
Prov Asta Devany.
Kami ber empat ( ralat , aku , Liz,Tina,dan Anna) menjelajahi isi helikopter dan duduk dengan tegak sementara mata kami tertutupi oleh kain hitam.
"Ingat ledies di larang mengintip, Miss Anna ! di larang mengintip!." seru Mr. Andrew .
"Ba - baik lah maaf kan saya." ucap Anna dengan gelisah.
"Ledies , Ini bukan ujian biasa melain kan ujian yang akan menentukan apa kah kalian layak berada di antara Kami atau kah tidak." kata Mr. Andrew seraya menekan kata ' Kami'.
"Maksud Anda apa? kami tak mengerti." teriak tina mencoba menyaingi bunyi baling - baling helikopter yang keras.
"Maksud saya ujian kali ini adalah mengeliminasi calon agent , dengan cara ini kami akan menemukan dua calon Agent yang pantas berada di antara kami."
Bulu kuduk ku meremang mendengar nya , ku rasa kan sebuah jari - jemari kurus meremas tangan ku dengan erat.
"Kita harus berhasil bersama." bisik Liz di telinga ku.
"Kita lihat saja nanti , gue harap kita bisa lewati ujian ini bersama."
"Ya , pasti." kata Liz yakin.
"Ledies , ini adalah misi ilegal jangan biar kan aparat negara ikut mencampuri urusan kita." kata Mr.Andrew dengan nada tenang "jika salah satu dari kalian tertangkap polisi Academy starligh tidak akan membantu membebas kan kalian."
"... jaga diri kalian dan sebisa mungkin agar tak terlibat dengan aparat negara.c
Aku merasa kan firasat buruk , Jantung ku berdegup kencang saat liz mengata kan.
"Ini bukan sebuah ujian tapi ini adalah misi nyata bukan rekayasa buatan mereka." Bisik liz membuat ku tersenyum miring.
Ku rasa kan helikopter yang kami naiki mulai berlabuh.
"Ledies sekarang kalian sudah boleh membuka penutup mata kalian."
Kami membuka penutup mata kami, Dan menatap ke arah barat laut melihat sebuah gudang raksasa yang terlihat seperti di telantar kan.
"Itu adalah markas musuh." kata Mr. Andrew mengucap kan isi pikiran kami.
"Itu markas tim Alpha garis miring tentara unggulan milik indonesia?!." pekik Tina kaget di iringi jeritan tertahan milik anna sementara aku dan Liz hanya saling bertatapan satu sama lain.
"Bukan ledies itu bukan markas tim Alpha."
"Lalu apa?." Aku meloncat turun dari helikopter di susul liz dan yang lain nya.
"Itu adalah tempat rahasia dimana semua aset ,saham ,dan dokumen penting tersimpan di sebuah ruangan bawah tanah."
"Misi kalian kali ini adalah ... mencuri beberapa dokumen penting milik Perusahaan Agung property."
"Ehek...!!" Aku tersedak kaget." Bukan kah itu perusahaan itu milik orang konglomerat no 4 di indonesia?!."
"Kalau sudah tau silah kan laksana kan misi nya." Mr. Andrew mendorong kami berempat untuk pergi "Ingat Ledies jangan sampai ketahuan penjaga di sana."
***
Kami berdua berjalan cepat tanpa menimbul kan suara . "Akhir nya ada jalan masuk juga."
"Ini pixie cute kami menemukan lubang yang di tutupi dengan jeruji besi." ucap ku seraya menyentuh alat komunikasi di telinga ku.
"Pink parther menjawab , beberapa orang sedang berpatroli dan mereka menuju arah sudut barat daya." desis liz.
Aku dan anna saling berpandangan "Kalian butuh waktu sekitar 20 menit untuk melepas jeruji nya ,gue sama merak sudah ada di zona aman."
"Kalian bisa kan? waktu kalian 20 menit." kata tina dengan suara meremeh kan.
"Of course , jangan remeh kan kami." ketus ku .
"Kita pakai ini." Anna mengeluar kan sebuah bolpen dan hendak menekan tombol di bagian atas bolpen.
"Risiko ketahuan 99 %."
"Lalu apa yang harus kita lakukan dengan pembatas nya? kalau tidak memakai sinar laser?."
"Kalau begitu .." Aku berjongkok dan membuka penutup utama dan menatap jeruji besi dengan nanar.
"Kita hancur kan jeruji nya saja ,tapi kita tidak perlu merusak penutup utama nya agar aman."
"Okey."
"10 meter lagi mereka sampai." bisik tina.
Anna menatap ku dengan pucat , aku langsung merebut bolpen di tangan nya dan menekan tombol bolpen lalu dari ujung tempat keluar nya tinta keluar secercah sinar merah dengan cepat dan santai aku memotong jeruji besi dengan laser.
"5 meter... again !."
Aku mendorong Anna masuk ke dalam lubang lalu menyusul nya seraya menutup lubang dengan penutup utama nya .
Tak ku sangka tindakan ku sungguh gegabah!.
"Asta kau ceroboh !!." ucap Anna dengan tubuh yang mulai terjatuh ke dalam .
Asemmm aku tidak menyangka lubang nya cukup dalam sekitar 2 meter.
Bruk...!!
suara bedebam keras memenuhi udara , Ku dengar Anna mengaduh kesakitan aku mempersiap kan kedua kaki ku untuk mendarat dengan tepat.
"Andai kan kau tak mendorong ku mungkin ini tidak akan terjadi." rintih Anna saat aku sudah mendarat.
"Seorang agent harus siap dengan ke adaan apa pun." ketus ku bete.
"I know it!, Btw kita ada di mana ?."
Aku tersentak kaget dan baru menyadari kami berada di sebuah lorong pipa besi raksasa yang bercabang.