
Begitu aku sampai di Lab Bahasa aku langsung menaruh tas ku dan duduk di bangku ku begitu juga dengan si kating Rese. Setelah aku duduk,Bu Endah Datang dengan membawa beberapa tumpuk fotocopy an.
" Kalian berdua kerjakan samua ini dulu jika ada soal yang tidak tahu saling bertanya.jika tetap tidak bisa dilompati dulu nanti kita bahas bersama, dan juga kalian pelajari ulang Bab 1- 16 kalian belajar berdua. Ibu mau pergi ke tempat pendaftaran mengurusi berkas pendaftaran kalian dan setelah itu ibu ada rapat guru dan panitia jadi kalian belajar berdua saja yaa..oh dan juga tadi ibu menemukan beberapa soal olimpiade sains Tahun lalu kalian kerjakan yaa..ibu permisi dulu.." Jelas Bu Endah panjang lebar kepada kami dan lalu seketika pergi meninggalkan ruangan Lab bahasa.
' yang benar saja masa aku harus belajar berdua sama dikating rese ini..dan juga Bu Endah nggak ada lagi...semesta pasti sedang bercanda ini...' Keluhku.
Lalu ku ambil setumpuk soal fotocopy an dan mulai mengerjakan. Ku kerjakan dengan cepat dan soal-soal nya juga terlalu mudah.Sesekali aku menahan kantukku dan juga kepalaku yang naik turun berusaha menahan kantukku lalu tiba-tiba kepalaku jatuh diatas meja karena tidak sanggup menahan kantukku.
BRUUKK..
" Astaga!!! " Kaget ku yang kepalaku tiba-tiba saja terjatuh diatas meja.Sontak si kating rese juga terkejut suara yang dihasilkan benturan antara kepalaku dan meja.
" Aduhhhh sakit juga.." kataku sambil memegangi dahiku.Kating rese yang melihatku kepalaku tiba-tiba jatuh diatas meja hanya malah mengomeli ku.
" Dasar pemalas...jangan santai santai aja kerjain soalnya tuhh.." Ucapnya yang membuatku emosi lagi.
" Kamu bilang aku pemalas?? lantas selama ini keseharian ku cuma belajar belajar dan belajar saja sampai sampai aku belajar dari pagi sampai jam 3 pagi. Aku mengantuk cuma kecapean tahu nggak... bukannya aku pemalas!!. Aku belajar Sampai larut malam agar kita bisa menang tahu nggak!! " Omel ku.
" Kamu niat banget buat kita menang??" tanyanya dengan datar.
" Aku enggak ada niat untuk menang sihh hanya saja pihak sekolah terlihat mengharapkannya jadi aku ingin mengabulkan keinginan dari pihak sekolah agar kita menang. Aku belajar ingin membanggakan sekolah sehingga suatu saat nanti sekolah ini mendapatkan penghargaan dari pemerintah seperti sekolah lainnya.Tohh juga selama sekolah ini dibangun tidak satu pun perwakilan dari sekolah ini untuk melakukan segala perlombaan." Jelasku sambil mengarahkan pandanganku kearah luar jendela.
' Haaaa!! barusan aku ngomong apa sihh...dan kenapa aku malah ngomong itu sama si kating rese!!' Batinku.
" Lupakan saja omonganku barusan " ucapku sambil mulai mengerjakan lagi soal fotocopy an yang tadi Bu Endah berikan.
" Oke!!" Ucap dikating rese yang membuatku bingung.
" haa??!!" ucapku yang tidak tahu apa yang dimaksudnya.Si kating rese hanya menghela nafas.
" Ku bilang Oke. denger nggak sihh..." ucapnya.
" Lantas??" Tanyaku yang masih bingung apa yang sedang si kating rese maksud.
" Oke. kita menangkan Olimpiade ini. dan membawa piala kemenangan." ucapnya.
' Haa?!! si kating rese baru kesambet apa sihh?? tiba-tiba ngomong itu...malah bikin ngeri dehh ' Batinku yang tidak percaya apa yang si kating rese katakan.
" Bukan berarti aku juga mengalah. Akan ku kalahkan nilaimu dan ku rebut peringkat 1 satu sekolah ini dari mu...lihat saja pembalasanku.." Ucapnya sambil tersenyum sinis. Tapi justru itu yang membuat semangatku berkobar.
" Oke ku terima tangtanganmu.ku tunggu hari pembalasanku . Tidak akan ku biarkan kamu menduduki peringkat satu. Aku juga tidak akan mengalah kepadamu.." balas ku yang tidak mau kalah,dan si kating rese ikut
Setelah beberapa menit kami habis kan untuk mengobrol aku lanjutkan mengerjakan soal- soal sesekali aku juga mengantuk dan menguap.
' Sadar Lisa..sadar Lah jangan Buang buang waktu untuk hal yang tidak berguna kamu harus membawa piala kemenangan untuk sekolah ini.maka dari itu semangat ' Batinku menyemangati diriku sambil menepuk kedua pipiku dengan kedua tanganku. Aku langsung mengeluarkan Tupperware besar ku berisi cairan minuman lalu meminumnya sampai tinggal habis setengahnya. Si kating rese melirik ku sambil bertanya.
" Kamu minum alkohol??" Ucapnya dengan asal.
" Enak aja...bukanlah!! aku kan cewek masak minum alkohol.." Jawabku.
" Lantas??" tanyanya.
" Bensin " Jawabku dengan asal.
" yaa jelas Kopi lahhh!!" lanjutku.
" Buat apa?? mandi?? " tanyanya dengan asal lagi.
" Buat diminum lahh!!!" jawabku sambil mengomel.
" buat ngusir ngatuk tahu nggak!! aku ngatuk gara gara Belajar kebut semalam terus tau nggak!!capek tauu!!" lanjutku.
" Aku nggak tanya alasannya tuhh.." Responnya yang menjengkelkan.
" Bodo amat " kesalku.
' Astaga sabar kan lah hati hamba yaa Tuhan. Berilah kesabaran untuk menghadapi orang gila yang satu ini ' Batinku dengan gemas.
Aku mengerjakan soal-soal sambil sesekali meminum kopi sebotol Tupperware besar yang kubawa sedikit demi sedikit lalu mulai habis. Aku mulai tidak bisa menahan kantukku lagi namun aku harus tetap belajar ku paksakan untuk mengerjakan soal walau masih ngantuk berat. Semua soal-soal yang tadi diberikan Bu Endah tadi selesai ku kerjakan kini aku mulai membaca buku dan memahami materi dari bab 1 sampai bab 16.
' duhh ngantuk banget..capek..udah nggak tahan aku..di tambah lagi pusingku juga kumat belum pulih sepenuhnya gara gara si cewek gak jelas yang menjambakku beberapa hari yang lalu..' Batinku yang mulai tidak mampu menahan kantukku. sampai aku memahami bab 12 badanku langsung lemas sampai oleng dari tempat dudukku. Sontak kating rese yang melihatku oleng dan hampir terjatuh ke lantai langsung menahan dan menopang badanku agar tidak terjatuh ke lantai.
" Heii tiang listrik kamu kenapa!!?" ucapnya sambil menahan dan menopang tubuhku agar tidak jatuh.
" Sekali saja biarkan aku istirahat. biarkan aku..tidur sebentar ketika..Bu..Endah datang langsung..ba..bangunkan aku saja.." Ucapku dengan lirih sambil memejamkan mata. karena sudah tidak mampu lagi menahan capek dan kantukku di tambah lagi pusing kunang kunang. lalu semuanya gelap dan aku tertidur pulas. samar samar kudengar kating rese Hanya menghembuskan nafas.
Eps.17 Sampai titik darah penghabisan. selesai...
to be continued......