
Lizzie Abraham prov.
" Kurang siangg loee!!!!" Teriak ku kesal " Dari jam setengah 6 gue tunggu loe tapi loe lama dateng nya ?!".
" Brisik ah , Dateng - dateng udah di teriakin aja " Gerutu asta seraya mengorek kuping nya dengan jari kelingking.
" Eww jijik banget loe elap nih pake tisu basah jari loe " Aku melempar kan tisu basah ke asta.
Dia menangkap nya dan mengambil sehelai tisu serta mengelap jari nya " Gue laper pesenin mie ayam pangsit gih "
Aku menatap nya dengan bete sementara Asta tak memeduli kan ku " Gue malas ngantri cepet gih keburu jam istirahat selesai"
" Enak banget loe nyuruh - nyuruh gue "
" Wehh berani bilang kayak gitu ke bos besar ?"
" Bos besar pala mu udah ah gue juga laper " Aku segera beranjak pergi dan mengantri membeli mie ayam pangsit.
Beberapa menit kemudian...
" Liz..."
"Hmmm...?"
"Loe kenal dia gak ?" Asta menunjuk kan jari nya ke meja seberang.
Mata ku mengikuti pandangan mata nya dan melihat sosok yang paling di takuti di seontaro jagad sekolah .
" Ngapain loe tanyain dia?" Bisik ku.
" Jangan kepo!" ketus nya membuat ku dongkol.
" Yee nyebelin loe "
" Biarin..." Ucap nya seraya menengguk jus jeruk milik nya.
" Dia anak nya pemilik yayasan kita "
Asta berhenti meminum dan melirik cowok di seberang meja dengan kesal " Pantesan dia sok berkuasa banget "
"Umm loe udah kenal dia ya ?"
" Bisa di bilang begitu..."
Ucapan Asta terpotong oleh jeritan melengking dari arah lapangan olahraga yang tempat nya tak jauh dari kantin.
Suara jerita histeris itu sukses membuat semua orang kalang kabut , Jantung ku berdegup kencang apakah hari ini... ada korban lagi ?!.
" Liz tungguin gue !!"
Aku tak memerdulikan teriakan Asta dan tetap berlari menuju lapangan badminton , Meski harus desak - desak kan dengan murid lain nya di tangga untuk turun dan berkumpul di Lapangan badmintoon tepat nya di pinggir lapangan nya dan tempat yang tidak mencolok seperti sudut - sudut tempat yang tidak di perhatikan.
Tubuh ku merasa lemas saat berjalan mendekati kerumunan di pinggir lapangan badminton.
" Permisi,Maaf permisi "
Aku menyeruak dia anatara para murid lain nya.
" Gila siapa lagi yang jadi korban nya ?" Bisik seorang siswi
" Mana gue tau?" Sahut yang lain.
Memang semua orang menggumam kan beberapa kalimat mulai dari simpati , Sedih,takut hingga happy.
" Woy lagi di TKP nih fotbar yoookkk !!"
Dan dengan gila nya segerombol murid malah berfoto di depan korban.
Nafas ku tertahan saat melihat seorang siswi terbujur di tanah denga tubuh bersimpang darah bahkan terlihat beberapa luka tusukan di perut nya .
Ku lihat luka nya seperti di cabik - cabik dengan ganas bahkan hingga daging nya terkuak pemandangan itu membuat ku merasa ngeri dan mual.
" Minggir - Minggir "
Ku lihat Kepala sekolah bersama guru Bk sedang menerobos kerumunan dan beberapa guru menelepon polisi dan ambulance.
" Lizziè , Apa murid ini sudah di periksa denyut nadi nya? " Tanya pak suryo .
Aku menggeleng pelan , Ku lihat pas Suryono langsung mengecek denyut nadi korban .
" Bagaimana keadaan nya pak?" Tanya Bu Retno kepala sekolah terhormat kami.
Pak Suryono menggeleng lesu wajah nya juga pucat pasi " Saya merasa kejadian ini akan terus terulang setiap hari nya jadi saya mohon kalian harus hati - hati dan tidak boleh sendirian ketika berada di likungan sekolah"
Kami semua mengangguk.
Siswi yang tak sopan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Asta devany.
" Permisi pak, Bu saya ingin bicara dengan bu Rita dan pak Suryono "
" Ah baiklah kalau begitu mari kita bicara di kantor saya "
"Sebentar ini.. korban nya ?"
" Ya pak ini korban nya "
" Lalu siapa orang yang menemukan korban nya ? "
" Males gue bosen gak seru balik lagi ke kantin yookk Liz"
"Eehhh" jerit ku tertahan saat Asta menyeret ku pergi.
" Gue gak mau ikut campur urusan ini " Gumam nya " Dan gue putusin gak akan mau terlibat toh bentar lagi juga ketahuan dalang nya"
"Ta-tapi bukan nya elo setuju kalo..."Ucapan ku terhenti saat melihat mimik wajah Asta menggelap.
" Gue gak akan terlibat urusan polisi dan mendingan gue ngurusin hidup gue aja "
Aku tersenyum lembut dan memahami nya " Iya iya gue ngerti "
" Sekarang gue kehilangan nafsu makan gue " Kata nya murung kemudian berhenti berjalan saat mengetahui bahwa kami berada di taman belakang sekolah.
" Loe sih kebanyakan bicara dan gak fokus sama arah tujuan jadi nyasar kan" dengus .
" Brisik ah " Ketus nya.
" Haloo Asta devany kita bertemu lagi "
Sontak aku dan Asta berbalik ke belakang dan tersentak kaget saat melihat Devin Rahardja dan Kembaran nya Devan Rahardja berada di belakang kami.
" Loe ?! " Jerit Asta tertahan ,Ku lihat ada sorot kemarahan di mata nya.
" jadi ini cewek yang loe ceritain? , Dia murid baru lhoo di kelas 10 mipa 1 " Ucap Devan dengan mata tajam ke arah Asta dan tersenyum cerah ke arah ku.
Ku balas dengan senyum tipis" Kenapa kalian ada di sini?"
" Eh Ini cuman kebetulan aja kami ada di sini " Ucap Devan cepat.
" Kalian mau bolos ya ?"
" Mana ada ? kami itu tersesat !" Cetus Asta.
Devin menyipit kan mata nya lalu tersenyum simpul " Ikuti kami kesebuah tempat "
" Mau kemana ?"
" Ikut ajaa !" Kata Devan gemas seraya menarik tangan ku dan membawa ku pergi.
Cowok ini benar - benar bertingkah seenak jidat nya.
" Eh ,Liz tungguin gue " Seru Asta dengan nada kesal ku duga Asta langsung menyusul ku bersama Devin.
Devan membawa kami ke gudang terbengkalai lalu menyeret ku ke sudut ruangan membuat ku berfikir negatif.
Tangan cowok itu menggeser dinding yang terlihat sangat berat, Sesaat aku tak bisa berkata - kata namun ku pasang wajah setenang mungkin karena bagaimana pun aku mantan calon agent jadi udah biasa liat ruangan rahasia kayak gini.
" Mirip Amerika horor story " Gumam asta membuat Devin yang ada di sebelah nya terkekeh geli.
" Kalian gak kaget dengan semua ini ? "
Mendengar pertanyaan Devan itu langsung membuat ku menahan tawa , Yang benar saja! Kami gak akan kaget sama sekali bahkan ada ruangan top secret yang lebih keren dari ini.
" Jangan banyak bicara ayo masuk sebelum seseorang mengetahui tentang ruangan rahasia ini " Ketus Devin dingin cowok ini benar - benar aneh tadi terkekeh geli sekarang wajah nya datar sedatar jalan tol .
" Sebener nya siapa sih kalian berdua ?! " Ketus Asta " Jangan bilang loe berdua pelaku pembunuhan berantai ?!".
" Ya, Gak dong say kami bukan pelaku nya " Sahut Devan geli.
Kami terus berjalan menuruni tangga , Semakin dalam kami menuju perut bumi eh ruang bawah tanah udara pun semakin menipis membuat ku merasa pengap.
________________________
Halo teman - teman yang suka rebahan di rumahππ .
Jangan lupa like , komen, ama vote (itu pun kalau kalian suka dengan eps kali ini ππ)
Salam manis dari Sweet sampai ketemu di eps selanjut nya ππ .
Xixixi bye ^-^