu" Kataku yang hendak beranjak pergi. Namun Ibukku lagi lagi menarik tanganku.
" Ada apa lagi Bun??" Tanyaku.
" Nihhh Jaketnya Leo. kamu harus balikin kan " ucap ibuku sambil menyodorkan paper bag kepadaku dan aku menerimanya.
" Ohh iya makasih ya Bu....Lisa berangkat duluu" Pamitku.
' Bodo amat dah gue Ampe kelupaan kemarin.
Kenapa aku balikinnya nggak kemarin aja sihh' Batinku dengan kesal.
Aku berjalan lemas menuju ke sekolahku sambil menenteng dua paper bag. Sesampainya di sekolah sontak Perhatian kini
tertuju kepadaku.
" Jadi mereka menang tohhh "
" Kirain kalah "
" Tumben menang "
" Padahal mukanya nggak meyakinkan gitu...emang dia pinter?!!"
Aku mendengar apa yang mereka bicara kan namun aku pura pura tak mendengarnya.
' Kalian bukannya memuji malah menggunjing kalau nggak merasakan perjuanganku dasar!!'
Batinku dengan kesal.
Kini aku sampai didepan kelas aku mulai membuka pintu kelas dan ku dapati aku disambut oleh tatapan tajam seisi kelas.
' Yaa elah kurasa aku sudah terbiasa ditatapi oleh mereka ' Batinku. Sontak Liya dan Elena langsung memelukku.
" Lisa selamat yaa " Ucap Liya.
" Yaaa ampun Lisa selamat yaa " Kini Ucap Elena.
" Makasih guys!!! ini juga berkat kalian yang selalu support aku!! " Ucapku sambil membalas pelukan dari mereka.
" Yaa ampun Lisa aku terharu banget..... Huaaaa rasa nya aku pengen nangis!!! " Ucap elena.
" Sama " lanjut Liya.
' Ini kok suasananya kok jadi melow melow gini ya.. heran aku!! ' Batinku dan mulai melepaskan pelukan. Aku menaruh tas dikursiku dan 2 paper bag diatas meja.
" Btw Lisa kamu habis belanja ??" tanya Elena.
" Enggak " Jawabku.
" Lalu itu paper bag itu isi nya apaan?? " Tanya Liya sambil menunjuk ke arah paper bag ku.
" Bukan yang satu nya " Ucap Liya.
" Ohhh ini jaketnya si kating rese " Ucapku dengan santai.Kini mata Elena dan Liya Membalak dan terkejut.Lalu aku menyadari sesuatu.
" Astaga " Kagetku sambil menutup mulutku menggunakan tanganku
' ****** dahh gue...Gue keceplosan gue bakal dihujat beribu ribu pertanyaan dari mereka nihhh ****** dahh Lisa Bodoh kamu bodoh' Batinku.
" Lisa kamu- " Belum sempat Elena menyelesaikan ucapannya aku langsung menyahutnya.
" Emm bentar ya guys aku kebelet pipis " ucapku langsung keluar dari kelas sambil berlari.
" Lisa kamu mau kemana??" tanya elena dari kejauhan.
" kamar mandi " Jawabku sambil berlari.
Sesampai nya dikamar mandi aku hanya mencuci tangan dan membasuh mukaku. Aku sengaja berlama lama dikamar mandi untuk menghindari ribuan pertanyaan yang akan menghujaniku. Setelah cukup lama aku teringat hari ini akan ada Acara pembukaan pagi. Dengan malas aku kembali ke dalam kelas. Sesampai nya di kelas aku berjalan ke bangku ku dan mencari topi upacara.
" Lisa " Panggil seseorang. Sontak aku langsung terkejut.
" astaga naga..kaget aku!!" Kagetku aku membalikkan badan dan kudapati Elena dan Liya.
" Lisa kamu k- " Belum sempat Liya menyelesaikan ucapannya aku langsung menyahutnya.
" Ehh ayo guys bentar lagi apel pagi ntar telat
" Ajakku yang langsung menyambar paper bag ku yang berisi piala dan mengandeng tangan kedua sahabatku.
Tak lama kemudian tanda bell masuk berbunyi, dan terdengar dari speaker sekolah yang mengatakan siswa harap segera berkumpul.
' Fyuhhh Timing yang perfect ' Batinku sambil membuang nafas lega. Kini kami berjalan ditenggah lapangan sekolah.
" Lisa ka-" lagi lagi aku langsung menyahut perkataan Elena.
" Emm ges udah dulu yaa ntar lagi soalnya aku harus baris disana bye bye " Ucapku yang langsung meninggalkan kedua sahabatku. Segera ku pakai topi Upacara ku dan berdiri disamping regu koor. Aku berdiri tegap pandangan mata ke depan,tapi tiba tiba ada seseorang berbisik kepadaku.
" Oiii tiang listrik " Bisik seseorang. Sontak aku langsung terkejut.
" Kyaaa kaget aku!!" Kagetku aku melirik dan kudapati Si kating rese tenggah berdiri di sampingku.
" Dasar kating rese jangan ngagetin dong!!! lagian kenapa kamu berdiri disini?" Ucapku.
" Heii tiang listrik kamu lupa yang menangiin
perlombaan bukan cuma elo sendiri doang" Bisiknya.
" O " jawabku dengan singkat padat dan jelas.
Lalu Bu Endah menghampiri kami berdua.
" Kalian berdua setelah nama kalian dipanggil kalian berdua langsung maju ke depan tiang bendera lalu nanti kalian waktu mau jalan pialanya di pegang bareng bareng. Lisa megang sebelah kanan lalu megang pialanya pakai tangan kanan sedang kan Leo disebelah kiri lalu megang piala pakai tangan kiri.nanti langkahnya yang bareng jangan slencohhh yaa jangan malu malu in bawa piala dengan rasa bangga " Jelas panjang lebar Bu Endah. kami hanya mengangguk saja setelah itu Bu Endah kembali berkumpul dan berbaris bersama guru guru lainya.
' Tunggu Bu Endah tadi bilang apa tadi? waktu mau jalan pialanya di pegang bareng bareng?
Yaaa ampun kenapa pakai acara barengan sihh tau gitu suruh kating rese aja yang bawa udah baris cuma berdua, Udah baris berbeda seharusnya kalau apel pagi ikut sama barisan kelas udah nanti suruh barengan lagi apes banget gue....kalau gini terus kan udah kaya Couple atau pengantin baru yang mau ke pelaminan' Batinku
' Astaga Barusan aku mikir apa!!!! idihhh otak ku sudah tercemar yang enggak enggak!! indihhh bikin geli sekaligus merinding aja. idihhh aku kepedean banget amit amit!! jijik gue jijik hueek ' Batinku dengan kesal.
Eps.25 Apel pagi.
To be continued.....