
Camellia devany pov.
Langkah ku terhenti saat sosok yang mengenakan jaket abu - abu itu menghentikan langkah nya di depan pintu rumah nya dan menghadap ku secara tiba - tiba.
Terlihat jelas tatapan tak suka nya di sorot mata yang terlapisi soft lens, bibir bergerak tanpa suara.
"Udah puas buntutin gue?." Tanya nya, jika aku tak salah mengartikan nya tapi aku yakin itu yang dia ucapkan.
"Yeah, begitulah aku sangat puas. "angguk ku lalu melemparkan plastik kecil berisi obat.
" Apa ini? "
"Penawar suara mu." lirih ku. "kau tidak tahu betapa bahaya nya kau mengikuti permintaan papa. "
Tanpa bicara sedikit pun dia membuka pintu rumah nya lebar - lebar dan memberi isyarat kepada ku untuk masuk.
Aku menuruti nya dan duduk di sofa ruang tamu nya, sementara adik ku entah pergi kemana tak butuh waktu lama dia kembali membawa secangkir kopi panas dan meletakkan kan nya di depan ku.
Ku kira dia tidak akan mendengarkan ucapan ku, ternyata dia berbeda dari yang ku duga.
"Sekarang kau sudah besar. " kata ku basa -basi. " ku dengar kau tak seganas dulu, jadi selama diri ku pergi apa yang terjadi dengan mu?. "
Asta menatap ku dengan tatapan sinis lalu berbicara tanpa suara."Semua orang menuduh gue membunuh loe, padahal jelas - jelas loe yang jatuh terpeleset sendiri dan jatuh ke sungai. "
Urat pelipis ku berkedut mendengar nya, seperti itu kah balasan kakek beri pada ku?. dia meminta ku untuk membunuh diri ku sendiri jika tak mau maka kedua adik ku yang harus mati.
Waktu itu aku melakukan nya demi kedua adik ku, aku tidak menyangka Asta akan mengikuti ku ke jembatan kota di saat aku menjatuh kan diri ke sungai dengan arus deras itu dia berteriak keras mencoba menggapai ku tapi nyata nya dia tidak bisa menyelamat kan ku.
Ini memang salah ku juga, yang tidak sengaja mengetahui rahasia keluarga ku saat aku kecil, tapi dulu aku tak begitu paham dengan semua nya. dan aku baru paham sekarang.
Aku benar -benar tidak habis fikir kakek ku menjadikannya kambing hitam.
"Habis itu?. " tanya ku lagi.
"Gue di asingkan ke London setelah hampir membuat nama baik keluarga kita tercemar. "
Tanpa sadar suara tawa ku terlontar keluar, sementara adik ku itu mengerutkan kening mungkin saja dia tidak paham apa yang ku fikir kan.
"Serius loe?. " tanya ku sambil menahan tawa.
Tentu saja aku tertawa puas dengan apa yang di lakukan adik ku, setidak nya pria tua itu harus mendapat pelajaran.
"Tentu saja" sahut adik ku.
Beruntung aku menguasai teknik membaca gerakan bibir seseorang jika tidak aku tak akan bisa berkomunikasi dengan adik bodoh ku itu.
"Oke, sekarang aku cerita kenapa aku masih hidup. " aku membenarkan kan posisi duduk ku.
Sementara adik ku tampak sedang bersiap mendengar kan semua yang ku kata kan.
"Aku kira waktu itu aku benar - benar akan mati tapi siapa sangka seseorang menyelamat kan ku?, ketika aku sadar aku sedang di rawat dua pasangan lansia mereka bilang aku tersangkut di sebuah batang pohon pinggir sungai dan di selamat kan oleh mereka. "
"Aku memiliki hutang budi yang besar, sejak saat itu aku hidup bersama mereka dan menyembunyikan identitas ku dari semua orang. " lirih ku.
Sentuhan hangat terasa di bahu ku,aku menoleh ke sebelah ku dan mendapati adik ku yang tengah menepuk - nepuk bahu ku.
Senyum ku merekah. "Tak apa setidak nya kau jauh lebih baik dari ku. "
Terlihat tatapan tak senang dari adik ku itu, seperti nya dia tak menyetujui perkataan ku tadi.
"Tentang papa.. " aku terdiam sejenak. "lebih baik kau hati -hati dengan nya."
"Berhati - hatilah... kau tidak boleh lengah sedikit pun, jangan sampai kau lengah dan akhir nya jatuh pada perangkap nya. "
Bughh...!!
Aku memukul tengkuk adik ku dengan keras hingga dia tak sadar kan diri, dengan hati - hati aku merebahkan nya di kamar terdekat.
"Sorry." gumam ku.
Lalu bergegas pergi dan mengunci pintu rumah nya, hey aku sempat mengambil kunci nya tentu saja tidak mudah membuat nya lengah.
Senyum sinis ku merekah saat melihat 3 pria bersetel hitam berdiri di depan ku.
"Halo, lama tidak berjumpa dengan kalian. " sapa ku dengan nada manis.
"Sebaik nya anda tidak perlu basa-basi." ketus pria bernama marcus dia lah yang memimpin kelompok nya untuk menangkap ku dan adik ku.
"Dan ikut bersama kami tampa perlawanan."lanjut nya
" No, but thanks." tolak ku bete."Lagian kalian tidak bisa menangkap ku dan adik ku untuk di bawa pulang kerumah."
Aku tahu kakek ku menurun kan perintah mendadak, untuk membawa kami kembali setelah mendengar aku masih hidup. dan tentu nya dia mengincar adik ku.
"Siapa bilang?." Marcus mengedik kan kepala ke bawahan nya untuk menerobos masuk kerumah adik ku.
Lagi -lagi tawa ku meledak, mereka benar -benar lupa dengan sifat adik ku yang jahil dan sangat sensitif jika berurusan dengan lingkaran wilayah nya.
Banggg...
Terdengar bunyi benda keras membentur sesuatu, aku menoleh dan mendapati dia bawahan marcus setengah tak sadar setelah terhantam sesuatu yang jatuh dari atas.
Aku tahu pintu rumah anak bengal itu bukan lah pintu biasa yang gampang di masuki,melainkan mesin yang di samar kan seperti pintu biasa.
Untuk bisa membuka nya butuh sidik jari sangat pemilik rumah asli , lalu apa guna nya kunci yang di pegang Asta?. itu hanya tipuan belaka.
Pertama, kunci biasa itu hanya bagian pertama, bagian kedua itu pintu mekanis akan terbuka jika mendeteksi sidik jari pemilik rumah lalu di respon oleh nya, dan ketiga pintu mekanis akan merespon tamu yang di izin kan masuk oleh pemilik Namun, itu hanya satu kali saja.
sungguh membingungkan kan?, mendadak lamunan ku buyar saat melihat bawahan ketiga yang mencoba membuka pintu itu. tersengat listrik berarus tinggi.
Ku lihat marcus menggerakkan gigi dengan kesal, tampak nya dia tak peduli dengan nasib bawahan nya prioritas nya sekarang itu menangkap diri ku.
"Jadilah penurut miss, saya tidak akan melukai anda." ucap nya seraya berjalan mendekati ku.
Alih - alih mundur aku malah melangkah maju"Cobalah tangkap diri ku jika kau mampu, asal kan kau tahu kau tidak akan bisa menangkap diri ku."
"Benar kah?, bagaimana kalau anda buktikan ucapan anda itu?. "
Setelah berkata seperti itu marcus menyerang ku dan perkelahian sengit terjadi diantara kami.
****
***Xo xoxo, alooo author pulang lagi lho butuh waktu lama untuk membujuk pemilik HP agar mau mengizinkan kan author mengakses novel toon, author fikir nggak bakalan bisa akses novel toon selama satu bulan . alhamdulillah takdir berkata lain.
Yuk terus dukung Asta devany bersama dkk nya, jangan lupa tinggal kan like kalian. dan author akan berusaha untuk up buat kalian lhoo***.