
Asta Devany prov.
Aku menatap papan tulis dengan tatapan kosong,Ini terlalu mendadak dan Liz pergi begitu cepat.
'Sorry Ta, gue harus pergi ke singapura sekarang juga bokap gue nyuruh gue kesana.'
Itu adalah kata - kata terakhir yang dia ucap kan sebelum pergi, kemudian Aya juga pergi mendadak karena dia adalah seseorang yang berprofesi sebagai makelar yang telah terjun ke dunia bisnis internasional dia bilang tahun besok akan kembali ke indonesia.
Dan Liz... aku tidak tau kapan dia pulang, lagi - lagi aku merasa di jauhi aku merasa aku terkhianati lagi. Tapi aku tau Liz tidak akan menghianati ku dia pasti akan kembali.
Yang ku lakukan sekarang adalah menyamar menjadi Suzy, Memutus kan untuk menjadi menjadi pelajar biasa.lalu membuat diri ku bisu sesuai dengan permintaan Ayah ku.
Aku juga harus pindah sekolah dan membatal kan perjanjian bisnis ku dengan Mr.Andrew jelas aku tidak bisa mengajar karena aku yang sekarang menjadi bisu.
Ini lebih baik ketimbang aku menjadi mata - mata, mulai hari ini aku berhenti untuk tidak menjadi detektif kepolisian dan membuang julukkan ku sebagai Red is cruel. Aku akan menghapus semua jejak ku di dunia mata - mata.
Di saat tengah melamun adik ku membangun kan ku dari lamunan ku , dia menawari ku untuk makan bersama di kantin tetapi aku menolak dan beralasan aku membawa bekal makanan.
Setelah memasti kan mereka sudah pergi,Aku membuka tudung jaket ku berharap rasa gerah yang membanjiri ku menghilang.
"Loe gak keluar dari kelas?." Tanya seseorang.
Aku menoleh kearah pintu kelas,di sana terlihat seseorang dengan kacamata tebal berdiri diambang pintu.mata nya menatap ku dengan tatapan tak suka.
Aku menggeleng pelan.
"Keluar sono, di taman belakang sekolah ada yang ingin ketemu ama loe."Ketus nya.
Melihat ku yang kebingungan cowok itu menghela nafas ."Pokok nya loe disuruh ke sana."
Tanpa fikir dua kali aku beranjak dari kursi ku dan keluar dari kelas, sebelum keluar cowok itu berbisik pada ku.
"Kayak nya latar belakang loe istimewa ya."Bisik nya lalu berjalan masuk ke dalam kelas.
Aku tidak memedulikan nya , dan bergegas menuju taman belakang yang memang memakan banyak waktu.Sesampai nya di sana taman itu terlihat sepi dan kumuh berbeda dengan taman di halaman sekolah yang bersih dan terawat.
Sebuah tangan melilit pinggang ku dan membekap ku, kemudian seseorang menyudut kan ku sudut gelap yang tidak akan ada orang yang bisa melihat kami dan memperhatikan kami.
Aku sudah bersiap - siap untuk membanting tubuh orang yang menyekap ku, tapi suara familiar itu terdengar di telinga ku dengan jelas.
"Ini gue , diem oke?."
Aku mengangguk meski pun cukup kesal kenapa bisa cowok itu ada di sekolah baru ku ini,tubuh nya menjepit tubuh ku ke sudut tembok pagar sekolah yang di tutupi oleh semak - semak belukar.
Tangan nya tidak membiarkan diri ku memberontak dan terus membekap ku.
"Serius, harus nya loe gak usah pindah mendadak kayak gini dong gue jadi kangen." kata nya dengan nada masam.
"Gue kan pacar loe masa gak di kasih tau dulu sih."Cibir nya bete.
"Btw kok Liz juga izin cuti beberapa bulan sih, temen loe si Aya malah pindah sekolah juga ada apa dengan kalian? kok pada pisah kayak gini?."tuntut nya.
Aku hanya diam membisu, jelas aku tidak bisa menjawab nya dan hanya membiarkan nya menyandarkan kepala nya di punggung ku.
"Ta?, kok loe diem aja sih dari tadi jawab dong."
Alih - alih memberi isyarat atau apa lah , aku lagi - lagi hanya bisa diam kemudian cowok itu membalik kan tubuh ku.Dan menatap ku dengan tatapan tajam.
"Loe baik - baik aja ka?."Tanya Devin cemas.
Aku menjawab nya dengan satu anggukan kecil dan memberikan nya sebuah kertas kecil dengan tulisan.'Aku bisu.'
Cowok itu menatap ku tak percaya."Loe jangan bercanda kayak gitu Asta!."
Aku menggeleng lesu.
"Gue gak percaya ,terakhir kali kita ketemu loe gak kayak gini kok..." Devin terdiam saat melihat wajah murung ku."Kasih tau gue apa yang terjadi ke elo."
Tangan ku merogoh kantung jaket ku dan menemukan secarik kertas memo lalu menulis nya.
'Gue gak bisa kasih tau ke elo , ini privasi tolong hargai rahasia gue , loe juga pasti gak mau kan rahasia loe di ketahui ama gue?.'
"Huff oke gue gak akan maksa loe." kata nya dengan tampang sedikit frustasi.
"Nanti siang sepulang sekolah gue jemput loe,kita makan siang di luar."
Dia terlihat mencuriga kan tidak biasa nya dia bersikap manis dan perhatian seperti ini,Aku hanya diam saat cowok itu kembali mendekap ku seolah - olah sedang melepas penat nya di bahu ku.
"Biasa nya loe bakalan nampol gue setiap gue kayak gini."Gumam nya pelan seolah - olah ada sesuatu yang pergi dari diri ku.
"Kenapa loe hapus nama loe di dunia mata - kata? bahkan sekedar informasi aja gak ada sedikit pun."
"Sorry gue malah nyelidikin identitas loe, kayak nya loe gagal jadi agent mata - mata kalo identitas loe ke bongkar sama warga sipil." Tanpa ku lihat pun anak itu menyeringai lebar lalu mengecup pipi ku sekilas.
Dengan kesal aku melayang kan tamparan ke pipi nya dengan keras, Alih - alih marah cowok itu malah terkekeh geli.
"Kayak nya gak ada yang berubah meski pun loe jadi bisu , ah ada loe yang selalu bicara seenak nya sendiri dan cerewet sekarang jadi pendiem ."
Pelipis ku berkedut saat mendengar nya, memang nya sejak kapan aku menjadi cerewet?.
"Gue harus pergi ada urusan mendadak, hati - hati selama loe sekolah di sini takut nya bos preman di sini kepicut ama lu." Kata nya lalu menghilang dari pandangan ku saat aku berkedip.
Tips: Jangan berkedip dan mengalih kan perhatian mu pada orang lain selain target jika tidak kau akan kehilangan target mu.
Sebab mata - mata yang hebat mampu lenyap dari pandangan mu hanya dalam waktu satu detik bahkan ketika kau berkedip mereka lenyap seperti hantu.
Jangan lupa tekan tombol like, semua yang di ceritakan hanya lah sekedar imajinasi bukan beneran. novel ini terinspirasi dari novel Gallagher girl karya Ally Carter meski gak ada mirip nya sama sekali.