The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps. 40 Nangis Berjamaah T_T



Aku kembali berdiri dan membalikkan badan.


begitu aku membalikkan badan aku terkejut dengan apa yang ada didepanku. Ku dapati


kini Bu Lupy, Pak Yohanes,Bu Wati bahkan Si kating rese pun ada dihadapanku. Mereka memandangiku sambil menangis terharu,mereka menangis namun tidak bersuara.


' Astaga sejak kapan mereka berdiri di sana ' Batinku.


' Lah?lah? Kenapa mereka nagis tadi Raven sekarang mereka berempat ' Batinku lagi


" Hebat Non"


" Non keren banget..."


"Hebat Non lagunya sama musik nya bikin terharu."


Kubalikkan badan ku dapati masyarakat yang ada di sekitar panti Asuhan memuji ku sambil menangis terharu bahkan ada yang bertepuk tangan.


" Ehh " Respon ku yang tidak bisa berkata kata.


' Lah?? Kenapa bapak bapak Ampe Emak Emak juga pada nangis sihh heran aku...' Batinku.


Bahkan anak anak panti semua sekaligus mereka menghampiriku dan memujiku dan aneh nya lagi mereka juga menangis terharu.


" Kak Lisa keren"


" Kak Lisa senandungnya merdu keren!!"


" Kak Lisa Hebat!!!"


" Kak mainin lagi dong "


" Hiks..hiks Ka..kak Lisa lagunya merdu bikin terharu....hiks"


"Iya kak Hiks...hiks "


"Ehhhh..." Respon ku tak tahu harus berkata apa.


' Kenapa Kalian juga ikut ikutan nangis juga sihh kok jadi melow melow gitu....' Batinku.


Lantas aku memutar kembali badanku menghadap ke arah Bu Lupy dan yang lainnya. Lantas aku menghampiri mereka,aneh nya juga mereka berempat sampai ikutan nagis lagi. Ku pandangi wajah mereka berempat satu per satu.


' Kalau gini jadinya ini mahh Nangis Berjamaah namanya ' Batinku


" Astaga kenapa kalian juga nagis..." Ucapku sambil mengendong Raven. Ku pandangi wajah Mereka berempat lekat lekat dan aku menyadari sesuatu. Lantas Aku terkejut dan tertawa.


" Pftttttt..." Aku menutup mulutku menahan tawa.


" Hahahaha......wkwkwkkwkwk....hahahaha " Tawaku terbahak bahak seakan aku tidak bisa menahan tawaku.


Aku baru menyadari kalau si kating rese juga ikutan menangis, sambil menatap ke depan lekat lekat dan masih diam mematung. Juga sekaligus bingung akan aku yang tertawa terbahak bahak. Kini kedua pipinya kini basah akan air matanya.


" oiii ka- ahh maksudku Leo kenapa kamu juga nangis...nggak nyangka si tembok besi juga bisa menagis Ampe melow melow gitu wkwkwkkwk...." Ucapku sambil tertawa.


" Lisa... tadi Senandungmu sangat merdu " Puji Bu Lupy sambil menghapus air matanya yang ada di pipinya.


" Iya baru kali ini bapak mendengar Senandung yang bagai malaikat itu..." Puji Pak Yohanes yang masih berkaca kaca.


" Lisa...kamu hebat nak Senandung yang bagaikan malaikat " Puji Bu Wati yang masih terisak.


" Iya saking Jeleknya dan saking sumbangannya senandungnya. yang bikin aku sampe bikin kupingku sakit terasa kupingku akan copot " Ledek si kating rese sambil menghapus air mata yang ada di pinggiran matanya. Sontak aku langsung Emosi.


" APA KATA MU!!!" Ucapku sambil berteriak.


" Tadi kamu bilang apa? emangnya kamu bisa apa kaya gitu kek...muji aja enggak tapi malah di kritik " Omelku.


" dan satu lagi kritikan mu tadi sangat pedas "


Ucapku yang mulai Emosi.


" tadi kamu se-" Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku dan hendak memukul di kating rese dengan teknik bela diriku. Si kating rese mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut.


Sontak kedua mata ku Membalak serasa tidak percaya akan Si kating rese yang dia ucapkan barusan.


" Merdu tingkat toilet maksudnya dan Malaikat pancabut nyawa maksudnya tadi" Tambahnya tanpa dosa.


Sontak aku terdiam sejenak lalu Emosi ku mulai membara lagi.


"HAAAA?!!KAMU KALAU LAGI MUJI JANGAN SETENGAH SETENGAH DONG!! YANG TULUS MUJI NYA " Omelku. aku terus terusan mengomeli si kating rese hingga Raven menatap Si kating rese. dan anak anak panti lainnya mendekat kepadaku sambil menatap Si kating rese.


" Kak Lisa dia siapa?" Tanya Raven sambil menunjuk kepada si kating rese begitu juga dengan anak anak panti yang lain.


" Ahh ha-" Belum sempat Si kating rese memperkenalkan diri aku langsung menyahutnya.


" Dia ORANG ASING. Anak Anak Dia ORANG GILA jadi jangan Deket Deket yaa Deket Deket nanti kalian digigit loo" Ucapku tanpa dosa. Si kating rese mulai menatapku dan terpancing emosi.


" Kakak bisa apa aja?" Tanya salah satu anak panti yang di tujukan kepada si kating rese.


" Yahh main gitar, main musik dan nge band begitulah..." Ucapnya dengan sombong.


" Wahh beneran kakak keren "


" Kakak hebat "


"Beneran?Biasa aja" Tanya si kating rese dengan datar yang mulai besar kepala.


" Nanti kalau aku udah besar mau jadi seperti kakak itu " Ucap salah ketiga anak cowok panti sambil menunjuk ke arah Leo. dan ketiga anak itu mengangguk.


" Anak Anak manis itu sama saja kalian bercita cita menjadi cowok barbar,kasar, lemah, lemot,Bodoh, dan nggak berguna.... jangan yaa sayangi diri kalian " Ucapku sambil mengelus Elus kepala ketiga anak cowok tadi.


" Waw pedas banget ucapanmu " Ucap si kating rese Dengan datar dan dingin.


" Makasih banget..." Jawabku sambil memasang senyuman bisnis.


"Emangnya siapa yang mulai duluan,bilang sorry aja enggak manis amat sih kamu " Ucapku sambil tersenyum manis.


" Manis kesemsem busuk maksud nya wkwkwkwk..." Tambahku sambil tertawa.


" Udah Udah kita lanjut perjalannya aja " Usul Bu Lupy.


" Nanti kita bisa kehabisan waktu " Tambah pak Yohanes.


Kami hanya mengangguk dan aku mulai menurunkan Raven yang sedari tadi ku gendong.


" Udah yaa kakak pamit dulu kapan kapan kakak mampir lagi " Pamitku kepada anak anak panti.


" Beneran Lo kak" Ucap Ana.


" Iya kakak janji " Jawabku.


Anak Anak panti mulai mengeluh akan aku yang akan pergi meninggalkan panti asuhan.


" Bu Wati Lisa balik dulu yaa makasih sudah banyak membantu kami " Pamitku.


" Justru ibu yang makasih karena kamu udah menghibur Raven dulu ia anaknya diam dan pemurung sekarang dia tersenyum ceria lagi " Jelas Bu Wati,Aku hanya tersenyum.


Lantas anak anak panti mendekatiku dan memelukku dan sambil mengucapkan salam perpisahan,aku membalas pelukan dari mereka semua. Seolah mereka tidak rela aku pergi dari sini lagi.Lalu aku melepaskan pelukan dari mereka.


dan Bu Lupy serta yang lainnya mulai berpamitan kepada Bu Wati. Lalu kami mulai masuk kedalam mobil. Ku turunkan kaca jendela mobil dan berpamitan untuk yang terakhir kalinya dari jendela mobil.


" Anak Anak baik baik yaa di sini jangan nyusahin Bu Wati...Kakak pamit dulu bye bye " Pamitku.


" Bye bye kak Lisa...hati hati dijalan " Jawab Anak anak panti secara serempak sambil melambaikan tangan ke arahku,aku membalas dengan lambaian tangan juga.


Lalu mobil pak Yohanes meninggalkan panti asuhan dan melaju di jalan Raya.


Eps. 40 nangis berjamaah selesai....


To be continued....