The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps. 38 Di Panti Asuhan 2



Ketika aku Keluar dari kamar mandi dan hendak Kembali ke ruang tamu. Ketika berjalan di ruang tenggah ku dapati Seorang anak menyendiri di teras dengan memasang muka yang sedih,Sesaat Aku memandanginya


dari kejauhan. Aku mulai menghampiri Anak panti itu yang menyendiri,Lalu duduk disampingnya.


" Hai dik...Namamu siapa?" Tanyaku.


" Haii Kenalin Aku Jenesia Lisa." Tambahku sambil tersenyum.


" Hai kak Namaku Raven " Jawabnya dengan lemas.


" Kenapa Raven murung gitu?" Tanyaku.


"Kenapa kakak Pengen tau?" Tanyanya balik.


" Karena kakak penasaran.." Jawabku sambil tersenyum.


" Bukan urusan kakak " Jawabnya dengan datar dan dingin.


'Ini sifatnya kok kayak si kating rese ya...Ngeselin tapi kasihan dan gemes juga ' Batinku.


" Kalau begitu Raven udah disini berapa tahun?" Tanyaku.


" 3 tahun " jawabnya dengan singkat.


" Lalu kenapa Raven nggak main aja sama saudara saudara mu?" Ucapku.


"Mereka bukan saudaraku!!" Jawabnya agak keras.


" Kenapa Begitu?" Ucapku.


"Bukan urusan kakak!!" Jawabnya.


" Kalau gitu cerita sama kakak dong...kenapa Raven berfikir kayak gitu.." Ucapku.


"Sudah kubilang bukan urusan kakak!!memang kakak pergi aja sana!!" Usirnya.


" Kakak akan pergi setelah kamu cerita sama kakak " Ucapku. Dia mulai terdiam sejenak. Lalu perutnya berbunyi keroncongan.


'Oooo dia lapar tohhh kirain suara apaan ' Batinku.


" Aku tahu...Raven pasti Lapar kan?! Makan dulu yuk" Ajakku. Namun dia masih terdiam.


" Raven mau makan apa Biar kakak yang masakin " Ucapku. Lagi lagi dia masih terdiam.


"Bukan Urusan kakak!!! Aku nggak mau makan....Kakak pergi sana!!" Usirnya.


" Nggak boleh gitu dong...Raven harus makan nanti sakit..." Ucapku.


Aku langsung pergi meninggalkan Raven dan menuju ke dapur.


" Duhh cuma ada nasi sama telor...Bikin nasi goreng sama Omlete aja dehh " Gumamku. Aku langsung memasak Nasi goreng dan Omlete. Setelah hidangan selesai aku lantas pergi ke teras rumah dan menghampiri Raven.


" Kenapa kakak datang lagi?!!pergi sana!!!" Usirnya. Sejenak aku menghembuskan nafas.Lalu ikut duduk disampingnya.


" Raven harus Makan dulu!!" Ucapku sambil menyodorkan Nasi goreng dengan Omelette yang ku buat tadi. Tapi ia tidak menerimanya.


" Raven makan dulu yaa " Ucapku. Namun dia masih terdiam.


" Raven kumohon makan dulu yaa. Nanti Raven bisa sakit...Dimakan yaa nanti keburu Nasi gorengnya dingin lohh" Ucapku.


sambil menyodorkan kembali nasi goreng yang kubuat tadi. Dia menatapku sejenak lalu menerima Sepiring nasi goreng yang aku sodorkan. Namun dia hanya memandangi sepiring nasi goreng tersebut.


"Kok enggak dimakan?? Mau kakak suapin? Maaf yaa bahannya cuma ada itu..." Ucapku. Namun dia menggeleng lalu memakan nasi goreng yang ku buat, Dia menghabiskan nya sampai Ludes kinclong. Aku lantas mengambil piring yang kotor ditangannya Raven lalu menyingkirkan nya.


" Raven kenyang?" Tanyaku. Dia hanya mengganguk.


" Kalau gitu bisa Raven cerita sama kakak tentang tadi" Ucapku. Dia mulai terdiam tidak menjawab omonganku barusan.


"Oke Kakak tahu itu bukan urusan kakak. Kakak akan pergi,Namun yang dibutuhkan Raven saat ini adalah Tempat sandaran untuk mengutarakan isi hati Raven. Udah yaa maaf kakak kepo kalau begitu kakak pergi dulu " Ucapku. Namun tiba-tiba dia menarik tanganku.


"Kenapa?" Ucapnya.


"Iya?gimana?Nasi gorengnya nggak enak?atau masih mau lagi?" Tanyaku. lantas dia menggeleng.


"Kenapa?"


"Kenapa kakak peduli sama Aku? " Ucapnya dengan Lirih.Lantas aku kembali duduk disampingnya.


" Karena kakak tahu kamu pasti mengalami kejadian yang sangat berat..." Jawabku.


" saat ini yang Raven butuhkan adalah orang yang bisa dijadikan tempat sandaran dan tempat untuk mencurahkan perasaan " Ucapku.


Ketika aku hendak pergi meninggalkan Anak yang bernama Raven tadi. Tiba-tiba tanganku ditarik seseorang. Aku memalingkan wajah ke samping dan kudapati Raven sedang menahan tanganku. ku pandangi dia sejenak lalu matanya mulai berkaca kaca dan pada akhirnya Raven mulai menangis.


"Hueeeeeee....Hiks.. hiks...Hueeeeeee" Tangis Raven dengan keras.


"Loh?loh Raven kok nangis kenapa?" Tanyaku yang panik setelah melihat Raven menangis.


"Hueee...hiks...hiks..hiks Hueeeeeeeeee" Tangis Raven malah semakin menjadi jadi.


Lantas aku menggendongnya dan mendekapnya kedalam dekapanku. Ibu ibu yang sedang ada di sekitar lingkungan Panti mulai membicarakan aku sambil menatapku.


Mungkin para ibu ibu mengira aku yang telah membuatnya menangis.


'Dasar Emak emak... kebanyakan Gosipin orang aja...udah salah paham lagi...Pasti mereka berfikir aku yang membuatnya menangis atau mengganggunya duhh dasar Emak emak rempong....' Batinku.


Aku lalu duduk sambil mendekap Raven kedalam dekapanku yang Raven duduk dipangkuan ku.


" Kenapa Raven kok nangis?" Tanyaku sambil


mengusap air mata yang ada di pipi Raven menggunakan tanganku.


Eps. 38 Di Panti Asuhan 2 selesai...


To be continued....