The Jackal's

The Jackal's
TJ 8: Pengintaian di Kota Guinitany



Halo Sahabat manga.


saya mohon maaf atas penulisan saya yg agak kacau balau. sebab saya membuat cerita tersebut di HP saya jadi Typo nya ngikut, hehe.


saya mohon maglum atas penulisan saya.


jika Sahabat semua suka jangan lupa like,share Dan terutama coment. kasih masukan ke saya agar bisa membuat cerita yg menarik.


selamat membaca.


setelah 3 Hari meninggalkan Kota KonKua, akhirnya Jhon Dan Lian sampai di perbatasan Kota Guinitany.


"ingat di sini adalah tempat berbahaya. jangan bertindak sembarangan, ok?"pintah Jhon kepada Lian.


Dengan wajah kesal Lian menjawab santai,"ia ia. aku bukan anak kecil lagi Tau. huufff....."


"baik lah baik. aku akan meninggalkan kau disini untuk sementara. kau jangan meninggalkan area ini."pintah Jhon.


"bila kau melihat Ada musuh mendekatimu tekan tombol ini. jangan biarkan mereka menangkapmu", sambung Jhon.


dengan wajah binggung Lian mengangguk pelan sembari mencerna perintah Jhon yg di berikan kepadanya.


Setelah alat untuk melindungi Lian terpasang lengkap, Jhon meninggalkan Lian sembari Berharap gadis kecil itu bisa melindungi dirinya sendiri dengan alat yg sudah di pasang oleh Jhon.


setelah berjalan cukup lama Jhon istirahat Dan mencoba melihat Peta yg dia bawa.


"seharusnya banker itu di daerah sini, tapi kenapa aku tidak melihatnya dari tadi ya?",gumam Jhon yg sesekali memperhatikan Peta yg dia bawa.


jhon yg fokus dengan petanya dikejutkan oleh dua orang prajurit yg tiba-tiba muncul di depannya.


"angkat tangan", teriak sang prajurit tersebut.


"apa yg kau lakukan di daerah ini".sambung prajurit tersebut.


sembari mengangkat tangan Jhon mulai bertanya kepada prajurit tersebut.


"maaf Pak saya tersesat. bisakah anda menunjukan jalan menuju sebuah banker di daerah sini?"Tanya Jhon kepada mereka.


dengan wajah kebingungan prajurit itu bertanya kepada Jhon."apa kepentingan dirimu menuju ke banker tersebut?".


"ahh.aku Hanya seorang ilmuan yg ditugaskan oleh Federal Country untuk meneliti Mecha bàru."jawab Jhon.


"kalau kau anggota Federal Country tunjukkan identitas mu?"pintah prajurit tersebut.


NOTE:Federal Country adalah persatuan 5 bangsa yg memberontak.


karena merasa Ada yg tidak here's, prajurit tersebut mengacungkan senjatanya kepada Jhon.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya prajurit tersebut dengan nada tinggi.


dengan muka tersenyum Jhon berdiri pelan Dan mulai membuka mulut.


"Aku adalah Jhonson Lin's",jawab Jhon kepada kedua prajurit itu.


Dan pada saat itu juga tangan Jhon langsung melesat mengambil pisau salah Satu tentara tersebut Dan menyerang Satu diantara 2 prajurit itu.


"ssssrrrraaaaakkkkk.........."bunyi sayatan pisau yg tepat menyayat tenggorokan salah Satu prajurit tersebut.


Tidak sampai di situ dengan cepat Jhon langsung bergerak menjadikan prajurit yg Satu Menjadi tameng.


merasa bahaya mengancam dirinya. prajurit yg Satu lagi mencoba untuk menghindar serangan Jhon.


tapi sudh terlambat. serangan pisau tersebut berhasil mengenai urat Nadi yg Ada di kaki prajurit tersebut.


"uagghhh......"teriak si prajurit


dengan wajah yg menakutkan Jhon mendekati prajurit tersebut Dan bertanya dengan nada santai."dimana bankernya?",Tanya Jhon.


"aku tidak Tau dimana bunkernya",jawab prajurit itu dengan nada berbohong.


tentu Jhon Tau prajurit itu sedang berbohong. dengan shotgun yg Ada di tangannya Jhon menembak kedua pergelangan tangan Dan kedua lutut prajurit tersebut.


dorr....cckreeeaakkk.....dorr......cckreeeakkkkk.......dorr....ckreaakk......doorrr.....cckrrreeaaakkk


4 tembakan beruntun tepat mengenai lutu tentara tersebut.


"uAAAAaaaagggggHhhhh........"jeritan kesakitan tentara tersebut.


dengan wajah mengancam Jhon bertanya dengan nada yg menakutkan,"aku Tanya sekali lagi di Mana bankernya?".


Tampa berbasa basi lagi prajurit itu langsung mengatakan dimana letak banker tersebut.


"trima kasih atas kerjasamanya", ujar Jhon sembari mengarahkan pistolnya keara prajurit tersebut.


"Ddoooorrrr........" suara pistol yg telah membuat prajurit itu tergujur Kaku Dan tidak bernyawa lagi.


"aku harus memantau kondisi di daerah banker.takunya banyak penjaga yg menanti diriku di Sana", ujar Jhon sembari berlari kearah yg sudh di beri tahu tentara tadi.