The Jackal's

The Jackal's
TJ 27: Peperangan Di Kota Sauchi



Hampir selama dua setengah jam Jhon dan Daniel berpesta merayakan bergabung dan kembali beroprasinya Jackal's. Setelah mereka menyelesaikan acara minum mereka, Jhon meminta izin untuk kembali ke kamp peristirahatannya. Daniel yang merasa sangat senang, memberikan izin itu, lalu Jhon langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


pada saat Jhon berjalan pulang menuju camp nya, Jhon di kejutkan oleh kehadiran Lian yg secara tiba-tiba muncul di hadapannya. Ekspresi kaget bukan kepalang, Jhon sampai berteriak dengan kencang.


"Han....tuu.....", teriak Jhon sembari menunjuk Lian.


melihat ekspresi Jhon, Lian tidak kuasa menahan tawanya. Lian tertawa sangat keras sehingga membuat Jhon kesal dan geram kepada gadis tersebut.


"kau..... Apa yg kau lakukan di tengah malam begini ha....", ujar Jhon sembari memberikan tatapan mengerikan kepada Lian.


Lian yang sedari tertawa tiba-tiba terhenti dan memandang Jhon yang menatap dirinya seperti ingin membunuhnya. Dengan membuat ekspresi imut, Lian meminta maaf kepada Jhon dengan suara menggoda.


Bukannya malah tenang, Jhon semakin geram kepada gadis itu. Mendengar suara manis buatan Lian, Jhon langsung memukul kepala Lian hingga benjol 3 tingkat.


"kau.....ini akibatnya bila kau melanggar peraturan dan berani mengejutkan aku di tengah malam begini", teriak Jhon yang masih kesal dengan Lian.


Sambil mengelus kepalanya, Lian sekali lagi meminta maaf kepada Jhon. melihat ekspresi tulus Lian, Jhon akhirnya memaafkan kesalahannya.


Setelah semuanya tenang, Lian bertanya kepada Jhon apa yang dia lakukan di camp sang Kolonel.


"Maaf Mayor, bukannya aku mengurusi urusan orang. Bolehkah aku bertanya, ada misi kah untuk kita sehingga anda bertemu dengan Kolonel Daniel?",tanya Lian penasaran.


"kau tidak perlu tau hari ini. besok aku akan beritahu misi kita apa", ujar Jhon sembari mengelus kepala Lian.


sambil membengkakan pipinya, Lian menggerutu sepanjang perjalanan menuju camp mereka.


-------------


Keesokan harinya, Jhon memberi perintah agar mereka berkumpul mendiskusikan misi hari ini.


"Baiklah. saya mendapatkan sebuah misi dari atasan. Kita harus membatu para prajurit kita di garis depan. Menurut informasi yang kita terima, pasukan garis depan sedang mengalai pertempuran hebat",ujar Jhon.


"semua anggota harus mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk bertarung dan melindungi pasukan garis depan. keberangkatan kita kali ini menggunakan pesawat. kita akan terjun dan mendarat rapat di garis depan. Baiklah, apa kalian mengerti?",teriak Jhon lantang.


"Siap pak", ujar mereka.


"baiklah JACKAL'S, berangkat",


"hurraa..,....",


Mereka semua langsung melakukan persiapan. Jhon, Eduardo dan Lian langsung menuju penyimpanan Mecha mereka, sedangkan yg lain memakai Mecha yg biasa dipakai para prajurit Federation lainnya.


Setelah semua selesai, Jhon langsung memerintahkan anggotanya untuk langsung menuju ke pesawat, agar mereka bisa cepat melakukan penyelamatan.


"apakah semua sudah siap?", tanya Jhon.


Meliaht hal itu, Jhon tertawa kecil sembari menepuk jidatnya dikarenakan ulah kedua anggotanya tersebut. Tampa pikir panjang, Jhon langsung mendatangi mereka berdua dan meyakinkan Lian.


"ayolah dada rata. apa yang kau takutkan? kau adalah seorang prajurit sekarang, jangan takut. kamu adalah team medis. tidak mungkin kamu terluka gara-gara kami", ujar Eduardo meyakinkan Lian.


Jhon yang baru sampai di situ, langsung memarahi Lian sembari memukul kepalanya untuk kedua kalinya. Lian yang kesakitan langsung memegang kepalanya.


"naiklah. jangan bilang kau takut ketinggian?,"


"tidak. aku tidak takut ketinggian", ujar Lian meyakinkan Jhon.


*cih.....*


"ayo masuk cepat."


"baiklah. kalo mayor yang berkata, apalah dayaku." ujar Lian pasrah sambil melangkah menuju pesawat mereka.


setelah semua proses keberangkatan selesai, pesawat tersebut langsung lepas landas ke daerah kota Sauchi. Setiap pemandangan yang terlintas, sangat menyedihkan. Banyak Rumah-rumah penduduk yang hancur tak bersisa.


Pada saat mereka sedang memandangi kondisi kota, tiba-tiba saja datang sebuah rudal tepat mengarah ke pesawat mereka.


"Rudal.....berlindung", teriakan Jhon membuyarkan lamunan para prajuritnya.


tetapi telat, rudal yang ditembakan tepat mengenai pesawat tersebut dan jatuh. ternyata mereka sudah sampai di peperangan yang sebenarnya.


"Semua prajurit, keluar cepat keluar",teriak Jhon dan Eduardo.


mendegar perintah tersebut, para prajurit itu langsung turun dan membuka parasut mereka. Untungnya Lian,Eduardo dan Jhon selamat walau Lian masih dalam keadaan pingsan akibat serangan ke pesawatawat mereka tadi.


"radio kemari", ujar Jhon.


"Siap pak",


"overlord disini JACKAL'S 00. pesawat kami telah jatuh untungnya beberapa dari kami aelamat", ujar Jhon di radio.


"JACKAL'S 00 disini overlord, info sudah di terima. lanjutkan misi. sebisa mungkin mengurangi jatuhnya korban. unit bantuan terdekat akan datang dalam waktu 30 menit", pintah orang yang berbicara tersebut.


"Baiklah overlord, perintah sudah kami terima. JACKAL'S 00 keluar", ujar Jhon.


"Baiklah semua, dengarkan. misi kita kali ini adalah menghancurkan senjata udara musuh. ingat terlebih dahulu selamatkan para rajurit kita, selebihnya serahkan saja padaku.", pintah Jhon.


Lian yang mulai tersadar dari pingsannya, mulai berdiri dan menggenggam erat senjatanya. Setelah semua beres, Jhon langsung memerintahkan anggotanya untuk pencar ke setiap daerah. Bagi Lian untuk pertama kalinya dia merasakan pertempuran yg luar biasa keren ini.