
Pada saat yang sama, sebuah suara menyapa Jhon dari pengeras suara.
"Hallo Captain. Aku pikir kau sudah mati, ternyata masih hidup juga", ujar suara tersebut yang tidak lain adalah Miles.
Mendengar suara tersebut, Jhon menjadi geram. Dia ingin menghajar Miles sampai Miles tidak bernafas.
"Miles. Keluar kau tidak perlu sembunyi", teriak Jhon.
"Jangan teriak-teriak begitu Captain. Mari kita bermain sedikit", ujar Miles.
Beberapa saat kemudian, sebuah sangkar besar keluar dari balik atap gedung tersebut. Betapa terkejutnya Jhon melihat isi sangkar tersebut. Isi dari sangkar tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah anggotanya. Mereka pingsan akibat bius dari pasukan Federal Country.
"Hahaha.Bagaimana? Menarik bukan?", ujar Miles sambil tertawa lantang.
Jhon mengumpat dalam hatinya. Ingin sekali dirinya menghabisi Miles sekarang juga hingga tidak berbentuk.
"Baiklah Captain. Mari kita mulai permainannya", ujar Miles.
"Di permainan ini kita membuat peraturan. aku ingin kau membuang semua senjatamu. Sisakan Pisau saja, maka aku akan mulai permainannya", pintah Miles.
Jhon tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintah Miles. Segera dia langsung melemparkan senjatanya.
"Baiklah. Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan. Lepaskan anggotaku", ujar Jhon geram.
"Santai dulu Captain. jika kau bisa mempercayaiku. Baik lah kita bisa memulai permainannya", ujar Miles sembari menekan sebuah tombol.
Tombol tersebut mengarahkan Jhon kepada sebuah pintu yang terbuka.
"Apa-apaan ini?", ujar Jhon marah.
"Baik lah Capt. Ronde pertama, kau harus bisa membunuh mereka semua dengan pisaumu itu. Aku memberi kan anda waktu 1 menit untuk membantai mereka semua", ujar Miles.
"Sial. Dia mempermainkanku. Mereka setidaknya ada satu pleton grub penyerang. Apa yang harus aku lakukan", gumam Jhon dalam hati.
Yang ada di hadapan Jhon sekarang adalah pleton grub penyerang anti Mecha yang terkenal hebat. Walau mereka ada di bawah JACKAL'S, tetapi mereka prajurit yang tidak takut mati dan setia terhadap negara. Miles memperdaya mereka untuk menyerang Jhon yang di jadikan sebagai ******* Federation.
"Jangan menunggu lama. Waktumu di mulai dari.....Sekarang", ujar Miles sembari terdengar bunyi suara alarm.
Mendengar suara itu, para prajurit itu langsung bergerak menyerang Jhon dengan membabi buta.
Tembakan demi tembakan melesat melewati tubuh Jhon.
"Kalau begini terus pasukan ku akan tewas. Tidak ada cara lain. Maafkan aku", dengan cepat Jhon menyerang pasukan tuh.
"Cari posisi", Ujar ketua regu itu.
Sebelum mereka bergerak, Jhon sudah menghabisi satu persatu regu tersebut.
"Uagh....", teriak salah satu korban keganasan Jhon.
"Saling melindungi. Dia adalah legenda yang bangkit. Kita harus bertahan", ujar ketua regu tersebut.
Satu persatu mereka tumbang ke tanah dan kehilangan nyawa. Jhon bergerak cepat membunuh mereka satu persatu.
"Dimana dia?", ujar salah satu regu tersebut.
Selagi mereka mencari, Jhon sudah berada persis di hadapannya salah satu dari mereka. Dengan cepat Jhon langsung menyerang mereka di bagian vital mereka.
"Uagh....T....o....l....o....o....n....g", ujar salah satu pasukan itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Beberapa detik sebelum waktu habis, Jhon sudah membantai semua pasukan yang di siapkan oleh Miles.
"Plok....plok....plok....plok", tepuk tangan Miles terdengar.
"Luar biasa Captain. Sesuai janjiku. Aku akan membebaskan salah satu dari mereka.
Suara pintu terbuka terdengar dari belakang Jhon, dan Jhon melihat seseorang yang sedang di lepaskan rantainya.
Jhon terkejut melihat kondisi orang yang di rantai tersebut yang tidak lain adalah Edward, tangan kanan Jhon.
"Ed....", teriak Jhon sambil menghampiri Edward.
"Kau baik baik saja?", ujar Jhon.
"Aku tidak apa-apa Mayor", ujar Ed lemas.
"Sialan kau Miles. akan kubunuh kau hari ini!!", ujar Jhon dalam hati sembari mengepalkan tangannya.
Sambil bangkit berdiri, Jhon menghampiri posisi Jhon sebelumnya.
"Baiklah Capt. Round dua di mulai", ujar Miles sembari menekan tombol berikutnya.
Saat pintu terbuka, betapa terkejutnya Jhon melihat siapa yang akan menjadi lawannya.