The Queen Of Thugs

The Queen Of Thugs
Chapter 23



Asta Devany prov.


Kami menatap gubuk kecil yang terlihat kecil namun sangat asri dan terjaga kebersihan nya .


" Jadi ini yang nama markas ? gue kira sangat keren " Gerutu Aya bete.


" Halah diem aja bisa gak sih " Balas ku bete sementara Liz sibuk membayar chuk dan mengusir chuk untuk pergi.


" Apa lagi tempat yang di wilayah tak terduga " Aya menatap kompleks kumuh yang di huni rakyat biasa dan mungkin kebanyakan warga yang kesulitan untuk mempertahan kan hidup mereka.


"Ini wilayah yang cocok untuk di jadikan markas " Ucap Liz berjalan mendekati kami.


" Menurut gue sih nggak " Kata ku kesal " Masih jauh lebih baik di kompleks sebelah yang terbengkalai ".


" Yee di sini juga aman lah biar gak pada curiga kalo kita bolak - balik keluar dari kompleks sebelah " Balas Liz tak mau kalah .


Aku membuka pintu rumah kecil yang menjadi markas kami " Iya deh "


" Gue gak paham apa yang kalian bicara kan ..woahh " Dalam sekejap Aya menatap seluruh ruangan dengan pandangan kagum.


Pandahal di sini tidak ada keren - keren nya, Rumah kecil ini hanya terdiri atas satu kamar satu ruang tv sekaligus ruang tamu dan satu lagi dapur dan kamar mandi yang terletak di belakang.


" Meski pun rumah nya kecil tapi dalam nya luas banget ya " Seru Aya seraya menghempas kan diri ke sofa depan tv.


" Itu karena gue yang natain barang - barang yang betul - betul berguna jadi kerasa lega kan ? " Sahut Liz bangga.


" Lumayan " Balas ku singkat dan pergi ke arah dapur.


" Gue ikut " Dengan cepat Aya menyusul ku kedapur dan duduk di meja makan.


Sementara itu Liz membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa kudapan , Lalu aku hanya memasak air hangat dan menyiap kan tiga mug berbentuk pokemon di meja.


" Gue tinggal di sini boleh gak ? " Tanya Aya mendadak.


Aku melirik nya sekilas kemudian kembali fokus menaruh gula kedalam mug .


" Loh kenapa tiba - tiba mutusin gitu ? " Tanya Liz heran .


" Itu karena gue gak ada duit buat bayar kos an gue bulan sekarang " Balas Aya sambil memakan kudapan " Terus kan lumayan tuh gue tinggal di sini gratis pula gak perlu bayar hehe ".


" Gratis apa nya ?, Loe mau bayar listrik yang kami tanggung ? " Balas ku bete.


" Weits ya gak lah , Kalau mau pun kita harus membagi jadwal bayar listrik gantian gitu " Cetus Aya lalu menatap ku dan Liz "Lagi pula rumah ini cuman di pakai buat nyusun rencana atau buat nongkrong kalian kan ? , Kan mubazir kalo di kosongin ".


" Loe boleh kok tinggal di sini asal loe nya mau rawat nih rumah , Harus selalu bersih gak boleh jorok " Balas ku.


" Itu sih gampang ! " Kata Aya seraya mengibas kan tangan.


" Eh gue juga mau tinggal di sini , Dan udah Izin ke bokap gue sih " Celetul Liz mendadak membuat ku terbatuk sesaat.


"emm Ya udah lah kalo loe mau tinggal di sini" Aku bangkit berdiri dan mematikan kompor lalu menuangkan air hangat kedalam mug dan menyedu teh herbal .


" Sekalian aja loe ikut tinggal di sini ,Ta " Ajak Liz .


Kedua bocah itu langsung mengambil mug yang sudah ku isi dengan air panas dan mengaduk nya.


"No thanks " Sahut ku seraya menghirup harum teh herbal " Ini bukan saat nya gue buat pindah ke sini " .


" Iya , Iya gue paham ko " Ucap Liz yang di angguki oleh Aya.


"Ini " Tangan ku menaruh flasdik yang berisi rekaman yang ku copy.


" Copy an nya ? " Tanya Aya seraya menyipit kan mata nya dan menatap flasdik di depan nya dengan lekat - lekat.


"Kalo bukan itu apa lagi , Oi " Kata jengkel.


"Eits , eits woles dong man ! "


" Gimana mau santai loe nya nge gas gitu " Kata ku bersungut - sungut.


" Mwehehe lagian tampang loe kayak mau ngajak berantem aja " Aya tertawa geli sementara Liz hanya tersenyum.


Aku menatap kedua nya tanpa ekspresi " Loe berdua tau ? Saat gue sampe di pos jaga gue liat para satpam malah tidur dan Cctv mati "


" Jangan bilang yang melakukan itu pelaku nya ? " Tebak Liz menatap ku dengan penasaran.


" Seperti tebakan Liz semua itu ulah pelaku , Dan gue gak yakin isi rekaman nya utuh semua " Kata ku seraya mengetuk - ngetuk meja dengan jari ku.


" Pasti nya " Angguk Liz setuju.


" Dan mereka seperti nya lebih cerdas dari yang kita kira " Aya menatap ku dan Liz secara bergantian , " Sekarang kita harus waspada mereka pasti lebih waspada setelah kita mergokin mereka meski gak sengaja ".


" Aya benar kita harus lebih waspada , Seperti nya jangan sampe terpencar " Sambung Liz , " Siapa tau mereka memutus kan memiliki salah satu dari kita sebagai korban selanjut nya ".


" Kita aja gak tau motif nya yahh tidak ada salah nya kita saling menjaga satu sama lain " Kata ku sambil mengangguk.


" Lebih baik kita segera liat isi copy an nya " Tukas Liz.


" Eh bener tuh , Cepet Ta buka isi nya di komputer dan btw di sini ada komputer gak ?"Aya menatap kami berdua dengan wajah menyebal kan.


" Jangan remehin rumah nya dong gini - gini kami masang komputer , Cctv dan sebagai nya " Dengus ku kesal.


" Yah siapa tau gak ada gitu " Cibir Aya " Weh jadi di sini ada Wifi dong? Asyikk !! ".


" Udah - udah , Yuk ke kamar " Ucap Liz sambil menyeret kami ke dalam kamar .


Ku lihat Aya terbengong sesaat ketika melihat seluruh isi ruangan.


" Ini tempat tidur atau ruang kerja ? "Kata nya bingung.


" Tempat tidur ada di atas " Jawab ku " Di sini tempat belajar gak liat seluruh dinding kamer di tutupi rak buku ? "


" Atas ? " Aya kembali menatap ku dan Liz dengan bingung.


" Di atas itu maksud nya di atap , Tuh ada tangga besi yang menuju ke atap tinggal geser pintu yang mirip Jendela ventilasi terus masuk " Jelas Liz panjang lebar.


Aya menatap pintu kamar dan tangga besi dengan pandangan nanar " Kayak masuk ke lubang tikus aja ".


Aku dan Liz tertawa " Udah deh gak perlu komen lagian yang penting itu ada tempat buat tidur " Balas ku sambil tertawa senang.


Setelah menancap kan Flasdick di tempat nya , Aku membuka folder dan melihat beberapa rekaman , Dan mulai membuka isi rekaman nya serta mengamati nya.


*3 jam kemudian*


"Arghhhh gil* bro " Aya mengacak - ngacak rambut nya dengan frustasi " Kita udah priksa rekaman nya dari awal bulan but gak ada yang aneh sedikit pun ! ".


" Mereka benar - benar memperhitung kan semua nya bahkan di malam hari pun gak ada yang terekam kecuali.. malam ini mereka bahkan sengaja membuat para satpam tertidur dan melepas kabel kabel komputer " Jelas Liz .


" Kemungkinan mereka sedang ...tunggu Liz siapa tau semua ini isi nya di edit oleh pelaku nya ?! " Teriak ku kencang saat menyadari sesuatu " Ayolah Liz loe itu jago pemograman dan loe bahkan pernah mau nge hack data - data perusahaan terkenal dan hapus beberapa dokumen penting milik perusahaan..."


" Stop ! "Sela Liz keras seraya membekap mulut ku " Hey Cruel red ! , Apakah kau bisa diam ? ".


" Por supuesto (tentu saja ) " Jawab ku dalam bahasa spanyol.


"Kau tidak bermaksud untuk membeberkan identitas tak berguna itu kan di depan dia " Geram Liz dalam logat amerika nya .


Aku menatap nya tanpa ekspresi " Yeah gue gak sengaja ".


" Heh gue jadi curiga ama loe berdua " Aya menatap kami dengan bete .


" Ngapain loe curiga ? " Balas Liz .


" Gara - gara denger ucapan Asta " Tukas Aya " Apa itu benar ? "


Aku tertawa " Ya gak lah gue cuman ngada - ngada aja kok hehe..."


" Maklumin Asta , Cewe ini sering ngomong hal aneh - aneh sesuai di imaninasi nya " Cetus Liz membuat ku ingin memotong semua rambut yang selalu dia banggakan itu.


" Halah udah deh lagian gue gak percaya omongan nya Asta " Aya mengibas kan tangan nya membuat ku ingin mengajak nya untuk duel.


" Nah sekarang kita lanjut ke rekaman bulan kemarin " Ajak Liz yang langsung mendorong kursi duduk ku ke samping dan mendekatkan kursi nya ke depan komputer.


Hah begini lah si maniak komputer selalu merasa komputer adalah dunia milik nya sendiri.


Pada akhir nya malam ini kami menghabis kan nya untuk memeriksa semua rekaman yang ada .