
Saat mereka kembali ke markas pusat, Jhon lalu membawa Max menemui Komandan mereka. Jhon menjelaskan situasi waktu ia meminta Max untuk bergabung dengan JACKAL'S. Tampa pikir panjang, Sang Komandan menyetujui permintaan Jhon.
Setelah mereka selesai, tiba-tiba saja Dokter Stanley memanggil mereka berdua. Dengan raut wajah kebingungan, mereka cuma bisa mengangguk tanda menyetujui ajakan Dokter Stanley.
"Kalian lama sekali. Aku ingin menunjukan Mecha yang baru saja aku ciptakan", ujar Dokter Stanley sembari menarik sebuah kain putih.
Saat melihat apa yang ada di balik kain putih tersebut, Jhon dan Max membatu karena terpesona. Sebuah Mecha yang berbentuk seperti baju zirah Jepang kuno sangat menawan.
"Aku perkenalkan kepada kalian. Ini adalah Tunder. Mecha yang berbentuk seperti baju zirah Jepang kuno." ujar dokter Stanley.
"Mecha ini memiliki kemampuan bergerak yang sangat lincah. Kalau di bandingkan kengan Alfa dan Saber Athena, Mecha ini sangat spesial. Karena di lengkapi oleh jet pendorong yang mempermudahkan penggunanya untuk menghindar serangan jarak dekat maupun jauh", sambungnya.
"Mecha ini juga memiliki sebuah alat Penembak Rappel. Yang dapat digunakan untuk memanjat ke gedung maupun tebing. Kelemahan Mecha ini terdapat pada senjatanya. Mecha ini hanya di lengkapi oleh pistol sejenis Magnum dan Pedang."
Wow. ini sungguh luar biasa dokter. Mungkin Max akan sangat cocok untuk menggunakannya", ujar Jhon.
Mendengar perkataan Jhon, Max memasang muka heran. Max fikir Mecha ini adalah kepunyaan Jhon. Max merasa terharu, Mecha yang di buat oleh dokter Stanley sesuai dengan kemampuannya.
"Tentu saja. Letnan Max. Mecha ini di buat khusus karena melihat kemampuanmu. Kau yang mempunyai kemampuan khusus gerilya qkan sangat cocok dengan Mecha ini", ujar dokter Stanley sembari menunjuk Tunder.
Merasa terharu dengan apa yang diberikan kepadanya, Max berterima kasih kepada Jhon dan Dokter Stanley yang memberikan kepercayaan kepada dirinya.
"Baiklah. Terima kasih dokter Stanley. Kami akan menemui anggota yang lain." kata Jhon sambil berbalik badan untuk menuju ke kamp.
Dokter Stanley hanya tersenyum melihat sifat Jhon yang masih dingin kepadanya. Saat mereka mendekati camp, Tiba-tiba saja Max reflek menangkap tubuh seseorang. Tidak lain dan tidak bukan itu adalah Lian. Lian dan Max saling menatap. Jantung keduanya berdegup kencang.
" ehh....mmmm....Maaf. Aku tidak sengaja", ujar Lian.
"Tidak apa-apa. Apa kau terluka?" tanya Max.
Wajah Lian memerah dikarenakan perkataan Max. Suara lembut yang keluar sangat menyejukan hati. Lian yang terkenal sangat keras kepala, bisa di taklukkan oleh perkataan Max.
"Hei.....Hei.....Hallo......Ada apa dengan mu?", tanya Max sekali lagi.
Lian membatu. Tidak bergerak sama sekali. Max dan Jhon yang memperhatikan sikap Lian, tersenyum tipis melihat tingkah gadis itu.
Lian yang sedari tadi melamun, akhirnya tersadar dari lamunannya.
"Aduh....Apa yang kau lakukan Mayor sakit sekali", teriak Lian sembari mengelus-elus kepalanya yang sakit.
pada saat yang sama, Eduardo datang menjumpai mereka bertiga.
"He Lian. aku mencarimu dari tadi. Aku pikir kamu di culik", ujar Eduardo.
Mendengar perkataan Eduardo, mereka semua lalu berganti tatapan melihat Eduardo.
"Baiklah. Karena semua team telah berkumpul, aku akan memperkenalkan kepada kalian berdua anggota JACKAL'S yang baru. Namanya Max Wilson", ujar Jhon.
"Salam kenal", ujar Max sembari menundukkan kepalanya.
"Max Wilson? kau anak Sang Kolonel terkenal yang bernama Wilson bukan? aku fans berat ayahmu Dia sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan anaknya di sini. ini suatu keberuntungan", ujar Eduardo sembari tersenyum lebar.
mendegar pernyataan Eduardo, Max hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya. Tetapi Lian tidak memberika respon apapun. Lian cuma terfokus oleh kegantengan Max.
namaku Eduardo. Senang berkenalan denganmu", ujar Eduardo.
"Ini Lian. dia adalah yang termuda di team ini. dia adalab team Medis.", sambung Eduardo sembari menunjuk Lian yang masih tergila-gila oleh kegantengan Max.
" Cukup perkenalannya. Kita besok akan bergabung dengan pasukan Federation untuk pergi ke kota Hanchi. Kota itu adalah jalur penghubung antara Federation dengan Federal Country. Bila kita bisa merebut kota itu, kemenangan bisa ada di pihak kita.", jelas Jhon.
"Persiapkan semua peralatan kita. Di sana kita juga akan mendapatkan teman baru untuk membantu penyerangan", sambung Jhon.
"siap Pak", ujar mereka serempak.
"Ok bubar.Kembali besok ke sini pukul 6 pagi. Kita akan langsung berangkat",
"Siap Pak", teriak mereka bertiga