The Jackal's

The Jackal's
TJ 12:Bergabung kembali



Terima kasih buat pembaca sekalian yg mensupport saya sampai saat ini.


bila kalian punya Saran atau kritik silakan tulis di kolom komentar ya Genks.


jangan lupa juga like Dan share genks.


God Bless You All.


Setelah hampir 2 jam melakukan Pertempuran sengit, akhirnya mereka berdua melakukan serangan terakhir untuk menemukan kemenangan Pertempuran Kali ini.


"kau sungguh hebat Captain. tidak di sangka-sangka Dewa Perang Kematian masih sehebat ini",puji Eduardo kepada Jhon.


dengan wajah yg tersenyum Jhon menerima pujian tersebut dengan sedikit merendah,"ahh kau terlalu memuji. Kau juga tidak kalah hebat Eduardo",


"sebenarnya aku Tau apa yg terjadi padamu 2 tahun lalu. Captain benarkah kau ingin membunuh semua anggota The Jackal's?"Tanya Eduardo dengan nada tinggi.


dengan wajah penuh kesedihan Jhon menjawab pertanyaan Eduardo dengan santai ,"kau Tau diri ku Eduardo. kau adalah sahabatku yg baik. aku tidak mungkin melakukan Hal sekejam itu."


"lagi Pula apa untungnya dengan membunuh semua anggota The Jackal's? termagsud sahabatku sendiri?",jelas Jhon.


"kau Dan Mike sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Kita berjuang bersama Mati bersama",sambung Jhon.


mendengar kata-kata Jhon. Eduardo merasa tidak Ada kebohongan dari kata-kata Jhon.


"Selesaikan misi mu prajurit",suara Miles memecah lamunan Eduardo.


"dia membual tidak mungkin dia berkata jujur padamu. ingat tidak Ada pencuri yg mengakui dirinya pencuri", sambung Miles.


karena terpengaruh kata-kata Miles. Eduardo langsung melesat menyerang Jhon dengan tenanga terakhirnya.


Tiba-tiba saja Jhon mengingat Ada senjata rahasia di balik Mecha tersebut yg belum dia gunakan.


"senjata rahasia tembakan",teriak Jhon yg langsung membuat Eduardo terkejut bukan kepalang.


sebuah meriam keluar dari bahu Mecha yg digunakan oleh Jhon. Dan langsung menembak Eduardo. merasa nyawanya terancam Eduardo mengeluarkan pedang sabernya untuk mencoba membela peluru tersebut.


saat peluru ditembakkan, peluru itu melesat bagaikan kilat yg menyambar, sampai-sampai Eduardo tidak bisa mengelak Dan cuma bisa pasrah menerima serangan tersebut.


"Ledakkan",teriak Jhon,


seketika itu juga peluru itu meledak sebelum mengenai Eduardo. tapi efek ledakan tersebut menghancurkan helm pelindung Eduardo.


Dan di saat bersamaan sirkuit Mecha Eduardo langsung eror Dan Mecha tersebut tumbang ketanah.


sambil memukul kepala Eduardo Jhon tertawa lepas,"hahaha kau bodoh apa idiot ha. kan sudah aku katakan kau itu saudaraku aku tidak akan membunuh saudaraku di sini",


mendengar perkataan Jhon Eduardo tidak bisa menahan rasa haru yg dia rasakan Dan di saat yg bersamaan air Mata mulai mengalir deras ke pipinya.


merasa terkejut dengan ekspresi Eduardo Jhon mulai iseng kepada Eduardo,"kau kenapa? seorang prajurit Sword Master menangis? ini Hal yg bàru. hahahaha", tertawa lantang Jhon yg mengejek Eduardo.


dengan pipi yg merah Eduardo mencoba untuk membela diri,"apaan? aku tidak menangis. mataku cuman kemasukan pasir tadi sehinggan menangis,"


mendengar kata-kata Eduardo, Jhon merasa Sahabat nya itu sudah bisa percaya sepenuhnya kepada dirinya.


"Reuni yg mengharukan. kalian bisa berbincang-bincang di sini selagi aku meledakkan Bunker ini", suara Miles memecah perhatian Jhon Dan Eduardo.


"kalian nikmatin saja dulu. aku pergi dulu ya? semoga kalian selamat. oh ya aku sudah menyuruh pasukan untuk mencari Dan membunuh seorang gadis yg ikut dengan mu.",penjelasan Miles membuat Jhon teringat akan Lian.


#Beberapa saat yang lalu..............


lokasi Lian berada......


"Hoaammm......berapa lama lagi aku harus menunggu."keluh Lian yg sudah lama menunggu Jhon kembali.


Tiba-tiba saja alat yg diberikan Jhon berbunyi Dan membuat Lian terkejut.


"kalau tidak salah bila alat ini berbunyibaku harus menekan tombol ini",gumam Lian yg langsung menekan tombol yg berbunyi.


seketika itu juga muncul sebuah senjata berbentuk mini gun dari dalam tanah yg langsung menyerang tentara yg mendekati Lian.


Note:Mini gun itu sejenis senjata berat. kalau bro/sis pernah nonton Terminator, yah sejenis itulah.


Alat yg dipengang oleh Lian berbunyi lagi. Tampa basa-basi Lian langsung menekan tombol tersebut. sebuah misile langsung melesat menghantam selusin tentara.


"Pak Kita tidak bisa mendekati hi gadis itu. dia memiliki pertahanan yg cukup kuat."teriak seorang prajurit.


"benar Kita harus keluar meninggalkan daerah ini."perintah atasannya.


"Baik Pak",teriak para prajurit tersebut.


tapi sebelum mereka meninggalkan daerah tersebut sebuah misile melesat Dan langsung membunuh pasukan tersebut.


hampir 30 menit terdengar suara ledakan Dan tembakan Tak henti henti yg akhirnya berhenti. Lian merasa kaget Bak di sambar petir. dia tidak menyangka akan selamat dari musuh yg akan menangkap dirinya.


Dan yg lebih membuat Lian terkejut adalah segrombolan pasukan yg menyerang dia tadi sudah tewas Tak bernyawa di hadapanya.