The Jackal's

The Jackal's
TJ 36:Kota Hanchi



Selah memakan hampir 3 jam perjalanan, akhirnya team tersebut sampai di kota Hanchi.


Mereka di sambut baik oleh para Kolonel yang bertugas di sana.


"Selamat datang Mayor Jhon. Ini adalah markas pertahanan Kota Hanchi. Mari ke ruang rapat kami", ujar salah satu Kolonel.


Tampa basa-basi, Jhon dan teamnya langsung masuk ke markas tersebut. Hampir Beratus pasang mata menatap Jhon dan anggota Teamnya.


"Apa ini? team terkuat? kelihatannya lemah",


"Benar sekali, bahkan ada perempuan di dalamnya. Team aneh. Mungkin mereka cuma jadi pancingan saja",


"Aku dengar-dengar, pimpinan mereka menghianati anggotanya sendiri", Bisik mereka yang menatap Jhon.


Eduardo yang sedari tadi diam menahan amarahnya, hampir melukai pasukan yang menghina Jhon. Dengan cepat Jhon langsung menahan amarah Eduardo.


"Jangan lukai mereka


Mereka bukan tandinganmu." bisik Jhon kepada Eduardo.


Akan tetapi, seseorang prajurit malah makin memanaskan suasana di tempat tersebut.


"Anjing ya tetap saja anjing. Tidak bisa bergerak kah karena ada tuanmu", kata prajurit tersebut.


"Ini lagi. Wanita jalang darimana kalian dapat ini. Menjijikan."sambungnya.


mendengar hinaan yang tertuju pada dirinya, Lian mulai ikut emosi tidak terkecuali Max dan Eduardo. Jhon yang melihat kondisi tersebut hanya bisa menutup mukanya sembari meninggalkan mereka bertiga.


"Terserah kalian saja, yang penting jangan bunuh mereka. kasih lah belas kasihan kalian bertiga", pintah Jhon sembari mengajak para petinggi markas tersebut meninggalkan lokasi tersebut.


"Siap pak. laksanakan perintah", ujar ketiganya sembari tersenyum dingin pada prajurit itu.


"Baiklah. Perintah sudah diberikan. ayo bertaruh. Siapa yang menghabisi paling banyak dia yang menang", ujar Max.


"Apa yang ingin kau jadikan hadiah buat pemenang utama?", tanya Lian dan Eduardo.


Max lalu memutar otaknya. Tidak lama berselang, Sekelompok prajurit tiba-tiba saja datang menghampiri ketiganya. Eduardo, Max, dan Lian malah merasa ini menjadi permainan yang Adil.


"Baiklah. pemenangnya harus memerintah yang sisa dua orang yang kalah harus menerima perintah itu", ujar Max.


"kurang aja sekali, berani tak mengindahkan ku??", dasar pasukan penghianat negara",


hinaan yang dilontarkan prajurit itu, membuat suasana hati ketiganya menjadi sangat berang.


Tampa basa-basi lagi, mereka langsung menyerang bersama-sama. Eduardo, Lian dan Max hanya tersenyum pahit melihat para prajurit muda itu dan langsung menghajar mereka juga. Pertempuran tidak terelakkan begitu saja. ketigannya menggunakan jurus yang mereka pelajari. Satu persatu prajurit itu tumbang tidak sadarkan diri, sampai akhirnya hampir 20 orang dari mereka terluka tapi tidak serius.


"A-ampun. Ampuni kami. Kami salah. Kami minta maaf pak?", ujar salah satu prajurit yang terluka.


"Baiklah kalian akan kami maafkan. Kami bukan penghianat negara.ingat itu", ujar Max dan Eduardo serentak.


Prajurit itu cuma mengangguk cepat, dan pergi meninggalkan mereka bertiga. Tidak lama setelah kejadian itu, hampir semua pasukan yang ada di sana, tidak ada yang berani mencari masalah kepada team JACKAL'S.


-------------


Sudah hampir 2 hari Jhon dan teamnya sampai di Konya Hanchi. Mereka di sambut baik oleh para atasan tertinggi mereka. Walau tindakan bawahannya dapat mengejutkan Jhon dan pasukannya.


Kota Hanchi, dikenal sebagai kota distributor terbesar ke 1 di dunia. Karena mampu membiayai kebutuhan Federal Country, makan negara itu sedang dalam masa proses jajahan.


NOTE:Halo guys. Maaf terlalu lama tidak update. soalnya di sibukkan kerja jadi kurang ada waktu menulis novelnya. harap bro/sis sekalian memakluminya. Mungkin beberapa hari ini gua jarang update. tapi gw akan berusaha untuk kerjar crazy update.


God bless you all.