
Halo para pembaca setia sekalian. Trimakasih atas supportnya selalu,Maaf saya 2 hari ini tidak update soalnya saya dalam perjalanan menuju ke ibukota Jakarta.
Saya mohon kemagluman para bro dan sis sekalian.
Jika kalian suka bisa like dan jika bro/sis sekalian ada saran, silahkan tinggalkan di kolom komentar
Pada keesokan harinya, The JACKAL'S berangkat dengan sebahagian team Federation yang di bentuk untuk membatu JACKAL'S. Team yang di bentuk terdiri dari 10 pleton prajurit yang di pimpin masing-masing dari anggota JACKAL'S.
"Baiklah team. Tetap waspada akan apa saja yang akan rerjadi", ujar Jhon pada pasukannya melalui radio.
"Siap pak", ujar mereka serempak.
Masih setengah, mereka tiba-tiba saja diserang oleh pasukan Federal Country yang menjaga perbatasan kota Hanchi. Banyaknya pasukan membuat Jhon kesulitan untuk memikirkan strategi.
"Pak. kita tidak bisa menembus pertahanan lawan. Mereka terlalu banyak", ujar seorang prajurit senior.
"Baiklah. Eduardo menyerang dari kanan, Max coba untuk menembus dari kiri, Lian tolong mereka yang terluka, sedangkan aku untuk mencoba untuk mengalihkan perhatian mereka dari sini dengan pasukan yang masih sehat", pintah Jhon.
"Siap Pak", ujar mereka bertiga.
"Maju", teriak Jhon.
Jhon langsung memberi serangan balasan kepada pasukan Federal Country. Mereka lalu melakukan tugas yang diperintahkan Jhon. Dengan cepat jhon langsung melempar bom asap untuk melabuhi musuh.
Eduardo dan Max tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka langsung melesat cepat menembus kepulan asap yang menebal dan seketika itu juga mereka berdua hilang dari pandangan.
"Bagus sekali. Perhatian mereka terpecah", ujar Jhon.
Prajurit Federal Country menghentikan serangan mereka setelah melihat kepulan asap yang tebal tersebut. Mereka menjadi sangat waspada akan apa yang akan terjadi.
"Pak mereka menembakkan bom asap. apa yang harus kita lakukan?", teriak seorang prajurit Federal Country.
Sang Komandan Federal Country pun tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya memerintahkan para prajuritnya untuk waspada. Tetapi, tiba-tiba saja Max dan Eduardo langsung menyerang dari kedua sisi sehingga membuat pasukan tersebut lengah.
"Sudah terlambat untuk menyesalinya kawan", ujar Max sambil mengayunkan pedang samurainya.
satu persatu pasukan Federal Country tewas dengan badan Tampa kepala membuat mereka menjadi gemetar melihat keduanya sangat sadis membunuh rekan-rekan mereka.
"Apa-apaan ini?", ujar seorang prajurit itu.
"Monst........", kata-kata prajurit itu terhenti setelah mendapat tebasan hangat di lehernya.
Max dan Eduardo seperti sangat menikmati aksi mereka. Mereka berdua seperti berkompetisi siapa yang membunuh lebih banyak. Bener saja, selang waktu yang singkat, keduanya sudah membunuh hampir setengah pasukan Federal Country itu.
Saat kepulan asap itu memudar, para prajurit Federal Country sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mayat-mayat yang berserakan Tampa kepala didepan mereka adalah rekan-rekan mereka hang di bunuh hanya dengan 2 orang saja.
Sontak Komandan pasukan itu gemetar ketakutan melihat kedua orang yang menghabisi bawahannya Tampa beban.
"Hei Ed. Mau bertaruh?", tanya Max.
Sambil melihat Max Eduardo merasa akan ada sebuah kompetisi besar yang menanti dirinya.
"siapa yang bisa menang dengan membunuh yang paling banyak, akan di traktir makan selama 1 tahun? Gimana?", tanya Max sekali lagi.
Mendengar tawaran tersebut, Eduardo merasa bersemangat untuk memenangkan kompetisi ini. Jhon yang melihat dari kejauhan merasakan hawa kompetisi yang dahsyat.
"Baiklah. deal", ujar Eduardo.
"Kita tambah satu tantangan", ujar Max sembari melempar 4 bom asap ke depan mereka.
"Wah wah. Semakin menarik ok kawan. Mari kita mulai", ujar Eduardo.
Saat asap mulai menebal keduanya langsung melesat dengan cepat ke arah musuh mereka. Pasukan Federal Country yang masih dalam lamunan dibuat kaget oleh kepulan asap yang tebal. Mereka menjadi sangat waspada akan bahaya yang mengancam.
"Kau liat kemana?", ujar Max sembari mengayunkan pedangnya ke leher musuhnya.
Benar saja, musuh yang di serang oleh Max terkapar Tampa kepala di tanah. Serangan demi serangan diberika oleh keduanya. Hawa membunuh yang dahsyat tersebar ke sekitar daerah kepulan asap tersebut membuat pasukan Federal Country merinding tak bisa bergerak.
Satu persatu musuh mulai terkapar di tanah dan tidak bernyawa lagi. Hampir 10 menit keduanya telah menghabisi semua pasukan Federal Country yang mengacau. Max merasa kaget dengan apa yang dia lihat.
Mayat yang di bunuh Eduardo beda sedikit dengannya. Membuat Max merasa sangat terhormat bisa bertanding dengan Master Pedang no 1.
"Wah wah wah. Kau menang Ed. Baiklah, mulai besok aku akan traktir kamu makan." ujar Max.
Dengan wajah senang, Eduardo meloncat-loncat kegirangan seperti mendapatkan lotre dengan uang yang banyak.
Pasukan Federation yang selamat akan penyerangan itu di buat kaget. Karena, mereka berdua mampu menghabisi segitu banyaknya pasukan.
"Memang JACKAL'S adalah team orang-orang hebat" ujar salah satu prajurit senior itu.
Melihat tingkah kedua prajuritnya, Jhon langsung memotong kesenangan Eduardo.
"Baiklah. Kita harus menuju kota Hanchi. Agar bisa membatu pasukan kita di sana", ujar Jhon
Dengan wajah cemberut Eduardo langsung mengiyakan perintah Jhon. Jhon hanya tersenyum tipis setelah dia mengerjain Eduardo. Satu jam kemudian, mereka lalu berangkat menuju kota Hanchi. Kota penghubung antar kedua organisasi.