The Jackal's

The Jackal's
TJ 7:Kenangan di Kota Konkua



setelah kematian Dian. Jhon memutuskan untuk segera menuju kota Guinitany dengan Lian. Walaupun dengan berat Hati yg harus meninggalkan Lian sendirian.


#Beberapa saat yg lalu........


"aku ingin melanjutkan perjalananku. Kau tinggallah di sini."perintah Jhon kepada Lian.


"aku tidak bisa tinggal di sini."ujar Lian.


"apa alasanya kau tidak mau tinggal di sini?" Tanya Jhon.


"dengan kejadian ini apakah kau tidak merasa kalau aku akan di tangkap Dan di suruh mengakui bersekongkol dengan dirimu? aku pasti di bunuh oleh mereka". kata Lian.


"tapi dalam perjalananku ini akan sangat berbahaya. kau bisa mati kapan saja bila dekat dengan diriku."kata Jhon yg menjelaskan kondisi mereka.


dengan wajah penuh harapan Lian memelas kepada Jhon agar dia mengizinkannya ikut bersama dia.


tidak tahan dengan tindakan gadis kecil tersebut akhirnya jhon menyetujui agar Lian ikut bersamanya.


dengan wajah girang Lian melompat-lompat seperti barusaja memenangkan sebuah hadiah.


#kembali ke cerita awal.....


dengan wajah penasaran Lian terus memperhatikan Jhon yg mengemudikan kendaraan mereka.


merasa dia di perhatikan terus oleh Lian Jhon mulai percakapan.


"Ada apa dengan mu gadis kecil",Tanya Jhon


dengan muka terkejut Lian menjawab pertanyaan Jhon,"tidak Ada. aku Hanya penasaran dengan dirimu,yg awalnya mengakui bahwa kau adalah pengelana."


"maafkan aku berbohong padamu. sebenarnya aku adalah tentara Khusus." ujar Jhon menjelaskan kepada Lian.


"yg kamu liat tadi adalah Sersan Dian. dia adalah anggota ku dulu."jelas Jhon.


"lalu kenapa kalian tadi saling membunuh? bukankah kalian itu Satu team?" Tanya Lian.


dengan wajah pasrah Jhon menjelaskan kepada Lian."mereka menghianati ku. mereka mendapat perintah langsung dari atasan tertinggi Federation," ujar Jhon.


dengan wajah yg masih bingung Lian mencoba untuk mencerna situasi yg mereka hadapi, sampai ketika mereka sampai dikota yg sangat dikenal oleh Lian.


"berhenti kak......"ujar Lian secara tiba-tiba.


"gadis kecil mengapa kau suruh aku berhenti?"Tanya Jhon dengan nada kesal.


Tampa menjawab perkataan Jhon Lian langsung turun dari Mobil Dan berlari ke arah pohon besar yg agak jauh dari lokasi mereka berhenti.


"heeyyy gadis kecil jangan sembarangan melangkah. ini medan perang loh",ujar Jhon memperingatin Lian.


tetapi Lian tetap berlari Tampa memperdulikan perkataan Jhon.


"dasar anak ini. maunya apa sih?" dengus kesal jhon kepada Lian.


tidak terasa 5 menit berlari, mereka sampai di suatu tempat. tempat itu tumbuh sebuah pohon besar.


Lian yg mulai menangis mencoba untuk menggali tanah dibawah pohon tersebut dengan tangannya sehinggal mendapat Luka dibagian tangannya.


merasa terkejut dengan apa yg dilakukan Lian, Jhon memarahi tingkah laku aneh Lian."gadis kecil apa yg kamu lakukan?"


Tampa memperdulikan Jhon, Lian tetap menggali tanah tersebut sampai ia akhirnya menemukan sebuah kotak kaleng yg sudah lapuk.


"akhirnya ketemu",ujar Lian.


dengan wajah binggung Jhon mulai bertanya,"apa yg iatimewa dari kotak itu sehinggal kau melukai tanganmu?,


"Ibu......",ujar Lian sambil menangis.


merasa tidak enak dengan perkataannya tadi Jhon meminta maaf kepada Lian.


Lian membalas maaf dari Jhon dengan senyuman pahit.


"ini adalah kenang-kenangan ku dengan teman Dan ibu ku," kata Lian menjelaskan.


"mereka terbunuh di Kota ini saat bom menghantam Mobil yg mereka tumpangin," ujar Lian sembari menangis.


merasa tidak enak Hati, Jhon mulai menghibur Lian yg sedang bersedih.


"bagiku ini bukan sekedar kaleng biasa. bagiku ini adalah kenang-kenangan terindah selama aku hidup di Dunia ini",kata Lian yg menjelaskan magna dari isi kotak tersebut sembari mengagis.


"aku harus Menjadi kuat. agar aku bisa mengkentikan peperangan ini Dan membawa kedamaian kepada seluruh Negara." kata Lian yg bersemangat.


selepas dari situ mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka ke Kota Guinitany.