The Queen Of Thugs

The Queen Of Thugs
Chapter 37



Mury Devany prov.


Aku menatap Suzy dengan datar, anak itu benar - benar menarik perhatian banyak orang di kelas ku saat pertama kali masuk.


"Gue yakin cewek itu pasti bakalan kena semprot guru piket kalo ketahuan pake jaket di jam pelajaran." Bisik teman - teman ku.


"Ya , eh dia kenapa sih sok misterius gitu pake masker segala?."


"Barang kali dia muka nya cacat jadi nya di umpetin di balik masker sama tudung jaket nya."


Aahhh , Si Suzy sialan itu malah membuat semua murid di kelas ku bergosip tentang diri nya harus nya pagi ini mereka membicarakan betapa cantik nya aku, Betapa sempurna nya diri ku tapi si Suzy jelek itu merebut perhatian banyak orang dari ku.


"Nah , Semua nya perkenal kan nama dia Suzy faraday, suzy tidak bisa bicara jadi kalian harus menghargai nya tidak boleh mengejek dan membully nya mengerti?." Cetus Bu Chika sambil menatap kami dengan tajam.


"Loe denger? dia bisu hahaha pantesan aja dia pindah dari sekolah nya palingan gara - gara di bully." Tukas Billy dengan suara tawa menggelegar.


"Billy!, duduk yang benar." Tegur bu Chika saat Billy berdiri di atas kursi.


Billy adalah orang yang paling bar - bar di kelas ku, dan dia suka menjahili beberapa murid cupu hanya untuk mendapat kan perhatian seluruh kelas.


"Nah , Suzy silahkan duduk di belakang Billy hanya kursi itu yang tersisa di kelas ini."


Suzy mengangguk dan berjalan menghampiri kursi nya tiba - tiba suzy jatuh terjerembab kelantai meninggal kan bunyi debaman keras.


"Makannya kalo jalan liat - liat dong, udah tau ada kaki gue malah di sandung pula."Ketus Billy sinis.


Jelas - jelas dia yang sengaja menjegal kaki Suzy dasar cowok licik.


"Maaf." Desis Suzy lalu duduk ke kursi nya.


"Loe tau?, sepatu gue harga nya mahal loe harus gantiin sepatu gue ama yang baru liat tuh gara - gara lu sepatu gue lecet!."


Ck anak satu ini membuat ulah di saat bu Chika sedang menghadap ke papan dan menulis kan pelajaran.


"Udah deh Bil, kalo ketahuan bu Chiks loe nindas anak baru nasib loe bakalan berujung di tengah lapangan." Tukas ku .


Billy menoleh kearah ku."Eh bunga sekolah udah sembuh toh?, baru tau gue hari ini loe berangkat dengan wajah pucat mendingan loe ke UKS aja gih."Balas Billy acuh tak acuh pada ku membuat ku menggeram kesal.


"weits gue bercanda aja neng , ya udah deh gue gak gangguin nih anak baru." Kata nya dengan senyum jail membuat ku risi.


Aku melirik Suzy yang sedari tadi sibuk menulis lalu menangkap basah diri ku yang sedang menatap nya, Sebelum aku membuang muka Suzy memperlihat kan selembar kertas memo yang bertulis kan terimakasih.


Ternyata Anak itu tau diri juga untuk berterima kasih, Entah kenapa aku malah bersikap baik pada nya pandahal aku membenci nya.


Ah sudah lah lupakan, aku tidak akan merepot kan nya dia adalah gadis bisu dan pasti nya tidak punya kelebihan, Ayah ku mengirim nya mungkin hanya ingin menguji diri ku apakah aku akan memperlakukan Suzy dengan semena - mena dan memperlakukan Suzy bak budak atau memperlakukan Suzy sebagai teman biasa.


Aku akan berperilaku sebaik mungkin pada Suzy jika dia melaporkan tindakan ku kepada ayah ku , Pasti akan aman jika sikap ku selalu baik dengan nya.


Setelah dua jam pelajaran selesai, Bel istirahat berbunyi kencang membuat para murid berhamburan keluar dari kelas nya.


"Ry, kekantin bareng kami yuk." Ajak Indy bersama Rolsyana dan Nicky.


"Bentar." Ucap ku lalu berjalan mendekati Suzy yang sedang memasukan barang - barang nya ke dalam tas nya.


"Suzy, loe mau ikut gue makan di kantin gak?." Tanya ku.


"Aduh Ry, ngapain sih loe ngajakin anak bisu itu?." Kata Rolsyana bete.


"Dia temen gue tauk."


"What?, Sejak kapan loe temenan ama anak aneh dan bisu kayak dia?." Tanya Nicky tak percaya.


"Sejak sekarang." Cetus ku."Jadi loe mau ikut apa nggak?."


Suzy menatap ku lama lalu menggeleng tangan nya menunjuk ke kotak bekal yang di atas meja nya.


"Nggak mau nih?, Ya udah kalo gitu gue ama yang lain mau ke kantin jangan salahin gue kalo loe di tindas ama yang lain." Kata ku mengingat kan nya sebelum pergi kekantin bersama ketiga sahabat ku.


Semoga saja anak itu tidak di tindas oleh Billy atau siapa lah, tidak aku tak boleh meremeh kan nya setiap anak yang di pilih oleh papa selalu memiliki kelebihan yang menakjubkan.


Sudah pasti Suzy istimewa juga seperti anak - anak devany lain nya (Para bawahan kecil Keluarga Devany yang memiliki bakat istimewa ) jadi aku pasti kan dia bisa menjaga diri nya bukan.