
"Aku tidak akan mengampunimu Captain Jhon", Teriak Duke.
Duke adalah rekan sekaligus teman bagi Jhon. Jhon sendiri tidak bisa percaya bahwa Duke masih hidup di saat mereka meninggalkan dirinya di tengah kepungan musuh.
Pukulan demi pukulan dilayangkan Duke kepada Jhon sehingga membuat Jhon tidak mendapatkan celah untuk menyerang balik.
"memang tidak berubah. Dirinya yang sekarang sangat kuat dan masih tidak memberikan celah sedikitpun dalam pertarungan jarak dekat", gumam Jhon dalam hati.
"Apa yang kau pikirkan Captain Jhon. Tidakkah kau senang bertemu rekan satu team mu lagi?", teriak Duke dengan penuh semangat.
Serangan Duke sangat sempurna sehingga tidak memberikan celah bagi Jhon untuk menyerang balik.
Duke di kenal dengan sebutan Petarung Tampa Wujud. Sebutan ini di sematkan kepada dirinya dikarenakan Duke adalah petarung Handal yang sangat mengerikan. Dirinya merupakan petarung jarak dekat. Setiap gerakannya sangat halus dan mematikan. Tidak ada yang bisa hidup setelah bertemu dengannya.
"Petarung Tampa Wujud memang bukan Julukan semata. Dia bisa membuat Jhon tidak bergeming. Walau Jhon di kenal sangat hebat di Medan perang, Tetapi dia belum mengeluarkan semua kemampuannya", gumam Miles dalam hatinya.
Miles yang sedari tadi memperhatikan pertarungan mereka sangat terkesan dengan gerakan dan serangan antar keduanya. Walau dibilang sebenarnya mereka imbang.
Hampir 1 jam berlalu tetapi mereka masih saja belum menentukan siapa pemenangnya.
"Ternyata kau sudah lebih hebat Duke. Aku sangat menghargai kekuatan fisikmu yang semakin besar", puji Jhon.
"Kau juga Captain. Andan masih hebat seperti dulu", ujar Duke.
Mereka berdua saling berpandangan cukup lama. Mengingatkan mereka kembali pada kenangan lama mereka di JACKAL'S dulu.
Miles yang memperhatikan pertarungan mereka mulai merasakan darahnya mulai menaiki ubun-ubun kepalanya.
"Apa yang kau lakukan Duke. Aku tidak memintamu untuk memuji dia. Aku ingin kau membunuhnya", teriak Miles.
Mendengar perkataan tersebut, Duke maupun Jhon tersadar dari lamunan mereka. Sesaat sebelum itu mereka kembali melancarkan serangan.
Pukulan demi pukulan. Serangan demi serangan telah mereka keluarkan demi menentukan siapa pemenang dari pertempuran kali ini sampai pada akhirnya Pukulan mereka beradu dan menyebabkan gelombang kejut yang luar biasa.
"Ternyata aku masih belum bisa menandingi mu Captain Jhon", ujar Duke.
"Kau tidak perlu memujiku. Teman-teman ku yang membuat aku bisa kuat sampai sekarang", ujar Jhon.
"Jangan mencoba menceramahi ku", teriak Duke sembari meningkatkan kekuatannya sehingga telak menghantam Jhon.
Jhon yang terkena serangan dari Duke terpental hingga puluhan meter dan menghancurkan tembok penghalang di belakangnya.
"Sial. Aku yang sekarang bukan lawannya. Aku harus cari cara untuk melumpuhkan dia", gumam Jhon dalam hati.
Saat mereka sedang beradu serangan, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang cukup besar.
"Apa yang terjadi?", tanya Miles kepada bawahannya.
"Kami perlu bantuan, seseorang telah menerobos masuk kedalam gedung", teriak salah satu pasukan yang di kendalikan oleh Miles.
Sial. siapa mereka? Berani sekali mereka mengacaukan rencana ku", gumam Miles dalam hatinya.
Dengan cepat, Miles meninggalkan Ruangan itu dan segera melarikan diri dari tempat itu.
Saat mereka berdua masih binggung asal ledakan tersebut, Sebuah ledakan terdengar kembali. Tetapi kali ini cukup dekat.
Dan benar saja, Tembok yang berada di samping mereka hancur tidak bersisa. Kemudian terlihat dua sosok manusia keluar dari lubang bekas ledakan tersebut.
"Maaf Captain Jhon. Apakah kami telat Captain?", ujar Rose.
"Mark?.......Rose?.........Apa yang kalian lakukan disini?",ujar Duke.
"Kami adalah bawahan Jhon. Kami akan selalu mendukung Jhon", ujar mereka berdua.
"Kalian. Selamatkan Eduardo dan Lian yang mereka gantung?", ujar Jhon.
"Siap Captain", ujar mereka berdua serempak.
"Baiklah Duke. Ini akan menjadi pertarungan kita berdua", ujar Jhon.
"Mari......Akan ku tunjukan rasa sakit yang mendalam padamu", ujar Duke yang kembali menyerang Jhon.
Baku hantam pun kembali terjadi. Pukulan demi pukulan membuat mereka menghasilkan gelombang kejut yang lebih besar.