
Saat Jhon dan Brian kembali ke pasukan mereka, Jhon teringat tidak bisa menghubungi Eduardo dikarenakan mereka memutus komunikasi mereka saat penyerangan tadi. Jhon mulai kebingungan dan panik akan apa yang menimpa Eduardo dan Lian. Jhon yang dikenal oleh kalangan tentara adalah pemimpin yang sangat hebat dan keras, pada hari itu juga mereka melihat sosok Jhon yang sangat peduli akan pasukannya.
"Aku berharap, kalian baik-baik saja",
-------------
Setelah melihat kondisi benar-benar aman, Eduardo memerintahkan Lian untuk memberi pertolongan bagi prajurit yang terluka. Tampa pikir panjang, Lian langsung bergerak memberi pertolongan bagi prajurit yang terluka.
Lian yang melihat kondisi para prajurit mereka yang terluka, mulai mengeluarkan alat-alat medis yang dia bawa.
"jangan khawatir, aku akan menolongmu", ujar Lian.
prajurit yang mengeram kesakitan, mangangguk pelan kepada Lian. Lian merasa sangat terkejut sebab ini hal yg pertama kali ia lakukan di Medan perang.
Pada saat Lian memberikan pertolongan pada prajurit yang terluka, tiba-tiba saja, dia di serang oleh seseorang. Karena sensor dari Alfa yang canggih, langsung bisa menghindari serangan tersebut. Tapi naas, Prajurit yang hendak di tolong oleh Lian, terbunuh dengan tubuh Tampa kepala.
Darah yang muncrat dari leher, menyembur ke udara dengan deras bagai air mancur di taman. Lian yang merasa kaget dengan hal itu, tiba-tiba saja mengamuk sambil mengeluarkan senjatanya.
"kau. Berani sekali membunuh Pasukan kami", teriak Lian dengan marah.
sambil mengokang senjatanya, tembakan langsung menghujani musuh yang menyerangnya tersebut. Karena merasa terancam, ia pun langsung menghindar dengan cepat. Musuh yang menyerang Lian, sama dengan mereka. Musuh tersebut sama-sama menggunakan Mecha.
"sial, dia sungguh tangguh. aku tidak bisa melawannya", gumam Lian dalam hati.
secara tiba-tiba, Mecha tersebut menyerang Lian sambil mengeluarkan 2 buah pedang dari belakang punggunya. Melihat tindakan Mecha tersebut, Lian merasa sangat binggung. sebab cuma 1 orang yang dia kenal, yang dapat menggunakan 2 pedang. Melihat musuhnya melamun, Mecha itu langsung melayangkan tebasan ke arah Lian.
"Letnan, berikan dia padaku. Kau bukan lawannya", Teriak Eduardo yang membuyarkan lamunan Lian.
Melihat Eduardo datang, Lian merasa senang dan gembira.Mech musuh yang memperhatikan kedatangan Eduardo akhirnya membuka suaranya.
"Namaku adalah Jean. Aku salah satu komando tertinggi Federal Country",Jelas Jean.
"aku di kenal sebagai pemain pedang terbaik di Federal Country. Tetapi tidak sampai di juluki sebagai Sword Master. Dikarenakan julukan itu. masih di pegang oleh salah satu team Jackal's yang bernama Eduardo." ujar Jean.
Eduardo yang merasa binggung dengan kata-kata musuhnya tersebut, cuma merespon dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat respon Eduardo yang merasa cuek, Jean langsung menyerang Eduardo tampa pikir panjang.
"Kau sombong sekali, Mari kita buktikan siapa Sword Master sebenarnya kau atau aku?", teriak Jean sembari menyerang ke arah Eduardo.
Eduardo yang merasa kaget akan tindakan musuhnya itu, dengan cepat langsung mengeluarkan pedang dari belakang punggungnya. Seketika itu juga aura pertempuran antara kedua jagoan pedang tersebut menyebar keseluruh daerah lokasi mereka.
"Memang Sword Master tidak salah diberikan krpadamu", ujar Jean
"luarbiasa. tingkat penguasaan pedangnya sangat bagus. gerakannya juga cukup lincah. aku sangat meremehkan dia", ujar Jean dalam hati.
Pertempuran sangat sengit itu kedengaran sampai ke tempat Lian berada.
"Luar biasa. aura pembunuh yang sanga luarbiasa. Padahal mereka cuman bedua, tetapi bisa membuat aura semengerikan ini", ujar Lian sambil membalut luka tentara yanf terluka.