
Di lain pertarungan, Jhon dengan mudahnya menghabisi setiap prajurit yang menghalanginya. Satu persatu prajurit itu tewas dengan mengenaskan, tidak ada belas kasihan kepada musuhnya.
Mayor Jhon. Terjadi masalah serius", tiba-tiba saja suara radio.
"ada apa?", tanya Jhon penasaran.
Dengan suara yang terbatah-bata, prajurit itu mulai membuka suara.
"Ma....aaf sebelumnya Mayor. Letnan Lian telah di culik oleh jenderal dari Federal Country.", jelasnya.
Jhon tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Jhon yang mendengar kabar tersebut spontan semakin tersulut emosinya. Demi melampiaskan amarahnya, Jhon tiba-tiba saja seperti kerasukan setan. Jhon menyerang dengan membabi buta Tampa menggunakan senjata.
"Apa-apaan ini? Musuh sangat kuat. Mundur", perintah seorang prajurit.
Sangat di sayangkan,sebelum mereka mundur, Jhon dengan sangat cepat langsung menyerang mereka dengan hanya menggunakan pisau saja. Serangan demi serangan yang di berikan Jhon sukses membunuh setiap prajurit musuh yang ia lihat.
Tidak butuh waktu lama untuk Jhon bertindak, hampir ratusan prajurit tewas dengan mengenaskan terbaring di tanah. Darah segar mengalir dari tubuh mereka yang sudah tidak berbentu akibat serangan ganas Jhon.
"Bravo 01, disini Mecha 00", ujar Jhon lewat radio.
"Disini Bravo 01. Ada perintah Mayor?", kata seseorang dari radio yang tidak lain adalah Max.
"Lian di culik. Kita harus menyelamatkan dia. Apakah di sana sudah beres?", tanya Jhon.
"Semua sudah beres Mayor. Pasukan musuh Berhasil di pukul mundur. Apa rencanamu Mayor?", Tanya Max lagi.
"Aku sudah punya rencana. JACKAL'S akan bergerak sendiri." ujar Jhon.
"Baiklah Mayor. Bravo 01 selesai", kata Max mengakhiri percakapan mereka.
Dengan wajah yang penuh amarah, Jhon segera bergegas meninggalkan lokasinya itu menuju ke Markas Komando.
---------
"Beri hormat", teriak seorang prajurit memberi aba-aba menghormat.
"Istirahatkan", ujar pimpinan itu.
"Jendral aku punya permintaan padamu", ujar Jhon.
"Wah baru kali ini seorang Dewa Perang kematian memohon kepada ku. Ada apa Mayor?", tanya jendral itu.
"aku ingin kau memberi perintah untuk membebaskan mereka", pintah Jhon.
"Mayor Jhon. anda tidak perlu untuk memohon. Segeralah bersiap siap. Persiapan membutuhkan 2 hari. Bila kau mau menunggu." ujar jendral tersebut.
"Tidak bisa jendral. Nyawa anggotaku dalam bahaya. Aku harus menolongnya." ujar Jhon tegas.
"Hmmmm. Baiklah Mayor. Tetapi kau harus bersabar menunggu pasukan bantuan. kau bisa liat sendiri kondisi markas kita kan?", tanya jendral tersebut.
" baiklah jendral trima kasih atas bantuan anda", ujar Jhon.
setelah menerima tugas penyelamatan itu, Jhon pergi meninggalkan ruangan tersebut. Jhon langsung pergi menemui anggota JACKAL'S yang lain.
Sesampainya di sana, Jhon di sambut oleh Max, Eduardo dan dokter Stanley. Wajah mereka sangat menyedihkan.
"Bukankah kau sedang terluka. jangan memaksakan diri. Kau harus istirahat yang cukup agar pulih", pintah Jhon kepada Eduardo.
"Maaf pak. Aku tidak bisa membiarkan temanku menderita. Aku akan ikut dengan anda", ujar Eduardo dengan penuh harapan.
"Baiklah kalau begitu.", ujar Jhon.
"ok semuanya. aku mempunyai rencana untuk menyelamatkan Lian dan prajurit Federation. Kita akan menyerang markas mereka. Aku sudah mendapatkan markas cabang mereka di kota Hanchi. demi Lian, kita hancurkan kekuatan Federal Country", ujar Jhon.
"Siap pak", ujar keduanya.
Jhon menjelaskan dengan detail, apa saja yang akan mereka lakukan saat di sana. Tidak ada satupun rencana yang tidak sempurna di tangan Jhon.
Setelah hampir 1 jam menjelaskan, Mereka bertiga akhirnya mengangguk tanda bahwa mereka sudah paham akan apa yang di rencanakan oleh Jhon.
"Baiklah. kalau semua sudah mengerti, besok kita berangkat pagi-pagi sekali. jangan ada yang tertinggal. Ada pertanyaan?", ujar Jhon.
"Maaf Mayor. Apakah hanya kita bertiga yang beraksi?", tanya Max.
"benar sekali. Semakin sedikit orang. semakin baik", ujar Jhon.
"siap pak", ujar ketiganya.
Sesuai rencana mereka, ketiga orang itu akhirnya mempersiapkan peralatan mereka sebelum mereka berangkat.