The Jackal's

The Jackal's
TJ 38:Penculikan Lian



------------


Dilain tempat, Eduardo yang sedang bertarung dengan pasukan tempur jarak dekat musuh sedang bertempur dengan gigih menghadang pasukan musuh.


Tebasan demi tebasan yang di berikan Eduardo, sukses memukul mundur musuh untuk beberapa saat. Tetapi tiba-tiba saja pasukan yang datang semakin banyak dan membuat Eduardo kewalahan.


"Menyerahlan kawan. Kau tidak akan sanggup menghadapi kami semua", ujar salah satu musuh.


"Hehe. Mau berapapun pasukan yang kalian bawa, tidak akan membuat aku mundur. Ayo serang aku", tantang Eduardo.


"Cih. sombong sekali kau ini. Baiklah bila itu mau mu",


seketika itu pasukan yang ada di sana mulai menyerang Eduardo dengan membabi buta. Eduardo dapat merasakan bahaya yang mengancam dirinya mulai menghindari serangan yang di berikan pasukan musuh.


"uaghh....... sial mereka sangat banyak", ujar Eduardo.


"Apa aku harus menggunakan itu. Kata dokter itu sangat berbahaya",gumam Eduardo dalam hati.


"Tidak ada pilihan lain",


Mecha yang di pakai Eduardo, tiba-tiba saja mengeluarkan asap merah yang tebal. Musuh yang melihat kejadian itu membuat formasi bertahan. Tetapi sebelum mereka membentu formasi itu, tiba-tiba saja ada angin kencang yang membuat para pasukan itu mengalami suasana yang sangat mencekam. Eduardo yang mereka liat di hadapan mereka tiba-tiba saja menghilang entah kemana.


SWINGGG..........


Suara tebasan yang sangat lembut dan angin yang sangat lembut membunuh setiap pasukan musuh. Musuh yang terbengong sontak terkejut melihat rekan mereka tewas Tampa kepala mereka.


"Apa-apaan ini? Dia bukan manusia. Mundur", pintah salah satu prajurit dengan sangat ketakutan.


Tetapi sebelum mereka meninggalkan lokasi itu, mereka di bunuh oleh Eduardo. Tidak ada satupun mereka yang hidup setelah melihat Eduardo.


"Kalian tidak akan bisa lari dariku", ujar Eduardo sambil mengayunkan pedangnya.


Tidak memakan waktu lama, Eduardo berhasil membunuh pasukan yang hampir membunuhnya tadi. Saat semua selesai, tiba-tiba saja Eduardo merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya.


"Sial Ternyata efeknya sampai seperti ini. Uagghh.......", teriak Eduardo seiring tubuhnya tumbang ke tanah.


Tidak seorang pun yang berada di dekat Eduardo bertarung.


Di sisi lain Lian yang sedang bertarung menghadapi lawan yang tangguh. Setiap serangan yang di berikan Lian tidak berdampak apa-apa terhadap musuhnya. Lawan kali ini sangat kuat. Dia salah satu petinggi Federal Country. Banyak pasukan Federation yang sudah terbunuh olehnya. Hanya beberapa prajurit saja yang masih hidup, itupun tidak tau sampai kapan bisa bertahan.


"Sudahlah anak gadis.Kau tidak bisa melawan ku lagi. Menyerah saja", ujarnya.


"hahaha. Menyerah? Jangan berharap. Aku bukan wanita lemah yang bisa pasrah dan menyerah kepada sampah seperti kalian", ujar Lian.


Mendengar perkataan Lian, jendral itu tiba-tiba saja melepaskan aura pembunuh yang sangat menusuh dan membuat Lian tersedak. Lian tidak menyangka dia akan menghadapi lawan yang sangat mengerikan.


"Sial. Mungkin ini akhir dari hidupku", gumam Lian dalam hati.


"Bersiaplah gadis muda. Kau akan menyusul anggotamu ke neraka", teriak jendral tersebut.


"Mati?Berharap lah. Kau cuma bermimpi",


kedua orang tersebut langsung melesat menyerang satu sama lain. Pukulan telak mengenai tubuh jendral tersebut tidak terkecuali Lian. Darah segar mengalir dari mulut mereka berdua. Mereka lalu melakukan langkah mundur.


"Luar biasa. Aku menganggap remeh dirimu."


"cih. Sudah aku bilang, kau cuma berharap dengan perkataan mu tadi", teriak Lian.


"hahaha. Luar biasa. Dari semua musuh yang ku hadapi, cuma kau yang berhasil membuatku memuntahkan darah. Kali ini aku tidak akan segan lagi", ujar jendral tersebut.


Tiba-tiba saja, aura yang di keluarkan jendral tersebut semakin kental dan membuat Lian sesak nafas dalam sesaat. Mecha yang di gunakan jendral tersebut mengeluarkan asap putih yang banyak, membuat Lian menjadi waspada.


"Luar biasa. Baru kali ini aku menghadapi musuh yang mengerikan seperti dia", gumam Lian dalam hati.


"Bersiaplah gadis muda", ujar jendral tersebut lalu menghilang dari hadapan Lian.


Lian yang tidak waspada, di serang dari segala arah. Pukulan demi pukulan bersarang di tubuh Lian walau dia menggunakan Mecha.


Banyaknya serangan yang di terima Lian membuat dirinya tumbang dan pingsan di tanah.


"luar biasa. Kau memang orang yang hebat gadis muda. Baru kali ini ada orang yang membuat aku serius mengeluarkan kekuatan ini", ujar jendral itu.


Dengan segera, jendral itu memerintahkan prajuritnya untuk membawa Lian dan pasukannya yang tersisa untuk di bawa ke markas.