The Queen Of Thugs

The Queen Of Thugs
Chapter 40



Camellia devany pov.


Aku menatap adik ku yang tengah makan bersama lelaki yang pernah ku hajar di tahun kemarin, gara - gara tak sengaja menumpahkan minuman di pakaian ku saat di restoran untung nya waktu itu aku sedang menyembunyikan jati diri ku jadi dia tak akan mengenal ku.


Jika bukan karena mendengar berita tak menyenangkan aku tidak sudi mematai - matai Asta adik ku itu. si bodoh itu mau - mau saja menuruti keinginan ayah nya agar sang ayah mau memberikan perhatian nya setelah sekian lama rasa kasih sang ayah nya menghilang.


padahal ayah nya dia itu juga ayah ku tapi aku tidak mau mengakui nya, dan aku tau kalian bertanya - tanya mengapa aku masih hidup sementara adik ku Asta di chapter sebelum nya telah berkoar - koar bahwa diri ku sudah meninggal.


Tapi aku tidak mau membocor kan kenapa aku masih hidup ini bukan saat nya biar lah kalian tau ketika aku menceritakan nya nanti.


Aku merasa jika aku tidak beruntung sama sekali, keluarga ku adalah keluarga yang sangat misterius setiap generasi baru selalu ada pertumpahan darah dan permainan mematikan yang di rencanakan oleh pemimpin keluarga kami untuk mencari monster mana yang pantas untuk menduduki tahta kepemimpinan keluarga kami dan menjadi pemimpin di Kerajaan bisnis keluarga kami kelak.


Satu demi satu generasi muda di abad ini di perhatikan dan melihat perkembangan mereka, ciri khas keluarga Devany itu iyalah, setiap anggota generasi harus memiliki sikap ramah, anggun, sopan, pintar, berkharisma, dan juga memiliki banyak kelebihan.


Satu hal yang tidak di ketahui orang luar tentang keluarga kami, di balik sikap balik kami tentu nya kami memiliki sikap licik, manipulasi, dan penuh siasat yang mampu mengelabuhi musuh .kami semua bagaikan ular cantik, atau lebih tepat nya lagi terlihat lemah tak berdaya namun sebenar nya sungguh mematikan seperti ular berbisa.


Ini adalah rahasia terbesar keluarga ku, di mana semua calon pewaris tidak mengetahui nya kecuali diri ku. mereka tidak menceritakan sejarah mengerikan terhadap generasi baru melainkan merahasiakan nya dan menabur bumbu agar semua calon pewaris seperti yang di harap kan.


kami seperti boneka kayu yang di kendalikan sang dalang, namun sebuah bencana besar hampir terjadi saat sang dalang mengetahui ada satu monster kecil yang berbeda dengan yang lain. monster yang begitu arogan dengan perilaku yang sembrono serta angkuh.


Sang dalang tahu monster kecil seperti itu hanya akan merusak keluarga nya dan juga merubah semua yang telah dia rencanakan, tapi siapa sangka monster kecil yang di anggap bencana itu memiliki kelebihan yang mematikan? dan sekarang monster itu menjelma menjadi gadis naif serta bisu yang kini tengah ku mata - matai.


Di balik sikap adik ku yang manis meski dulu tidak ada manis - manis nya sama sekali, aku tahu jika ada hal yang menyangkut pribadi nya dan orang yang sangat berharga bagi diri nya sosok yang tengah makan bersama pacar nya itu akan berubah menjadi monster mengerikan.


Aku menatap piring yang isi nya telah ku makan lalu bergegas membayar nya, dan mengikuti dua pasangan itu dengan motor listrik yang tidak memiliki suara seperti motor pada umum nya .


Di saat enak mengikuti motor putih BMW itu mendadak seorang polisi menghentikan ku.


"Berhenti mbak!. " printah nya dengan nada tegas.


Polisi itu hanya menggeleng - geleng dan menyodor kan sebuah masker. " Mbak ! pakai masker nya dulu ini sedang pandemi Covid 19 harus nya mbak sadar untuk menjaga diri mbak. "


"Tapi pak... " Rengek ku tak mau mengenakan masker berwarna hijau norak yang dia sodor kan.


" Nggak ada tapi - tapi an mbak!, tolong patuhi peraturan untuk memakai masker saat keluar dari rumah. "Cerocos polisi itu. " dan saya harap mbak jangan di ulangi lagi terus patuhi protokol kesehatan. "


Aku menghembuskan nafas dengan kesal" Iya deh pakkk...udah jangan ceramah lagi, telinga saya panas denger nya. " sela ku cepat seraya memakai masker itu setidak nya agar polisi itu tidak rewel.


"Nah begitu dong , ya sudah silahkan lanjut kan perjalanan mbak hati -hati di jalan patuhi peraturan lalu lintas juga. "


"Iya - iya, dasar cerewet. " gerutu ku sambil kabur secepat mungkin.


Arghhh gara - gara polisi tadi aku jadi kehilangan jejak Asta si berandal kecil itu!


****


Nahhh halooo semua makasih lho udah baca karya yang saya buat karena iseng - isengan ini. jangan sungkan untuk memberikan saran yaa...


jangan lupa untuk like nyaa.. untuk sementara karya ini tidak up selama beberapa minggu, alasan nya itu lhoo author lagi ketiban durian runtuh eh maksud nya ketiban masalah gara - gara HP nya jatuh di mobil umum dan hilang deh.. hehehe..


But di usahakan untuk di lanjut kan lagi kok, do'ain ya supaya author ada HP nya lagi xixixi..


o iya klo kalian bingung kenapa sekarang bisa up itu karena author pake HP nya saudara sih dan itu pun cuman buat belajar aja jadi tanpa sepengetahuan nya author up demi kalian.


Tetap dukung karya author oke?..


salam hangat dari author dan semua tokoh di sini 🤭🤭.