
Selama di perjalanan, Jhon banyak menemukan mayat prajurit Federation yg sudah gugur berserakan sepanjang jalan. Jhon masih terus berharap adanya prajurit yg masih selamat.
Setelah sampai di lokasi, Jhon melihat banyak sekali para penjahat yg menjaga tempat itu dengan senjata lengkap. Jhon yg mulai kebingungan, dikarenakan bunker c adalah bunker persediaan amunisi.
" tidak mungkin para penjahat ini cuma mengambil amunisi saja, pastinya mereka sudah merencanakan ini dengan teliti" pikir Jhon.
Dengan segenap kemampuannya, Jhon menyelinap dengan sangat hebat sehingga para penjaga itu tidak bisa mengetahui posisi nya. Satu persatu Penjahat yg berjaga kehilangan nyawanya yg berharga dikarenakan Jhon membunuh mereka semua dengan tanktik yg cerdik.
Setelah hampir seperempat penjahat itu tewas, Jhon langsung menuju ke atas gedung penjaga. Saat sedang memasuki gedung penjaga, Jhon dihadang oleh seorang prajurit yg kelihatanya sangat hebat dalam pertarungan jarak dekat. Jhon Tampa pikir panjang langsung menyerang prajurit tersebut dengan membabi buta.
Alangkah terkejutnya Jhon saat mengetahui semua serangan yg dia berikan dapat di tahan oleh prajurit tersebut.
"Cihh. kau hebat juga",puji Jhon.
dengan hanya menunjukkan ekspresi senyum prajurit itu langsung mengacungkan tangannya dan memberi isyarat agar Jhon menyerangnya lagi. Melihat pergerakan itu, Jhon kembali menyerang prajurit itu dengan membabi buta. Tetapi tetap saja, semua serangan yg dia berikan sia-sia saja.
______________
Hampir 30 menit mereka bertarung tetapi Jhon belum saja menyentuh prajurit itu.
"Kalau begini terus aku akan kalah, sepertinya dia bukan manusia biasa",ujar Jhon dalam hati.
setelah memikirkan cara untuk mengalahkan prajurit tersebut, Jhon langsung melancarkan rencananya. Setiap serangan demi serangan sangat berpola. Sedari awal Prajurit itu santai melawan Jhon, tiba-tiba menjadi sangat waspada akan serangan yg diberikan oleh Jhon kepadanya.
sampai pada akhirnya pukulan telak mengenai perut prajurit tersebut dan terlempar beberapa meter lalu menabrak truck yg ada di belakangnya. Darah segar mulai mengucur di atas dan dari mulut prajurit tersebut. Melihat kejadian itu, Jhon langsung mengeluarkan senjatanya dan juga langsung menembak tangki truck tersebut. ledakan besar tersebut langsung menerbangkan tubuh prajurit yg ada di samping truck tersebut. tubuh yg terkena ledakan itu terlempar hingga puluhan meter.
Melihat kemenagan di pihaknya, Jhon Tampa pikir panjang langsung menghampiri prajurit tersebut. Betapa kagetnya Jhon melihat prajurit itu masih hidup dengan luka yg cukup besar di bagian perutnya.
Mendengar Jhon bertanya hal demikian, prajurit itu membuka topengnya secara perlahan-lahan lalu menunjukkan wajahnya.
Bagai di sambar petir Jhon tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat wajah prajurit tersebut yang ternyata adalah sang Kolonel yg merekomendasikan dirinya masuk ke angkatan darat. Jhon yang awalnya mengacungkan senjatanya pada sang Kolonel secara perlahan melepas bidikannya.
"Kenapa Kolonel?kenapa anda melakukan hal kejam seperti ini?"
"Lihatlah para prajurit yg kau latih gugur di tanganmu sendiri. Kenapa?" tanya Jhon dengan nada tinggi.
Sambil tersenyum Kolonel Michael menjawab pertanyaan Jhon dengan santai tak berdosa.
"Aku hanya ingin membuat monster dalam tubuhmu bangun. Sehingga bisa aku manfaatkan",ujar Michael.
"Beribu perang kuhadapi dengan segenap tenaga dan segenap kekuatan. tetapi para petinggi ini menganggap sampah perjuangan yg kami lakukan. Team yg sudah aku latih selama bertahun-tahun gugur di Medan perang Tampa mendapatkan apapun",sambung Michael.
Tiba-tiba saja setelah berkata demikian Kolonel Michael langsung menembak Jhon.
untungnya tembakan tersebut meleset dan melukai sebelah matanya. Melihat tindakan tersebut Jhon yg terbawa emosi Langsung mengarahkan pistolnya ke arah Michael.
"Lakukan lah nak. Keluarkan semua hawa monster dari dalam tubuhmu",ujar Michael.
"Aku......aku.......aku tidak bisa. aku tidak bisa membunuhmu. kau adalah orang yang penting dalam kesuksesanku. aku tidak mungkin membunuh mu."jelas Jhon.
Mendengar perkataan Jhon, Kolonel Michael merasa geram dan tidak pikir panjang ingin membunuh Jhon dengan pistolnya, Tertapi sebelum Kolonel Michael melakukannya Jhon dengan cepat langsung menembak kepala sang Kolonel. padasaat tembakan itu terjadi sang Kolonel sudah tidak bernyawa lagi.
Saat telah mengetahui Jhon telah membunuh sang pahlawan, Jhon langsung menggila dan hilang kontrol pada emosinya. Jhon yg dinilai orang adalah periang dan suka bercanda kini hilang di telan oleh kebencian. Jhon mulai merasakan bahwa dirinya tidak seperti dia yg dulu lagi. Jhon akhirnya bertekuk lutut sembari menagis dengan terseduh seduh.