
Helo Genks. Tidak henti-hentinya saya berterima kasih kepada Bro and Sis yang telah memberi support kepada saya. Dan saya mohon maaf atas penulisan kata dan Cerita yang terlalu panjang di episode sebelumnya. Mohon di maafkan.
Jika kalian suka silakan like dan share.
Jika kalian ada kritik dan saran silahkan tinggalkan di kolom komentar.
GOD BLESS YOU ALL.
Lian yang merasa khawatir akan kondisi Eduardo, mencoba untuk kembali ke lokasi pertarungan mereka. Lian merasa suara dan guncangan yang keras tadi merupakan pertarungan sengit antar sesama Master Pedang.
Sesampainya di sana, Lian melihat Eduardo yang terbujur pingsan tidak berdaya tidak jauh dari lokasi Lian berdiri. Tetapi Lian tidak menemukan tanda-tanda keberadaan orang yang satu lagi. Tampa pikir panjang lagi Lian langsung mendatangi Eduardo dan memberinya pertolongan medis.
Sesampainya Lian di dekat Eduardo, Lian langsung mengeluarkan peralatan medis dari dalam bagasi Mechanya.
"Dasar laki-laki bodoh. Bagaimana dirimu seperti ini. Untung ada diriku, kalau tidak, mungkin kau sudah mati", kata Lian yang berbicara sendiri.
Eduardo yang menyadari keberadaan Lian, muali berakting. Eduardo berpura- kehabisan nafas dan menahan nafasnya. Melihat kondisi Eduardo seperti itu, Lian panik bukan main. Lian merasa kaget sekaligus gelisah, sebab ia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Tetapi tiba-tiba saja Mecha yang Lian gunakan merespon. Mecha tersebut menunjukan cara menagani korban yang mau meninggal.
"Apa? aku harus memberi nafas buatan kepada manusia bajingan ini?",
Melihat penjelasan Mecha tersebut, Lian sangat terkejut. Eduardo yang sudah mengetahui hal itu tersenyum tipis. Lian yang sedari tadi takut mencoba untuk memberi nafas buatan kepada Eduardo.
"Bagus,bagus. Berikan aku kelembutan bibir itu dada rata", gumam Eduardo dalam hati.
Saat sebuah bibir menyentuh bibir Eduardo, dirinya hanya merasakan sesuatu yang aneh. Merasa ada yang aneh, Eduardo mencoba untuk mencoba membuka matanya. Betapa terkejutnya dia bahwa yang memberikan nafas buatan kepadanya bukan Lian, melainkan Jhon yang datang membantu mereka.
Merasa sangat jijik akan hal itu, Eduardo langsung terbangun sembari mengelap lidahnya.
"Ahh......Huekkk...... Apa yang kau lakukan Mayor? Teganya dirimu melakukan hal ini", ujar Eduardo lemas.
"Seharusnya aku yang bertanya,Napa yang kau lakukan? Aku sudah pernah melihat jurus PEDANG 100 LANGITMU. Kau cuma mengambil kesempatan, dasar bajingan", ujar Jhon.
Mendengar bahwa Eduardo hanya berpura-pura, Lian langsung menghampiri Eduardo dan memberikan tatapan orang yang sangat haus darah.
"Beraninya kau melakukan hal itu? Captain aku akan memberi hadiah buat mu", ujar Lian.
Lian yang merasa di permainkan oleh Eduardo, langsung mengikat Eduardo di belakang tank sebelum mereka kembali ke markas. Sambil memukul keras dirinya, Lian memasang wajah jahatnya. Prajurit yang melihat kekejian Lian, hanya bisa mendoakan sang Captain agar selamat sampai markas.
"Ampun Lian, aku tidak akan berbuat gitu lagi", ujar Eduardo meminta pengampunan.
"cih.....kau sudah mengerjain diriku. aku akan membunuhmu setelah sampai di markas. ini cuma hukuman karna kau mau aku menciummu. Rasakan HAHAHA", tertawa jahat liat membuat prajurit yang lain merasa takut akan dirinya. tidak terkecuali Jhon.
Setelah sampai di markas. Tiba-tiba saja, Jhon di panggil menghadap Kolonel Daniel. Jhon yang merasa binggung, Tampa pikir panjang langsung menghadap ke sang Kolonel.
"Permisi Kolonel. saya Mayor Jhon, meminta izin untuk memasuki ruangan", ujar Jhon.
"Masuklah Jhon. tidak perlu sungkan",
mendegar hal itu, Jhon langsung masuk ke ruangan sang Kolonel.
"maaf Kolonel. Ada keperluan apa memanggil saya?",tanya Jhon yang terheran.
sambil mengeluarkan sebuah berkas berisi informasi penting, Kolonel Daniel lalu menjelaskan misi yang akan di lakukan oleh Jhon.
"Maafkan aku Jhon atas perintah mendesak ini. Saya mendapat laporan dari prajurit kita bahwa ada mitos di gunung Siaubachi, telah terjadi pembunuhan yang dilakukan sebuah Mecha berhantu", ujar Daniel.
Jhon yang mendengarkan hal tersebut di buat binggung. sebab selama Jhon hidup di dunia ini, baru kali ini dia mendengar bahwa ada Mecha yang berhantu dan membunuh para prajurit.
"Maaf Kolonel. Saya mengerti dengan keluh kesah anda. Tapi apakah tidak terlalu berlebihan untuk menyebutnya sebagai Mecha berhantu?" tanya Jhon.
"kau benar Jhon. Tapi itu cuma mitos. Aku juga mendengar dari beberapa prajurit kita yang selamat bahwa dia adalah manusia dan dia adalah prajurit pasukan Federation. Aku ingin kau memastikan info ini sebelumnya di gunung Siaubachi", pintah Daniel.
Jhon yang penasaran siapa sebenarnya Mecha berhantu ini mulai merasakan semangat dari dalam dirinya. Jhon yang hendak meninggalkan ruangan tersebut, tiba-tiba diberhentikan oleh sang Kolonel.
"Jhon aku mohon padamu satu hal, sebaiknya kau melakukan tugas ini sendiri. Sebab saya menghindari akan ada jatuh korban." ujar Daniel.
"Baiklah Kolonel. sesuai perintah anda. Saya akan melakukan tugas ini sendiri. Lagipun kalau membawa orang lain tidak menyenangkan", ujar Jhon sembari tersenyum sebelum meninggalkan ruangan tersebut.