
Kini kami dalam perjalanan menuju hotel ku kira akan menyenangkan tapi aku udah Bad Mood gara gara dua murid Brawijaya tadi. Begitu di dalam mobil ku keluarkan emosiku sampai ke unek unek kepala untuk melampiaskan nya.
" Argggg bikin kesel aja...rasanya pengen ku tabok muka mereka yang sok sok an begitu arggg...." Ucapku dengan emosi.
" Sumpahh keinget wajahnya aja udah bikin emosi aja Argggg...." Tambahku sambil mengacak acak rambutku.
" Lisa dari tadi kamu kenapa? sejak kamu naik kedalam mobil kamu jadi emosian gitu..." Ucap Bu Lupy.
" Astaga Bu Lupy tau nggak tadi mereka yang perwakilan SMA Brawijaya itu... Mereka seenaknya merendahkan kami bahkan mereka menatap kami dengan sinis dan juga mereka menantang kami mereka kira kami bodoh dan tidak berprestasi apa?!!" Jawabku secepat kilat.
" Di tambah lagi mereka juga menghina dan merendahkan Sekolah kita...bikin emosi aja mereka arggg" Tambahku
" Gimana aku bisa terima kalau kita di rendahkan seperti tadi " Ucapku.
" Mereka berani menghina dan merendahkan kita tidak bisa dimaafkan " Ucap si kating rese yang juga emosian dan gregetan. lantas aku melirik ke arahnya dan kudapati si kating rese memasang ekspresi yang garang,dingin,dan kaku.
' Serem juga yaa si kating rese juga bisa memasang ekspresi garang juga tohhh kayaknya dia nggak terima setelah kami di rendahkan tadi ' Batinku.
" Mereka membuat kecurangan bahkan mengunci kami di toilet udah pintunya juga dikunci di gembok di sangga pake sebalok kayu yang panjangnya 3 Meter dan lumayan gede dan Tebel juga...." Ocehku. Ku keluar kan semua unek unekku.
" Wajar sihh mereka sombong sebab SMA Brawijaya banyak memenangkan kompetisi dan perlombaan sekaligus. Setiap ada Perlombaan mereka selalu mendapat Juara. Makanya setelah Sekolah kita menang 2 kali dalam Olimpiade dan Kompetisi mereka jadi iri dan ingin merebut kembali kemenangan mereka " Jelas Bu Lupy.
" Gimana Bu Lupy bisa tahu?" Tanyaku.
" Sebab Sekolah mereka sudah beberapa kali mendapat penghargaan dari pemerintah,dan sekolah mereka menaklukan semua Kompetisi dan perlombaan yang ada dan hasilnya mereka selalu mendapatkan juara. Sedangkan sekolah kita baru mendapat 2 kali kemenangan itu juga berkat kalian berdua " Jawab Bu Lupy.
" Iya kalian berdua sudah berkerja keras kalian berdua juga telah membawa nama baik sekolah pihak sekolah pasti bangga kepada kalian berdua " Lanjut pak Yohanes.
" Ohh Iya ada yang bapak penasaran,
Gimana caranya kalian bisa keluar dari Toilet yang pintunya telah terkunci digembok dan ditambah lagi di sangga pakai sebalok kayu yang panjangnya 3 Meter dan lumayan gede dan Tebel juga kan? " Tanya pak Yohanes.
" Gi...gimana bapak bisa tahu itu?" Ucapku.
" Kan kamu sendiri yang bilang..." Jawab pak Yohanes.
" Lha kapan saya bicara begitu?" Tanyaku lagi.
" Baru saja dari tadi kamu ngoceh saja tentang SMA Brawijaya..." Jawab Pak Yohanes sambil fokus menyetir mobil.
" O " Respon ku
" Jadi gimana kalian bisa keluar? " Tanya pak Yohanes.
" Pasti Leo kan yang berhasil dobrak pintunya
lalu habis itu dobrak toilet wanita buat nolongin Lisa. Kamu hebat... bapak bangga kepada mu Leo.Dan lagian Kamu pernah ikut kompetisi beladiri?" Tanya Pak Yohanes.
" Emm bukan pak pak justru sebaliknya " Jawab Si kating rese.
" Maksudnya?" tanya pak Yohanes.
" Bukan saya tapi Tia- ahh Lisa yang dobrak pintunya pak " Jawab si kating rese dengan datar.seisi dalam mobil mulai hening sejenak.
" Li...Li..Li..Lisa ya...ya..yang do...dobrak pi..pintunya?" Tanya pak Yohanes serasa tidak percaya.
" Iya benar pak " Ucap kami berdua dengan serempak.
" Ga...Gadis mungil itu? Lisa? beneran?" Tanya Pak Yohanes.
" Iya pak beneran " Ucap kami berdua.
" Kalau bapak nggak percaya saya ada rekaman CCTV waktu Lisa dobrak pintu nya..."
Ucap si kating rese sambil menyodorkan ponselnya yang ada Video rekaman CCTV.
Bu Lupy menerima dan mengambil Ponsel si kating rese. Dan kebetulan sedang Lampu merah jadi Pak Yohanes juga ikut menonton video rekaman CCTV yang ada di ponselnya si kating rese. Bu Lupy dan Pak Yohanes diam mematung setelah melihat rekaman itu.
Lalu Lampu hijau menyala lantas pak Yohanes Kembali melajukan kendaraannya lagi. Lalu Bu Lupy mengembalikkan ponsel milik si kating rese.
" Lisa " Panggil pak Yohanes.
" Ya?" jawabku.
" Sejak kapan kamu belajar beladiri?" Tanya Pak Yohanes.
" sejak berumur 8 tahun pak " Jawabku.
" Yahh saya cuma bisa Taekwondo,Judo,
Karate dan pencak silat bisa dikit udah itu doang pak..." Jawabku.
" Maklum pak Gorila betina jadi kuat " Ledek si kating rese.
" HAA?!! TADI KAMU BILANG AKU APA?!! GORILA?!! " ucapku.
" Lantas? Kingkong gitu " Ucap si kating rese.
" Sama aja!!! nggak ada bedanya!!! " Omelku
" Lagian kamu udah di tolongin malah ngeledek...Bilang makasih aja enggak bilang sorry aja enggak...Habis Nobrak 2 pintu yang ada pengamannya bikin kaki ku mau copot tahu nggak?!! Kamu kok manis banget sihh "
" Manis kesemsem busuk Lohh maksudnya " Tambahku.
" Terserah dehh Aku sarankan kamu pergi ke spa dan ada jasa pijat khas dari daerah ini, dan kurasa di Hotel ada Fasilitas itu. katanya di sana Enak banget bikin pegel pegel dan nyeri otot hilang " Ucapnya.
" Oke Thanks untuk sarannya..."
' Tumben si kating rese baik...walau cuma dikit lahh tapi lumayan Spa di hotel ' Batinku.
" Ehh Btw dari mana kamu belajar bicara yang tajam saat meladeni dua murid Brawijaya tadi...Kata katanya tajam sekaligus pedes banget...aku yang dengernya aja juga bikin emosi juga " Ucap si kating rese.
" Itulah ciri khas ku hanya aku yang bisa melakukannya " Jawabku.
****
Sesampai nya di hotel aku langsung ke ruang Spa sedangkan Bu Lupy di kamar. Terapis yang sudah menunggu dan menanyakan kesiapan ku, meskipun ragu ragu aku mengangguk. Setelah itu ia memintaku untuk mengganti bajuku dengan kain yang telah di sediakan.Aku langsung pergi ke ruang ganti
dan kini aku telah siap.
" Oke aku siap " Ucapku.
Aku langsung tengkurap,lalu dengan lembut terapis itu mulai memijat kakiku. Dia menekan titik titik syaraf di telapak tangan lalu mengurut tangan dan lengan tanganku. Sesekali terapis itu mengusapkan cairan dari rempah rempah yang terasa hangat di tubuh.
" Ahh...ini enak " Gumamku.
Selesai dengan tangan,terapis itu menyelimutiku dengan kain khusus untuk menguapi badanku. Katanya agar pori-poriku terbuka dan mudah dibersihkan. Begitu selesai Terapis itu mulai menekan punggungku, mengurutnya dengan perlahan dari atas pinggang menuju bahuku. Ketika mulai memijat kakiku Terapis itu menekan dengan sedikit keras.
' akhh...sakit ' Batinku ketika terapis itu menekan syaraf syaraf di kakiku.
' Awww....Sakit banget ini mau dipijit apa mau
dipotong potong kakiku. Mungkin gara gara kakiku sakit akibat mendobrak pintu toilet pas aku terkunci yaa. Tapi...Huaaaa sakit banget ' Batinku.
Terapis itu kembali menekan menekan syaraf kakiku dan beberapa kali aku menahan sakit.
' Akhh...sakit!! Aduh duh duh...sakitnya minta ampun...sabar Lisa sabar Tahan.... Rileks' Batinku yang berusaha menahan sakit.
Terapis itu mulai melanjutkan pijatannya dan Terapis itu juga memijat wajahku dengan pelan dan lembut dan sesekali mengusapkan cairan dari rempah rempah yang terasa hangat dan agak lengket di wajahku. Aku mulai merasa Rileks,Setelah melewati tahap scrub seluruh kulitku termasuk wajahku dilapisi masker lalu dibersihkan lalu diurut dan dipijit kembali sambil mengusapkan cairan semacam seperti minyak dan setelah selesai aku di beri masker kembali tapi kini maskernya berbeda dengan yang tadi masker ini lebih berbau khas dan lengket. bukan hanya dioles kan pada wajahku saja melainkan juga dioleskan di tangan dan kakiku lalu dibersihkan menggunakan air hangat. Masker atau cairan ini lah yang menjadi ciri khas spa di wilayah ini.
Lalu aku diminta untuk berendam pada air yang telah diberi rempah rempah dan kelopak bunga dan ditambah lagi cairan semacam wewangian. 20 menit kemudian perawatan ku dinyatakan selesai.
Aku langsung Menganti baju ku dengan seragam sekolah lalu kembali ke kamar,kudapati Bu Lupy tenggah duduk di sofa.
" Ohh Lisa udah selesai? Gimana Spa nya?" Tanya Bu Lupy.
"Enak kok Bu " Jawabku.
" Ya udah kamu beres beres dulu...setelah itu kita kembali ke sekolah " Ucap Bu Lupy.
Lantas aku beres beres untuk persiapan pulang. Setelah beres beres kami turun ke bawah dan menuju ke parkiran mobil, kudapati juga Pak Yohanes dan Si kating rese tenggah menunggu kami.
" Semuanya udah semua nggak ada ketinggalan? " Tanya pak Yohanes,kami hanya menggeleng. lalu kami masuk kedalam mobil, Mobil pak Yohanes mulai meninggalkan area parkir dan melaju ke jalan raya.
' Nggak nyangka bakal menang dikompetisi itu padahal aku nggak niat tapi bersyukur aja...Tohh ini juga hasil keras kami ' Batinku sambil memandangi jendela kaca mobil.
' Tapi sayang banget aku nggak bisa nikmatin Festival Olahraga nya...padahal aku pengen menghabiskan waktu sama Elena dan Liya tapi aku malah terjebak dengan Kompetisi konyol itu....Ohh iya hari ini kan Final olahraga nya. sama sekalian Event Miss dan Mister SMA prima jaya. Jadi penasaran dehh Tina sama Vian didandani kaya apa?terus nanti gimana yaa pas jalan di panggung barengan sambil gandengan Hihihihi pasti seru dehh oh iya aku ikut kompetisi juga ada manfaatnya juga yaitu aku nggak jadi perwakilan Event Mis dan Misternya!! ' Batinku sambil tersenyum senyum.
' Rasain... Tina dan Vian biarlah mereka menikmati kesengsaraan mereka jadi Perwakilan Mis dan Mister di kelas kita. Kalau aku sihh Ogah bener...Ohh iya katanya bajunya dipinjemin sama Liya juga terus make up nya Elena yang dandanin mereka berdua. Elena memang calon make up artist dehh' Batinku.
Eps. 47 Pulang selesai....
To be continued....