
Di gunung Siaubachi........
Gunung Siaubachi terkenal sebagai gunung kematian. Bila seseorang memasuki gunung tersebut, dia tidak akan bisa menemukan jalan keluar. Radio yang digunakan pun akan mati seketika bila melewati daerah ini.
Pasukan Federal Country yang di utus untuk membantu di kota Sauchi sebelumnya, tersesat di gunung ini dan tidak menemukan jalan keluar. Itu sebabnya, Gunung ini di juluki gunung kematian.
"Sial sekali. Seharusnya kita sudah sampai, malah terpisah dengan prajurit yang lain", ujar salah satu prajurit itu.
"Betul sekali. Radio komunikasi saja, tidak bisa di gunakan. Aku sendiri tidak mengetahui ini daerah apa."
"Kalian berdua tenanglah. Kita sedang tersesat. Lebih baik kita saling melindungi" ujar prajurit yang memimpin di depan mereka.
Mereka bertiga, adalah prajurit bantuan yang dikirim oleh Federal Country untuk membatu pasukan mereka menerobos pasukan depan musuh.
"Tunggu.", teriak salah satu prajurit.
"bukankah kita sudah melewati daerah ini. Aku masih ingat tanda yang aku buat saat kita istirahat tadi", katanya.
Salah satu prajurit itu menunjukan sebuah tanda yang dia buat saat istirahat di daerah tersebut.
"Jalan yang membingungkan, radio komunikasi yang tidak berfungsi, suasana yang aneh. jangan-jangan......", ujar prajurit tersebut.
"hei. jangan-jangan apa? janganembuat kami panik",
"aku bukan mengada-ada. Memang benar kita ada di lokasi itu.", sambungnya lagi.
"apa magsudmu?",
Si prajurit lalu memperhatikan daerah sekitar. Meliaht kondisi yang terasa aneh tersebut dia pun menjelaskan daerah tempat mereka berpijak sekarang.
"Sekarang kita berada di gunung Siaubachi. Gunung ini banyak menyimpan misteri. Banyak sekali pasukan kita yang menghilang di sini. Yang aku dengar, ada satu orang yang selamat dan itupun setelah menjelaskan kejadian di sini, dia meninggal", katanya.
"apa yang terjadi dengan pasukannya?", tanya salah satu prajurit.
"di gunung ini. dia melihat satu sosok yang sangat menyeramkan. Sosok itu menggunakan Mecha yang sudah tua. Dia bilang bahwa Mecha itu kerasukan hantu. setelah berkata itu dia meninggal." sambung nya.
Mendengar hal itu, kedua temannya merinding ketakutan. Mereka masing-masing memperhatikan daerah sekitar.
Tidak lama setelah temannya menjelaskan, sebuah busur panah melesat ke arah mereka. Karena tidak sempat menghindar, salah satu teman mereka terkena serangan itu di bagian kepala dan langsung tewas di tempat.
" sial. siapa di sana? keluar?" teriak mereka.
setelah mengatakan itu, mereka mencoba mendekat kedepan melihat kondisi yang ada di depan mereka. Karena terlalu takut, salah satu prajurit itu menginjak sebuah tali. Tali itu putus dan langsung mengeluarkan berpuluh-puluh buah anak panah. Dengan reflek salah satu prajurit itu menghindar, tapi naas dengan kondisi temannya. Temannya tidak sempat menghindar dan terkena serangan anak panah tersebut.
" sial. mengerikan sekali. dalam sekejap mereka tewas dengan kondisi yang memprihatinkan", katanya.
Pada saat berkata seperti itu, tiba-tiba saja muncul sesosok Mecha rusak yang muncul di hadapannya.
"Gila sekali. tidak disangka, aku akan bertemu dengan mitos itu. ternyata benar, di Gunung ini memang ada hantunya", gumamnya dalam hati.
Pada saat berlari. prajurit itu tidak memperhatikan daerah sekitar dan tiba-tiba saja, dia masuk ke dalam lobang yang sudah dilengkapi oleh kayu-kayu yang tajam. Naas tidak bisa menghindar, prajurit itu langsung tewas dengan tubuh yang tertusuk di segala tempat.
#2 hari setelah kejadian itu...........
"Mayor, anda yakin ingin loncat dari ketinggian ini?", tanya sang pilot.
"tenang saja. jangan melewati batas penerjunan. kalian akan kehilangan komunikasi radio di sini", ujar Jhon.
"Tit..Tit..Tit..Tit.." bunyi dari dalam pesawat menandakan Jhon sudah bisa terjun.
Tampa basa-basi, Jhon langsung turun dari pesawat tersebut. Pada saat buka parasut, Jhon tiba-tiba saja di serang oleh sebuah anak panah dari bawahnya.
"Sial siapa yang bisa menyerangku di ketinggian ini? memang bukan manusia biasa", ujar Jhon.
Saat satu anak panah bisa di hindari, sebuah anak panah kembali meresat kearah Jhon kembali. Tampa basa-basi, Jhon langsung menembak panah tersebut. Tetapi betapa terkejutnya Jhon mendapati bahwa panah itu tiba-tiba meledak saat di tembak dan merusak parasutnya. Parasut yang sudah rusak dan membuat Jhon terjatuh dari ketinggian yang cukup untuk membunuhnya.
"Sial, kalau begini aku bisa mati", ujarnya.
Seketika itu juga, Jhon mendarat di tanah dengan kondisi terlentang. Sakit yang ia derita cukup untuk membuat dia menderita.
"Untung aku sudah belajar ilmu tubuh besi dari guru. kalau tidak, aku sudah tewas mungkin.", kata Jhon sembari mencoba untuk berdiri.
Pada saat yang sama, sebuah Mecha langsung menyerang Jhon yang mencoba untuk bangkit. Merasakan adanya bahaya, Jhon mencoba untuk menghindar. Tapi apa daya pukulan telak mengenai wajah Jhon yang membuat helm pelindungnya hancur.
"Sial. siapa sebenarnya orang ini. Kekuatannya sangat tidak biasa", gumam Jhon dalam hati.
Jhon yang terkena serangan tersebut terpental puluhan meter kebelakangnya. Dengan cepat Jhon langsung bangkit dan langsung menyerang Mecha tersebut. Mecha itu langsung bergerak gesit menghindari serangan demi serangan yang di berikan Jhon sehingga Jhon merasa geram melihat nya.
Melihat Jhon yang mulai kelelahan, Mecha itu tidak membuang kesempatan untuk menyerang Jhon yang lengah tersebut. Mecha itu langsung menyerang dengan gesit ke arah Jhon. Jhon yang sedari tadi mengharapkan dirinya untuk di serang mengambil kesempatan untuk menyerang balik. Jhon lalu mengeluarkan meriam Balistik dari punggung Mechanya dan langsung menembak ke arah Mecha tersebut.
Merasa terkejut dengan hal itu, Mecha tersebut berusaha menghindar. Tapi apa daya tidak memiliki waktu untuk menghindar, peluru meriam itu langsung mengenai sisi kiri wajah Mecha itu. Alhasil helm pelindung Mecha itu hancur tapi tidak membunuhnya.
Saat musuhnya sudah tumbang, Jhon mendekatinya perlahan-lahan dan bertanya kepadanya.
"Siapa kau? kenapa tiba-tiba saja kau datang menyerangku?", tanya Jhon penasaran
Melihat Jhon yang tidak berniat membunuhnya, akhirnya dia membuka mulutnya untuk menjelaskan.
"Namaku Max. Aku prajurit terakhir yang menjaga perbatasan ini", jelasnya.
Merasa terkejut dengan namanya, Jhon merasa ada yang janggal dengan kondisi prajurit yang ada di hadapannya.