
#Sebelumnya di kediaman Mike.......
__________
Setelah Eduardo dan Jhon meninggalkan kediamannya Mike langsung mendatangi makam adiknya yg bernama Brian. Dengan raut wajah sedih sambil menangis, Mike menyampaikan keluh kesahnya di makam adiknya tersebut.
"Brian apa yg harus aku lakukan Brian? Bertemu dengannya saja aku tidak bisa menatap wajahnya lagi." ujar Mike yg sesekali menghapus air matanya.
"Ketika menghianatinya aku merasa dapat membantumu sembuh dari penyakitmu. tetapi semua percuma saja. itulah sebabnya aku pergi dari Jackal's Dan hidup menyendir."
aku tidak ingin melanggar sumpahku padamu. bila kau mendengar diriku tolong beri aku jawaban Brian?" sambung Mike.
Tiba-Tiba saja angin berhembus dan secara ajaib membuka pintu sebuah gudang. Mike yg merasa penasaran mendatangin gudang tersebut. Tapi apa daya Mike cuma melihat Mecha yg dulu dia pakai sewaktu masih berperang.
"apakah ini jawabanmu Brian?",tanya Mike seakan Akan Brian mendengar permintaan kakaknya.
"Baiklah Brian aku akan pergi membantu captain Jhon. Setelah ini semua selesai kita akan hidup bahagia bersama",ujar Mike sembari tersenyum lebar.
_____________
#Kembali Ke Lokasi pertempuran..........
"Sudah berapa kali aku bilang jangan gegabah. kau masih saja seperti dulu",ujar Mike yg meledek Eduardo.
Mendengar suara tersebut Jhon tersenyum lebar mendengar suara orang yg membantu mereka.
"Memang kau. suka sekali pamer ya. Mike?" ujar Eduardo.
Mendengar pertengkaran mereka berdua Jhon langsung memutus pertengkaran mereka. Lalu Jhon menjelaskan cara untuk menghancurkan Meriam baja tersebut.
"Mike aku punya tugas untukmu. kau hanya bisa menyerang bagian mulut dari meriam baja tersebut." ujar Jhon.
"Hanya kau lah harapan kami. kami bergantung padamu."sambung Jhon.
"Tenang saja aku akan membatu Mike",Ujar seorang gadis yg tidak lain itu adalah Lian.
"Lian? memang lah anak ini Tidak pernah mau mendengarkan." ujar Jhon.
"apa yg kau lakukan Dada rata. kau hanya mengganggu konsentrasi Mike saja",kata Eduardo yg meledekin Lian.
dengan wajah cemberut Lian membesarkan pipinya. Tetapi Mike menganggap gadis ini memiliki kemampuan yg tinggi sehingga dia bersedia membawanya pergi ke Medan tempur bersamanya.
"Mengincar bagian meriamnya? Bukan masalah." ujar Mike
"Dor.........",sebuah tembakan yg diberikan Keduanya sama-sama meleset.
"pak. tembakan kita meleset."ujar seorang prajurit kepada atasanya.
"perbesar scope nya dan ikutin arah anginnya",pintah atasannya.
"Duar............."tembakan meriam tersebut hampir mengenai Mike yg sedang membidik meriam tersebut.
"Trang............" suara barang yg hancur yg ternyata itu adalah pembesar scope yg ada di pundak Mike yg membatunya menembak musuh dari jarak jauh.
"Aku tidak apa Captain"ujar Mike.
"Captain masih ingatkah dirimu tentang membuka sendi Mecha?" tanya Mike.
" jangan bilang kau akan melakukannya lagi. ingat, kau terakhir melakukannya berakhir di dalam rumah sakit" pintah Jhon.
"Jangan membahayakan nyawamu. Aku tidak dapat menerima bila kau mati di sini." ujar Jhon.
"wisssss.........cisssss............Traannng........." suara Mecha yg melepaskan sendinya membuat menggunanya dapat membidik dengan tepat.
"Arahkan ke arah 230° arah barat",pintah atasan prajurit tersebut.
segera prajurit itu melakukan hal tersebut. Dengan tepat Keduanya saling menembak satu sama lain
"Aku akan datang menemuimu, Brian. tunggu kakak datang", kata Mike sembari menangis.
"Duar..........."Suara ledakan meriam baja tersebut yg berhasil di hancurkan oleh Mike.
"Yeah Kau berhasil Mike. serangan telak Mike", ujar Jhon dan Eduardo bersamaan.
Melihat serangan Mike mengenai meriam baja tersebut berhasil, Lian ikut senang dan gembira. akhirnya misi mereka berhasil dengan sukses. Kemudian Lian mendatangi Mike yg sedari tadi tidak merespon panggilan temannya.
Tetapi Naas. bak tersambar petir. Lian menangis terseduh seduh melihat kondisi Mike yang dadanya sudah berlubang akibat serangan meriam baja milik musuh. Lian langsung melaporkan kejadian yg dia lihat kepada Jhon.
"hiks.....hiks.....hiks..... kak Mike."tangis Lian yg membuat Jhon dan Eduardo penasaran.
"Ada apa Lian. apa yg terjadi terhadap Mike?" tanya keduanya penasaran.
"Hiks......hiks...... kak Mike Telah gugur" ujar Lian sembari menangis yg membuat Jhon dan Eduardo terkejut bukan kepalang.
"Mike. maafkan aku. gara-gara aku kau mengalami nasib buruk seperti ini" ujar Eduardo sembari menangis.
Jhon yg sedari tadi cuma terdiam membatu akhirnya berlutut sebab dia tidak percaya orang yg sangat dia banggakan telah gugur di Medan tempur.
"Mike adalah Prajurit Hebat. Bila tidak ada dirinya, entah bagaimana kita bisa menghancurkan meriam baja yg menghalang pasukan Federation untuk memasuki kota" ujar Jhon.
"kita harus melakukan pemakaman yg spesial buat dia. Selain sebagai keluarga bagi ku. dia adalah sahabat dan prajurit hebat bagiku" sambung Jhon.
"Siap pak" ujar Eduardo.
Setelah meriam baja yg menghadang pasukan Federation hancur. mereka Bertiga langsung pergi melaporkan misi dan memakamkan Mike di samping Makam adiknya.
Pemakaman Militer yg di khususkan oleh Mike dihadiri oleh banyak petinggi dari Federation. Banyak yg tidak menyangka bahwa dang Mata Iblis telah gugur di Medan pertempuran.
"Beristirahatlah dengan tenang Teman bersama adikmu",ujar Jhon yg merasa sangat kehilangan sahabat sekaligus keluarga baginya.
"Kita tidak akan bisa berebutan makanan lagi seperti dulu lagi teman. Kau sudah tenang di alam sana. Aku berharap, kau bisa mengirim salamku kepada Brian di sana",kata Eduardo sembari menangis.
Pemakaman Sang Mata Iblis tersebut berlangsung lancar. Tidak ada yg kendala sama sekali. Akhirnya para tamu yg hadir satu persatu pergi meninggalkan lokasi pemakaman dan akhirnya tidak ada satupun orang lagi di sana.