The Queen Of Thugs

The Queen Of Thugs
Chapter 22



Asta Devany prov.


Ini di luar dugaan ku , Aku hampir terkena bacokan kapak dari sosok makhluk menjijik kan membuat ku mengumpat kesal saat masuk kedalam ruang TU malah di sambut dengan cara tak menyenang kan.


Sementara Aya yang berada di samping ku malah menjerit histeris di sebelah ku, Aku menatap makhluk yang tadi menyerang ku secara mendadak ketika masuk dengan tatapan tajam.


Terlihat buliran air merah pekat kehitaman yang membaluti kapak yang di pegang makhluk itu .. shit itu .. darah!.


" L-iz liz gak ada ! " Seru Aya khawatir dan gelisah.


Gawat, Aku tak menyadari Liz menghilang jangan bilang dia tertangkap oleh kawanan makhluk di depan ku ini .Kalian pasti heran kan kenapa aku menyebut nya kawanan ? Itu karena tadi aku merasa ada yang membuntuti kami .


" Tenang aja Liz kuat dia pasti bisa menjaga diri , Kita fokus aja buat ngalahin makhluk menjijikan ini " Kata ku datar.


" Ugh oke.. " Sahut Aya dengan ragu .


"Jadi ... ini pelaku nya ya yang selama ini di anggap hebat dan luar biasa sama orang - orang ternyata pengecut yang bisa nya main keroyokan " Gerutu ku kesal.


Aya terkekeh kecil " Apa lagi mereka berani nya di saat malam hari dan mereka itu bego banget gak menyadari udah lama kita amati ".


Seperti yang ku duga sosok di depan kami itu mulai tersulut emosi .


" Mereka itu.. Pengecut banget " Kata Aya seraya menekan kata ' pengecut ' .


Makhluk itu tiba - tiba menyerang kami , Dengan ganas dan gerakan nya tak teratur namun cepat.Cih cuman kriminal pembunuhan yang terlihat gak profesional banget berani lawan mantan calon agent mata - mata yang lagi bete berat ?.


Sudah pastikan dia mampus! , Aku mengeluarkan tongkat kayu dari balik hoodie ku lalu berlari menyerang sosok itu dengan cepat dan tangkas.


Tentu saja setiap ayunan tongkat ku membuah kan hasil , Meski aku mampu mengalah kan makhluk menjijikan ini namun aku membiar kan Aya membantu ku.


Yah setidak nya anak itu sedikit membantu ku , Aku menangkis kapak itu dengan tongkat memang sih pertarungan ini tidak ada rasa seru nya baru beberapa menit lawan ku sudah tepar di lantai.


" Shit! " Pekik Aya mendadak.


" Apaan sih Ay ? bisa gak suara nya pelanin dikit sakit nih telinga gue gara gara loe mekik di deket telinga gue " Protes ku kesal.


" Eh sorry tapi itu.. liat " Aya menunjuk sesuatu yang tergeletak di lantai dengan bau amis darah yang begitu kental.


Sontak aku mendekati nya , Jantung ku mencelus saat menyadari sesuatu di depan ku itu... adalah seseorang dengan tubuh bersimpang darah ugh...


Kaki yang di penuhi bercak darah kemungkinan terkena kapak hingga seperti nya tulang nya ikut patah, Punggung yang di penuhi sayatan kapak .


Mendadak tubuh ku bergidik ngeri ,Tanpa ku sadari tangan ku mengecek denyut nadi nya . Syukur lah setidak nya jantung nya masih berdetak meski sangat pelan dan lambat, Aku memperhatikan korban di depan ku itu dengan tanpa ekspresi .


" Asta! awas !! ".


Jeritan Aya membuat ku tersentak kaget , Terdengar suara benda tajam yang terayun di udara. Sial saat aku menoleh sebuah kapak sedang terayun ke arah kepala ku !.


Mata ku terbelalak saat melihat sebuah sosok berambut merah berkelebat di belakang makhluk menjijik kan di depan ku, Sementara itu nafas ku memburu cepat ...Tidak! mungkin aku hanya berhalusinasi saja.


"ASTA ...!!!" Jeritan melengking Aya mengembalikan ku ke dunia nyata.


Saat ku sadari betapa bodoh nya aku , Alih - alih segera menghindar malah melamun tentang hal tak berguna , Nafas ku kembali tercekat saat kapak itu sudah berjarak beberapa senti dari ku mau tak mau aku langsung menghindar dan yang membuat ku menyesal adalah..


Kapak itu mengenai korban yang berada di depan ku , Percikan darah segar mengenaiku dan membuat ku membeku sesaat. Apakah aku membunuh nya? Harus nya aku menahan kapak itu saja.


"Oi , Oi loe udah gila tadi ? untung gue narik loe kalo gak loe udah mati tauk ?! "Gerutu Aya kesal.


Hisss pantas saja aku merasa di tarik cepat saat hendak menghindar, Untung saja kapak itu tak mengenai ku.


" Aaaa shit sakit beg* ngapain sih loe megang tangan gue yang ada luka nya ? "Jerit Aya kembali.


Aku menghiraukan nya dan bangkit berdiri kemudian mencari - cari makhluk menjijikan itu , Dan ternyata dia sudah melarikan diri lebih sial nya lagi dia membawa korban nya.


" Sialan dia lari ! " Aya segera berlari keluar dengan cepat.


Dia kah? apakah.. tidak mungkin saja hantu nya .


Aku berjalan keluar dan menghampiri liz lalu mendengus kesal saat mengetahui penjahat yang kabur tadi memiliki persiapan yang matang.


Setelah memastikan keadaan teman - teman ku , Aku memutus kan untuk pergi ke pos jaga dan menyuruh kedua teman ku ke uks.Saat melewati ruang osis lagi - lagi aku merasakan di awasi seseorang .


Aku menoleh kearah pintu ruang osis yang seingat ku pertama kali kami lewati pintu ruangan ini tertutup lalu sekerang terbuka , Langkah ku terhenti saat terdengar suara alunan musik box yang terdengar familiar.


Mau tak mau aku segera masuk ke dalam ruang osis.


Krieet...


Brak...


terdengar suara pintu mendadak di tutup dengan kasar dan keras, Buluk kuduk ku meremang saat hembusan angin membelai tengkuk ku membuat ku bergidik ngeri.


Mendadak sebuah lilin menyala di dalam ruangan , Mata ku menelusuri seluruh ruangan sebuah bayangan hitam berkelebat kearah jendela membuat ku mengejar bayangan itu lenyap dan hanya meninggal kan jendela yang terbuka.


kling...kling..kling...


Suara alunan lembut dan merdu itu kembali terdengar membuat ku mencari sumber suara itu , Setiap detik setiap menit berlalu rasa sakit menyengat dada ku membuat tubuh ku bergetar dan nafas ku yang tak beraturan saat langkah ku terhenti di depan meja ketua osis .


Lilin dengan aroma lavender dan cahaya yang redup itu bertengger manis di atas meja , Terlihat music box dengan tutup terbuka dan musik yang terputar , Di dalam tutup kotak itu terdapat secarik foto lama yang sudah menguning.


Jari - jemari ku meraih kotak musik itu dan memandangi foto dua anak kecil yang memiliki wajah serupa, Bahkan kedua nya memiliki perbedaan besar yaitu ... ekspresi nya .


Satu tersenyum manis dan satu nya lagi tersenyum miring , Sebenar nya apa yang terjadi ?...Kenapa ? kenapa malam ini seolah - olah semua nya mencoba menarik ku kedalam masa lalu ?.


Siapa yang menaruh foto dan .. kotak musik yang ku ingat aku menyimpan kotak musik yang sangat di gemari oleh ku sejak kecil di dalam lemari benda - benda antik.


Kotak musik ini... adalah hadiah ulang tahun ku dari 'Dia' di saat usia ku menginjak 6 tahun , Aku masih mengingat nya ,aku masih mengingat hari itu .


Aroma lilin lavender ini membuat ku merasa di hantui seseorang , Ck mungkin saja ini perbuatan orang iseng ... apakah ini perbuatan kakek ? yang ingin mengingat kan diri ku dan mengatakan aku pembunuh ?.


Ah sudah lah lagi pula aku harus ke pos jaga di dekat gerbang sekolah, Aku berlari cepat ke arah pos jaga seperti yang ku duga para satpam sedang tertidur nyenyak .


Ehhhh?! , Tidur?! yang benar saja ! harus nya kan mereka berjaga dan berkeliling mengelilingi gedung sekolah tapi malah tidur ?.


Aku terdegun saat melihat dua buah cangkir kopi di meja yang sudah setangah di minum saat memasuk kedalam pos jaga , Tidak salah lagi pelaku nya memasukan obat tidur ke dalam kopi para satpam itu .


Mendadak aku teringat sesuatu , Tidak Komputer Cctv nya ! ,Dengan cepat aku mendekati Komputer yang merekam beberapa sudut sekolah . Komputer itu terlihat mati dan beberapa kabel tercabut dari tempat nya.


Sial ! , Pasti itu ulang pelaku nya ! aku memasang kembali kabel - kabel komputer dan menyalakan nya semoga saja rekaman kamera nya tidak terhapus.


Jari jemari ku bergerak cepat di atas keyboard dan memeriksa semua rekaman, Lalu mengcopy semua data yang ada setidak nya aku dapat memeriksa nya di tempat lain tidak aman jika memeriksa nya di sini.


Setelah selesai mengcopy data aku mematikan komputer dan meletak kan kembali kabel - kabel yang ku copot ke tempat awal nya.


Meski ini melelah kan harus bolak - balik kesana - kemari aku tak mau mengeluh semua ini harus cepat berakhir , Aku kembali berlari menuju uks dan menyusup masuk diam - diam ke dalam nya .


Kemudian mengajak Aya dan Liz pergi ke markas kecil milik aku dan Liz, Saat berhasil meloncati pagar sekolah aku melihat chuk dari kejauhan.


" Syukur deh chuk belum pergi " Gumam ku.


" Dia gak bakalan pergi kali sebelum di bayar " Kata Aya geli .


"Chuk mirip sama loe ya Ay sama sama mata duitan " Celetuk Liz membuat Aya menyeringai lebar.


" Iya dong tentu aja kan duit itu penting cuy , dan bisa gak jangan samain gue ama chuk ? " Nada riang Aya berubah menjadi bete.


" Gak bisa " sahut Liz riang.


Senyum ku mengembang saat kedua nya saling membalas perkataan satu sama lain, Meski kami datang dengan berlumuran darah namun ,Yang membuat ku heran chuk terlihat biasa saja dan tidak menanyakan apa pun selain melakukan tugas nya dengan santai , Dan mengantar kan kami ke sebuah tempat.