
dengan cepat jhon pergi dari penjara tersebut langsung menuju kota Guinitany. dari lokasi jhon saat ini ke kota Guinitany sangatlah panjang.dia harus melewati kota-kota yg sedang mengalami peperangan.
karena terlalu lelah, jhon memutuskan untuk beristirahat di sebuah gedung tua yg berada tidak jauh dari lokasi penjara tersebut.
sambil membawa bekal yg telah ia persiapkan dari penjara, ia beristirahat di gedung tua tersebut.
Sembari memakan makanannya jhon Menjadi waspada akan kedatangan seseorang yg ia pikir sedang mengikutinya.
"Siapa disana?.... keluar lah....... jika tidak ingin terluka lebih baik keluar Dan menyerah saja" Tanya jhon kepada orang yg sedang bersembunyi tersebut.
Kemudian sosok seorang gadis berusia 19thn menunjukan diri dihadapan jhon.
"ahh.ternyata cuman anak kecil. pergilah. karena sebentar lagi tempat ini akan Menjadi medan perang." perintah jhon kepada gadis tersebut.
gadis itu tidak mengindahkan perkataan jhon malah berfokus terhadap makanan yg di makan oleh jhon.
merasa gadis itu tidak memperhatikan ucapannya malah melirik makanannya.jhon mendengus kesal.
"kemarin lah" ujar jhon.
Tampa pikir panjang gadis itu lalu menghampiri jhon Tampa merasa takut sama sekali.Lalu jhon menawarkan makanannya. Tampa pikir panjang gadis itu makan dengan sangat lahap Tampa memperdulikan jhon yg berada di sampingnya.
"pelan-pelan sedikit.tidak akan Ada yg meminta makananmu." ujar jhon melihat gadis itu makan.
"darimana asalmu anak kecil?" jhon bertanya kepada gadis itu.
tetapi gadis itu malah diam seakan tidak mau berbicara dengan jhon.
dengan nada kesal jhon bertanya lagi kepada gadis itu,"hey anak kecil bisu ya?....aku bertanya padamu setidaknya kau menjawab pertanyaanku."
dengan wajah ceria setelah makan kenyang gadis itu mulai angkat suara," namaku Lian.aku berumur 19thn. aku awalnya tinggal di kota Konkua."
"apa yg kau lakukan di kota ini?" Tanya jhon dengan nada serius.
"aku tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Kotaku sekarang sudah hancur akibat perang yg berkepanjangan." jelas Lian kepada Jhon.
dengan wajah penuh kesedihan yg di perlihatkan Lian Jhon mulai tersadar akan dampak perang yg tidak Ada habisnya ini.
"perkenalkan namaku Jhonson Lin's. aku seorang petualang."jelas Jhon kepada Lian.
"Sudah mulai ya?.....Lian pergilah ke tempat Aman. di sini akan Ada medan Pertempuran" ujar Jhon setelah merasakan Ada bahaya yg datang.
Tampa pikir panjang Lian langsung sembunyi di tempat Aman Dan tidak bersuara sedikit pun di situ.
Jhon mengambil posisi sembunyi agar bisa menyerang pasukan yg datang.
tidak lama Kemudian datang segrombolan pasukan yg akan menangkap Jhon. Pasukan kepolisian yg terkenal sangat hebat Dan cekatan dalam menangkap tersangka.
nama pasukan polisi tersebut adalah Dark Reaper
"Pak posisi terakhir target berada di gedung ini." ujar sang prajurit.
"hmmm.....bagus. jangan biarkan tersangka kabur walaupun Hanya 1 detik. gunakan drone untuk melacak dirinya."ujar seorang Komandan pasukan tersebut.
"Kita bertemu lagi captain" gumam prajurit tersebut yg tidak lain adalah Dian salah Satu anggota The Jackal's.
"Keluarkan baju tempurku" teriak Dian kepada prajurit nya.
Cíiiiisssssss...,... Trrrreennnngggg.........
sebuah Mecha hitam pekat keluar dari dalam kontainer.
"ingat dia bukan orang sembarangan harus berhati-hati dalam menghadapinya." teriak Dian
"siap Pak" seru prajurit Dark Reaper.
"Maju"seru lantang Dian.
saat sedang memasuki gedung, sebuah panah melesat Dan mengenai kepala salah Satu prajurit Dark Reaper Dan membunuhnya seketika.
"sial dia sudah berkembang pesat jauh melebihi dugaanku" gumam Dian dalam Hati.
"Kita berpencar jadi 3 team. masing-masing berkepompok 3 orang. menyebar ke seluruh ruangan", perintah Dian kepada prajurit nya.
"baik Komandan",seru pasukannya.