
Hallo guys. Mohon maaf kepada kalian yang membaca cerita gua. Gua meminta maaf yg sebesar besarnya kepada kalian karena gua jarang update cerita lagi. Masalah kerjaan membuat gua terhadang untuk melanjutkan ceritanya. Sekali lagi mohon maaf kepada kalian. Terima kasih
Tidak butuh waktu lama, pasukan Federation dan JACKAL'S telah selesai mempersiapkan peralatan mereka.
"Baiklah. Kita akan merebut kembali Yanmar dari tangan musuh", ujar Jhon.
"Siap pak", ujar mereka serempak.
Tampa berbasa basi lagi, mereka segera melakukan apa yang telah di perintahkan oleh Jhon. Tidak butuh waktu lama, perlengkapan sudah selesai semuanya.
"Komandan Jhon?", tanya dokter Stanley.
Mendengar suara yang tidak familiar baginya, Jhon menoleh ke sumber suara itu.
"Oh dokter Stanley. Ada apa kah dirimu mencari ku?", ujar Jhon.
"Maaf mengganggu anda. Saya telah melakukan analisa baru bagi Mecha mu. saya telah mengembangkan sistem persenjataannya. Ini", ujar dokter Stanley sembari memberikan sebuah kertas yang berisikan kode.
"Apa ini dokter?", tanya Jhon.
"Ini adalah kode pengaktifan senjata di Mecha anda pak. Saya telah memasukan setiap kode yang ada di kertas itu. Anda tinggal menyebutkannya saja nanti", ujar dokter Stanley.
Jhon merasa binggung dengan hal itu, tetapi ia tidak berkomentar banyak. Jhon kemudian bergegas ke dalam mobil untuk berangkat ke kotaa Yanmar. Begitu juga dengan dokter Stanley. Tidak ada satupun pasukan yang tinggal lagi di puing-puing itu. Dan mereka akhirnya pergi.
Perjalanan kali ini sangatlah panjang, membutuhkan sekitar 2-3 hari. Di setiap perjalanan mereka, banyak bertemu dengan pasukan musuh. Akan tetapi mereka tidak membiarkan mereka lolos dan memusnahkan semuanya Tampa sisa.
Hari demi hari, Mereka menghabisi setiap musuh yang mereka temui dan merampas perlengkapan musuh itu. Tampa di sadari akhirnya merek sampai di kota Yanmar.
Mereka langsung saja menuju ke markas aliansi mereka di kota Yanmar. Sesampainya di sana, mereka di sambut baik di sana.
"Selamat datang komandan Jhon. Saya adalah Jenderal Turner, pimpinan di markas ini", sambut Jenderal Turner.
"Terima kasih Jenderal. Kami ingin meminta waktu untuk istirahat. Perjalanan sangat jauh, kami belum sempat istirahat", ujar Jhon.
"Kalian duluan saja. Aku masih ada urusan dengan Jenderal", pintah Jhon.
Sembari membeti hormat, mereka meninggalkan Jhon dan Jenderal Turner berdua.
"Maaf Jenderal, Saya ingin mengajukan sebuah misi untuk menghancurkan markas cabang musuh.", ujar Jhon.
Jenderal tersedak mendengar permintaan Jhon. dirinya tidak menyangka, Jhon akan memohon itu kepadanya.
"maaf komandan Jhon. anda tidak mungkin sendirian menghadapi mereka", ujar Jenderal Turner.
"saya mempunyai cara tersendiri Jenderal. Saya juga meminta beberapa Bom C-4 dan granat tempel. itu saja cukup", ujar Jhon.
Sang Jenderal hanya bisa menyetujui permintaan Jhon. Dirinya tidak ingin bermasalah dengan pemuda itu. Sebab sepak terjangnya di Medan perang sudah dia ketahui.
Tidak butuh waktu lama, Seorang prajurit membawakan barang yang telah ia minta sebelumnya.
Tampa pikir panjang, Jhon memberi hormat dan langsung meninggalkan tempat itu. Dengan cepat Jhon menancap gas meninggalkan markas tersebut.
***********
Selama di perjalanan, Jhon menghadapi banyak kesulitan. Tetapi itu semua hanya seperti debu bagi Jhon. tidak berarti apa-apa.
Satu persatu Jhon mendatangi setiap markas musuh yang ada di kota Yanmar. Banyaknya musuh membuat Jhon memasang senyum menakutkan yang membuat pasukan musuh gemetar ketakutan.
satu persatu musuh di basmi oleh Jhon tampa kesulitan. Jhon juga tidak lupa melepaskan sandera yang di tahan oleh pihak musuh. Aroma darah sudah melekat di Mecha Jhon akibat pembantaian yang ia lakukan.
Setiap markas yang telah hancur, Jhon memberi laporan ke Markasnya dan langsung menuju ke tempat berikutnya. Suara teriakan musuh yang kesakitan menghiasi pembantaian yang Jhon lakukan. Musuh tidak menduga bahwa cuma Jhon seorang, sebuah markas bisa menjadi tempat pembantaian besar-besaran.
Dan akhirnya Jhon sampai di markas terakhir pasukan Federal Country. Jhon merasa curiga bahwa tidak ada satupun prajurit yang berjaga di sana. Perasaan waspada menyelimuti Jhon. Dia melihat sekeliling dan memantau keadaan markas tersebut.