
Keesokan harinya, Jhon dan pasukannya bersiap-siap untuk melakukan misi penyelamatan anggota JACKAL'S Dan prajurit Federation.
"Baiklah semuanya. Sesuai rencana kita. Penyelamatan ini harus selesai dengan cepat. Para sandera harus di utamakan", ujar Jhon.
"Siap pak",
--------------
"Katakan. Apa yang telah di rencanakan Jhon untuk Federation?", ujar jendral itu.
"Hahaha. Sampai 100 kali pun kau menghajarku, walau aku mati, aku tidak akan menghianati negaraku", ujar Lian.
Mendengar perkataan Lian, jendral itu marah dan kesal akan perkataan Lian.
" Memang anggota JACKAL'S. Kau tidak takut mati", ujar sang jendral sembari melayangkan pukulan yang sangat keras ke tubuh Lian berkali-kali.
Lian yang terkena pukulan itu cuma bisa menerima nasib akan hidupnya. Tampa di sadari Lian pingsan tidak sadarkan diri. jendral itu pun pergi meninggalkan Lian yang hampir sekarat.
Di saat Lian pingsan, dirinya tersadar berada di sebuah Taman yang sangat indah. Lian merasa terpukau dengan keindahan taman itu.
"Dimana ini? Apa aku sudah mati?", ujar Lian.
Lian yang penasaran dengan tempat dirinya berada sekarang, berkeliling di sekitar taman tersebut. Saat sedang berkeliling, alian bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik seperti bidadari. Lian yang penasaran Tampa pikir panjang langsung menghampiri si wanita tersebut bermaksud untuk bertanya.
Saat Lian sampai di tempat wanita itu, wanita itu menyapa dengan nada yang sangat lembut.
"hai Lian. sudah lama aku menunggumu", ujar wanita itu.
Lian tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Lian merasa heran, wanita itu baru pertama kali ia lihat tapi dia sudah mengetahui nama Lian. Seperti sudah kenal sedemikian lamanya.
"Siapa kau? bagaimana kau tahu nama ku?", tanya Lian penasaran.
Dengan senyuman lembut bak bidadari, wanita itu mulai menjelaskan siapa dirinya dan mengapa dirinya berada di sini. Ternyata Lian adalah keturunan alih sihir pada masa dinasti Ming. Leluhurnya adalah ahli sihir terhebat sepanjang masa itu. Tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan mereka pada masa itu.
"Maaf nenek. Aku sama sekali tidak mengetahui identitasku selama ini. Mohon maafkan aku", ujar Lian.
"Kau tidak perlu meminta maaf. Aku akan memberikan kekuatan ku. Aku sudah tidak ada waktu lagi. Gunakan kekuatan ini untuk membatu yang lemah", Ujar wanita itu.
" Apa magsud nenek? aku sama sekali tidak mengerti?", ujar Lian.
Dengan senyum yang manis, wanita itu hanya tersenyum dengan perkataan Lian.
"Kau akan mengerti. Sekarang waktunya untuk dirimu kembali", ujar wanita itu.
Lian lalu tersadar dari pingsannya dan masih menemukan dirinya masih di sel tahanan Federal Country.
"Apa yang sedang terjadi? apa barusan itu?", ujar Lian.
Lian yang tersada merasakan tubuhnya sangat fit. Lian tidak merasakan apapun sakit pada tubuhnya.
"Luar biasa. Aku ingin mencoba kekuatan yang di berikan nenek padaku",
Lian lalu mencoba untuk menghancurkan rantai yang mengikat dirinya. Luar biasa ajaib, rantai yang mengikat dirinya meleleh bagai di lelehkan api. Lian tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
"Luar biasa sekali. Sihir ini sangat kuat. Aku bahkan tidak merasakan sakit sama sekali", ujar Lian.
Tampa pikir panjang Lian dengan mudahnya menghancurkan sel penjara tersebut.
"Jangan bergerak. Atau kami Akan kami tembak", ujar seorang prajurit.
Tetapi, tiba-tiba saja, senjata mereka berubah menjadi kayu yang sangat lembek.
"Sarto........", ujar Lian Tampa ia tersadar mengatakan itu.
Tiba-tiba saja para prajurit itu terbakar habis tidak tersisa.
"Luar biasa. Aku sangat berterima kasih pada leluhurku", ujar Lian.
Tampa basa-basi lagi, Lian langsung mengeluarkan para prajurit yang di tahan Federal Country.
"Ambil senjata dari gudang senjata. kita akan menghancurkan tempat ini. pasang bom di setiap tempat dan jangan biarkan ada pasukan uang tersisa", pintah Lian kepada para prajurit itu.
"Siap letnan", ujar mereka.
Dengan cepat mereka langsung melakukan sesuai perintah Lian. Berbeda dengan Lian, Dirinya menghadapi setiap pasukan penjangan dengan mudah. Setiap ada yang ingin membunuh Lian, prajurit itu tiba-tiba saja terbakar hangus tidak bersisa.
Prajurit musuh yang melihat kejadian itu, merasa ketakutan tidak karuan.
"Mengerikan, penyihir ini sangat kuat menyingkir semua", pintah salah satu prajurit itu.
Naas. sebelum meninggalkan lokasi itu, mereka terbunuh di tangan Lian. Tidak ada satupun meraka yang berhasil hidup. Sampai semua bom telah terpasang dan mereka meninggalkan lokasi itu.
"Letnan. ini pemicunya", ujar salah satu tahanan.
Lian lalu mengambil pemicu itu dan menekannya. ledakan besar menghiasi setiap sudut penjara itu. Besarnya ledakan membuat hampir seluruh penjara itu hancur bagaikan pasir. Tidak ada satupun yang tersisa dari penjara itu.