The Jackal's

The Jackal's
TJ 43:Mark dan Rose



Maaf bagi pembaca saya, karena saya lama tidak update. Saya lagi bekerja untuk membatu orang tua. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Kalau kalian kelamaan menunggu update dari saya, kalian bisa Chat di WA saya +6281396165516. Karena saya kerja di laut jadi susah nyari jaringan buat nulis lagi.


Terima kasih atas perhatiannya. Enjoyy.


Setelah 2 hari kejadian itu, Eduardo dan Max menjaga sikap terhadap Lian. Mereka berdua tidak ingin cari masalah dengan gadis itu. Lian yang memperhatikan sikap keduanya merasa bingung, setiap hari banyak pertanyaan muncul di kepalanya.


Saat sedang termenung memikirkan hal itu, suara yang tidak asing terdengar melalui radio genggamnya.


"Perhatian bagi seluruh pasukan JACKAL'S, Harap berkumpul di ruang misi 1 jam mendatang", ujar Jhon yang berbicara melalui radio itu.


"Baik Pak", ujar ketiganya.


***********


Satu jam telah berlalu, Pasukan JACKAL'S sudah berkumpul di ruangan tersebut.


"Baiklah semuanya. Kali ini kita mendapatkan misi untuk bergabung bersama pasukan Federation di kota Yanmar", jelas Jhon.


"Seperti yang kalian ketahui, kota Yanmar adalah kota besar yang pernah di miliki oleh Federation. Tetapi sekarang telah di rebut oleh Federal Country beberapa bulan yang lalu", sambung Jhon.


"Banyak warga yang telah menjadi korban dan dijadikan budak oleh Federal Country. Kita harus merebut kembali kota Yanmar. Ada pertanyaan",


Dengan sigap, Eduardo mengangkat tangannya menandakan ia ingin bertanya.


"Izin pak. Apakah yang harus kita lakukan pak saat merebut daerah tersebut", tanya Eduardo.


Sambil memasang senyuman, Jhon menjelaskan detail penyerangan yang akan di laksanakan.


"Baiklah Ed. Pertama kita akan dibagi menjadi beberapa team. Ed, seperti biasa kau akan bersama dengan Lian", ujar Jhon.


Tetapi raut wajah Eduardo menjadi pucat. dia memikirkan kekuatan mengerikan Lian sebelumnya. Dia ingin memberikan komentar tetapi dia mengurungkan niatnya untuk itu sambil memandang wajah polos Lian yang mengerikan.


"Kita akan di bantu oleh seseorang yang mungkin kalian kenal", ujar Jhon sembari memerintahkan orang itu masuk.


"Mark? Rose? apa yang mereka lakukan di sini Mayor?", ujar Eduardo kebingungan


Berbeda dengan Lian dan Max. mereka berdua kebingungan melihat reaksi dari Eduardo.


Sambil tertawa kecil, Jhon mulai menjelaskan keberadaan mereka berdua.


"Aku yakin kau pasti terkejut Ed. Mereka berdua datang pagi ini setelah mendengar kabar aku masih hidup. Jadi mereka datang ke sini", ujar Jhon.


"Tetapi Mayor, mereka bersekutu kepada binatang itu." ujar Eduardo lantang.


"Hei Ed. kami tidak pernah mengkhianati Jhon. Ingatkah kau dulu kami pernah berjanji kepada Jhon untuk membantu Jhon walau mengorbankan nyawa kami sendiri?", tanya Mark yang membuka suara.


tiba-tiba saja Eduardo mengingat kembali kenangan lama mereka saat masih berada di pasukan JACKAL'S yang dulu.


Pada jaman JACKAL'S dulu, Mark dan Rose dikenal sebagai sebagai Reapher Family. Mereka adalah 2 saudara yang di selamatkan Jhon saat perang dingin. Jhon mengajak mereka dan melatih mereka menjadi pasukan JACKAL'S saat Eduardo dan yang lainnya menjalankan tugas.


"Kami sudah bertekad untuk selalu berada di samping Jhon Ed. jadi kau tidak perlu khawatir akan hal itu", ujar Rose.


Kedua bersaudara ini adalah ahli dalam peledak dan persenjataan berat. Senjata yang mereka rancang adalah senjata anti Mecha yang sangat kuat dan bisa menghancurkan sebuah Mecha hanya dalam 2 kali serang.


"Baiklah. karena Mayor masih mempercayai kalian, aku akan melepaskan kalian. Aku sendiri yang akan mengawasi kalian", ujar Eduardo dengan tatapan dingin.


Mark dan Rose hanya mengangguk pelan akan apa yang mereka dengar Tampa membantah perkataan Eduardo.


Melihat sikap ketiganya, Jhon mulai teringat akan masa lalunya di JACKAL'S. Setelah menengahi pertengkaran ketiganya, Jhon lalu melanjutkan penjelasannya akan misi yang akan mereka jalani.


Saat sebelum menjelaskan kembali, terdengar suara ledakan dan tembakan di luar ruangan di sertau bunyi alarm peringatan. Komandan tertinggi Markas Komando memberitahukan adanya penyerangan ke dalam markas. Dengan cepat Jhon langsung mengambil tindakan.


"JACKAL'S, bergerak. Lindungi pasukan kita dan logistik", ujar Jhon.


"Siap pak", ujar pasukan itu serempak sembari meninggalkan ruangan itu.