
Kami memutuskan untuk kembali ke dalam kelas. Sesampainya kami didalam kelas, Kelas tampak gaduh dan berisik karena hari ini jam kosong. Guru-guru sibuk rapat membahas Festival Olahraga yang akan di adakan sekitar 2 Minggu lagi. Ku putuskan untuk duduk di bangku.
" Elena... Liya...menurut kalian siapa dalang dibalik semuanya ini? Kata Vero dia sekelas dengan kita kan.." Ucapku.
" Entahlah aku tidak terlalu yakin dengan itu...Tapi yang Jelas dia punya dendam kepadamu Lisa.." Jawab Liya.
"Menurutku sihh kamu harus lebih berhati-hati dalam tindakanmu aja" Pesan Elena kepadaku.
" Namun siapa orang yang menurut kalian curigai??" Tanyaku
" Hmmmm...menurutku sihh menurut ku sihh si kalya " jawab Liya.
" kenapa?kok bisa dia " tanyaku.
" Pertama aku sering melihat dia menatapmu dengan sinis.." jawab Liya.
" Semua orang juga menatapku dengan sinis juga kalee " ucapku.
" bentar aku belum selesai ngomong...jangan asal mutus pembicaraan orang" Omel Liya.
" Oke oke " jawabku.
" Kedua kamu ingat pas kejadian kamu pingsan terus digendong sama Leo ke UKS itu" Lanjut jelas Liya.
" Bodo amat.. yaa mana aku tahu aku kan pingsan...yaa nggak sadar lahh...masa pingsan sambil mata nya melek kan nggak lucu..di kira Zombie nanti..." omelku.
"Lagian bisa nggak ngebahas si kating rese jadi keinget kejadiannya bikin sebel yang ke inget " Lanjutku.
" Dari tadi protes Mulu!! Aku belum selesai yang jelasin...mingkem bentar Napa!!kalau nggak bisa mingkem... gue lakban nihhh mulutmu.." Omel Liya.
" Nggak usah ngegas mbak.." ucapku yang mulai menyabarkan Liya.
" Gimana yang nggak ngegas kalau setiap aku mau jelasin di protes muluu di kritik muluu ini bukan acara konser penyanyi dangdut kalee " Omel Liya.
' wadohhh predatornya keluar ini...' batinku.
" iya iya aku bakal diem..nah lanjutin " jawabku.Liya menghembuskan nafas sejenak,Lalu melanjutkan apa yang ingin ia katakan.
" Pas Kamu digendong Leo waktu itu pas kamu pingsan. Sepintas aku melirik Kalya yang kebetulan aku lihat dia,Pas Elena bertengkar sama murid yang nggak tau namanya.Ekspresinya kaya marah banget ohh dan tangannya Ampe mengepal juga. Kayaknya dia benci sama kamu dehh " Jelas Liya.
" Ohh pas meja kamu dicoret coret dan sama orang lain mulai membicarakan mu dari belakang setelah adanya berita Hoax itu. Sepintas aku ku lihat dia terasa sangat senang. Dia senang karena melihat Lisa yang menderita dan terpuruk" Jelas Liya sekali lagi.
Sekilas aku melirik ke arah Kalya. Dia termasuk teman sekelas ku namun kami tidak saling bicara. Nama lengkapnya Kalya Kusuma.
" Kalau aku sihh nggak mikir sama Pelakunya. Tapi aku yakin ada yang menjadi budak sama si pelaku. Dan mungkin ada yang memata matai kita apalagi sama Lisa." Ucap Elena.
" Kalian lihat nggak sihh diberita hoax itu. Disitu ada gambar kan dan gambar itu mungkin diambil dari Ventilasi atas ruang Lab bahasa. Hanya itu celah untuk memotretnya. Dan apalagi kalau dilihat dari segi tempat memfotonya,sudah jelas difoto dari tempat yang tinggi " jelas Elena.
" Dan terlebih lagi jika aku lihat lebih dalam. Ventilasi itu tempatnya tinggi berarti dia pasti naik kin sesuatu buat pijakan selain itu juga bisa untuk ngelihat dari Ventilasi. Tapi nggak ada satu pun barang yang bisa buat pijakan disana " Jelas Liya.
" Kecuali ada seseorang lagi,yang buat jadi pijakan naik. Berarti dia pasti di gendong kan? Buat pijakan..kalau perempuan itu nggak mungkin pasti Cowok " Ucapku.
" Emmm Btw ini kok ceritanya kaya kita jadi detektif yak? Seharusnya nya kan ini gernenya novel ini kan Romance bukan Fantasi " ucap Elena.
"Bodo amat mikirin itu. Dan Btw nihh kalau ngomong soal romance nihh Lisa kamu suka sama Leo ?" Tanya Elena kepadaku.
" Gak " jawab ku dengan singkat.
" Masa sihh beneran?" Kini tanya Liya.
" Iyups " jawabku sambil mengangguk angguk kan kepalaku.
" Kamu nggak suka sama Leo?" Tanya elena lagi.
" Iyups" jawabku
" Kenapa?" Kini tanya liya.
" Iya tahu maksudku karena apa?" Tanya elena yang mulai kepo.
" Gak " jawab ku lagi.
" Aduhh Lisa dijelasin dong dari tadi ditanyain malah Dijawab Gak Gak Gak emanganya Gagak apa?!!. Kamu suka burung gagak? Jangan suka Sa burung itu pembawa sial,dan juga jelek tahu nggak.selera mu juga aneh yaa sa masa suka sama burung gagak" omel Elena.
" Gak aku nggak suka burung gagak "jelasku dengan malas.
" Lantas?" Tanya Elena.
" Btw nihh kok kita jadi bahas Gagak sihh apa hubungannya coba?!! Dan lagi pula itu burung gagak jangan digibahin Mulu...kurang kerjaan amat pada gibahin burung gagak " Jelas Liya.
" Oke kembali ke topik utama kita tadi " ucapku.
" Orang yang kita curigai adalah Kalya...Dan pasti dia punya budak lagi dongg. Dan tentunya dia punya rencana buat balas dendam " ucapku.
" Tapi yang membuatku heran sihh sebenernya... kenapa semua orang pada dendam kepadaku?!!aku salah apa coba?!! "
Ucapku dengan gemas.
" Kamu memang sengaja nggak tahu apa lagi pura-pura nggak tahu nihh " Ucap Elena.
" Bodo!!! apa bedanya coba!! " Kataku.
" Mungkin pelaku bukan hanya dendam tapi juga ada rasa iri sama Lisa." Ucap Liya.
" Coba kita lihat Lisa dari atas Ampe bawah. Dari luar Ampe dalam " ucap Liya.
" Luar Ampe dalem itu apa maksudnya haa?!!" Protesku.
" Udah kamu diem aja dulu" Omel Elena.
" Oke Nama lengkap Jenesia Lisa Umur 17 Tahun. Anak Tunggal dari Pak Yusuf Awijaya dan Ibu Jenielia Wijaya. Total anggota keluarga 3. Jenesia Lisa Alamat rumah d-" belum sempat Liya menyelesaikan ucapannya aku langsung menyahut.
" Stop stop. Liya... aku bukan mau daftar jadi anggota PKK. Udah langsung intinya aja, TO THE POINT aja. Dan lagian kamu kok bisa tahu nama kedua orang tuaku haa!! Kamu mata mata in aku ya?!!" Omelku kepada Liya.
" Enggak... nggak sengaja aja liat kartu KK mu di kantor guru" jelas Liya.
" Bisa kalian menyampingkan urusan itu. Kita ini lagi ngebahas yang lebih penting!!" Omel Elena.
"Oke...oke" jawab Liya.
" Lisa sihh menurutku orangnya Oke. Wajah cantik bak bidadari,baby face banget,rambut hitam mengkilat, rambut panjang yang halus dan sedikit bergelombang,Badan ramping, warna Kulit putih,mata lentik,bulu mata panjang alami,Bola mata yang bulat kaya bulan purnama, Kutu buku,pinter, banyak prestasi, Bidang Olahraga lumayan oke. " Ucap Elena panjang lebar.
" Dan yang terakhir untuk tinggi badan Juga Tinggi sihh kaya tiang listrik " Ucap Elena tanpa dosa.
" Anu mbak bisa disaring dulu kata Embak barusan" ucapku kepada Liya.
" Lahh beneren tinggi kok sa kaya tiang listrik" ucapnya tanpa dosa sekali lagi.
" Tolong jangan sebut kata tiang listrik didepan gue" ucapku. Lalu Si kating rese datang dan menghampiri kami yang tenggah asik mengobrol.
" Oii tiang Listrik kamu dipanggil sama Bu Lupy." Ucap si kating rese.Aku Hanya mengangguk saja.
" Nanti lagi ya guys aku mau kekantor guru dulu" Pamitku. Aku langsung beranjak dan meninggalkan kelas. Aku berjalan menuju ke kantor guru.
' Sebenernya ada apa lagi sihh ' Batinku.
Aku berjalan malas menuju ke kantor guru. Sesampainya di kantor guru dan mengetuk pintu.
Eps. 29 Curiga selesai...
To be continued.....