The Jackal's

The Jackal's
TJ 14:Bertempur Bersama



Matahari menyambut pagi yg cerah, Jhon, Eduardo Dan Lian melanjutkan perjalanan mereka.


Jhon berencana merecrut anggota JACKAL'S yg sudh diberhentikan untuk menghabisi tentara dari Federal Country. Di perjalanan mereka melihat nasib penduduk yg sangat menyedihkan akibat perang ini. Jhon mulai bertekat untuk menghentikan peperangan ini.


Sebelum sampai di Kota berikutnya, mereka diberhentikan oleh sekelompok pasukan bersenjata.


"Sial apa yg harus Kita lakukan Captain?",Tanya Eduardo.


"Tenang saja mereka dipihak Kita. kau Tak usah takut",ujar Jhon.


saat mereka mengobrol, seorang prajurit memerintahkan mereka untuk turun dari kendaraan mereka. Tampa pikir panjang Jhon,Eduardo Dan Lian langsung turun dengan posisi tangan diangkat ke atas menandakan mereka tidak melawan.


"geledah mereka",ujar seorang prajurit kepada bawahannya.


"baik Pak",sahut prajurit tersebut.


sembari bawahannya mengeledah mereka bertiga, atasan mereka bertanya dengan nada curiga.


"siapa kalian? apa urusan kalian melewati daerah ini?,"


"Apakah kalian tidak Tau ini daerah perang?", Tanya prajurit itu dengan nada tinggi.


Dengan wajah tenang Jhon menjawab pertanyaan prajurit tersebut.


"namaku adalah Jhonson Lin's. aku komandan pasukan Jackal's. Kami hanya ingin menyebrang menuju kota selanjutnya untuk mengunjungin teman kami."jawab Jhon.


Dengan wajah yg kaget bukan kepalang prajurit itu tiba-tiba merasa tidak nyaman melihat wajah Jhon yg kelihatan sangat tenang.


"Maaf sebelumnya. bukankah kau Captain Jhonson Lin's yg berhianat itu?",tanya prajurit itu.


"betul. tapi ingat aku bukanlah penghianat. Seorang prajurit Jackal's telah menghasut pemerintah Federation untuk menangkap ku"jelas Jhon.


"baiklah Captain kami harus melaporkan kejadian ini kepada atasan kami",jawab prajurit tersebut.


"baiklah silahkan. aku tidak keberatan",ujar Jhon sembari tersenyum.


setelah beberapa saat prajurit itu pergi meninggalkan mereka bertiga untuk melaporkan kejadian tersebut, akhirnya prajurit itu kembali.


"Maaf sebelumnya Captain, atasan kami ingin berbicara dengan Anda di komando pusat",ujar prajurit tersebut.


setelah hampir 30 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di markas komando pusat milik pasukan Federation.


Tepat di depan pintu masuk Jhon langsung masuk di kawal oleh Eduardo. Tak lama Kemudian mereka sampai di ruangan komandan yg meminta mereka menghadap.


"selamat datang Captain Jhon. maaf telah memintamu harus datang ke sini Captain",ujar komandan tersebut.


"Hormat kepada komandan. ada apa saya sampai di panggil oleh komandan ke markas ini",tanya Jhon dengan heran.


"aku punya permintaan kepada mu captain Jhon. di perbatasan kota Sauchi pasukan kami sangat sulit untuk masuk ke dalam kota. aku ingin kau membatu pasukan kami dengan menjadi salah satu pemimpin pasukan di sini, kami mohon bantuan dari mu", pintah komandan tersebut.


"maaf komandan, saya bisa saja membantu anda. tapi saya harus tau apa yg menghalangi pasukan kita untuk masuk merebut kota Sauchi ini", tanya Jhon.


"pasukan kita di hadang oleh sebuah meriam baja. meriam itu bisa mendeteksi pergerakan yg berjarak 10000 km."


"cuma kalian lah pasukan Jackal's yg dapat membantu kami. karna kami dengar kalian mempunyai Mecha yg dapat menembak dalam jarak 13000 km", ujar komandan tersebut.


"baiklah komandan kami akan membantu anda dan pasukan Federation. tapi saya minta satu hal kepada komandan", ujar Jhon yg memberika persyaratan.


"apa yg kau inginkan. katakan saja selagi aku masih bisa menyanggupinya", ujar komandan tersebut.


"saya cuma ingin nama saya dibersihkan."pintah Jhon.


"baiklah kami akan mengusahakannya. mohon bantuaannya", ujar komandan tersebut.


"baiklah komandan kami akan bergabung",


"trima kasih Captain."kata komandan itu.


sebelum meninggalkan ruangan tersebut Jhon teringat akan satu hal.


"oh saya lupa komandan. saya ingin meminta agar saya bisa pergi untuk beberapa waktu."ujar Jhon.


"kalau boleh tau kemanakah kau akan pergi Captain?",Tanya Komandan tersebut.


"saya akan mencoba memanggil sang Mata Iblis",kata Jhon sambil tersenyum.