The Jackal's

The Jackal's
TJ 19: Masa Lalu Kelam Jhon



Hai para pembaca sekalian. Tidak henti-henti nya saya berterima kasih kepada kalian yg sudah support saya sampai sejauh ini dan semoga saya bisa membuat cerita ini menjadi lebih menarik lagi.


jangan lupa coment bila kalian ingin memberi saran apa kritik. saya akan selalu open terhadap saran dan kritik kalian.


dan jangan lupa like dan share yg Genks.


God Bless You All.


Pada saat mereka sedang sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk bepergian, Lian mulai penasaran dengan masa lalu Jhon. Dengan memberanikan diri bertanya pada Eduardo Lian memulai diskusinya.


"ehh.. Eduardo. apakah aku boleh tau satu hal?" tanya Lian penasaran.


"ada apa dada rata? apa yg ingin kau tanyakan?" tanya Eduardo kembali.


"hmmm......bagaimana masa lalu Jhon saat bersama kalian?"tanya lain dengan penasaran.


Seperti tersedak dengan udara, Eduardo mencoba mengontrol keterkejutannya. Setelah tenang Eduardo memulai cerita pada masa mereka berjuang dulu.


"Sebenarnya Jhon adalah orang yg periang. Tetapi semua berubah semenjak kejadian itu".


#5 tahun yg lalu di KM67 daerah kawasan militer dimana seorang pemuda tinggal di sana............


Terlihat seorang pemuda yg sedang memperbaiki sebuah kendaraan terlihat gelisah.


"Maaf pak. anda harus mengganti businya dan beberapa kabel di mobil ini",ujar seorang pemuda yg ternyata itu adalah Jhon semasa mudanya.


"owh baiklah. apakah kau bisa memperbaikinya untuk sementara? sebab aku masih ada urusan yg mendadak" tanya seorang pria yg cukup berumur.


"kalau untuk jalan sementara, mungkin aku bisa bantu." jawab Jhon.


merasa penasaran pria itu bertanya kepada Jhon yg lagi sibuk memperbaiki Jeep yg sedang ia perbaiki.


"apakah kau tinggal sendiri di sini?" tanya pria itu.


"ah....tidak pak. saya tinggal bersama ibu saya." jawab Jhon dengan nada santai.


"ayahmu kemana?" tanya pria itu lagi.


"Ayahku sudah lama meninggal",ujar Jhon .


"astaga maaf aku menanyakan hal itu. Di LZ mana?" tanya pria itu.


NOTE: LZ itu adalah tempat pendaratan para tentara yg pergi ke Medan perang.


"ah... bukan seperti itu pak. ayahku cuma orang bisa. bukan tentara." jawab Jhon dengan santai.


"serahkan harta kalian. jangan bertindak sembarangan." ujar seorang pemuda itu sambil mendekati Jhon dan pria itu


Secara naluri Jhon langsung menyerang pemuda itu dengan cepat dan mengunci tangannya sehingga pemuda yg menggunakan senjata itu tidak bisa bergerak sambil meronta kesakitan.


"uaghh........apa yg kalian lakukan serang pemuda ini"pintah pemuda yg di tangkap oleh Jhon.


merasa dipermalukan, mereka langsung menyerang Jhon yg sedang lengah. tetapi tidak semuda itu, Jhon malah dapat menyerang salah satu dari 2pemuda yg tersisa dengan mematahkan lehernya. seketika itu juga pemuda itu terbujur kaku tidak bernyawa.


merasa kesal dengan kematian temannya pemuda yg satu lagi mengacungkan senjatanya ke kepala Jhon.


"hei bro. dia itu saudaraku beraninya kau membunuhnya. jangan harap kau bisa pulang den........DORRRR........." Sebuah tembakan tepat mengenai kepala pemuda itu sebelum pemuda itu menyelesaikan kata-katanya. ternyata itu adalah pria yg datang ke bengkelnya dan bercerita kepadanya.


merasa terancam dengan nyawanya, pemuda yg tersisa meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Mendengar hal itu Jhon langsung melepaskan kunciannya dari pemuda itu.


Tapi karena tidak merasa bersalah pemuda itu malah kembali menodongkan senjatanya kepada Jhon dan mengancam akan membunuh nya.


"kau sudah berani membunuh adik-adik ku. kau tidak akan ku biarkan hidup"ujar pemuda itu.


"Lepaskan pemuda itu." ujar pria tersebut.


"melepaskannya tidak akan",kata pemuda itu.


"aku akan bilang 1 sampai tiga bila kau tidak melepaskannya kau akan mati.* ujar pria itu.


*1 sampai 3*


"Kau mau mengancam ku tidak ak.....DORRR......" suara tembakan tersebut membuat pria yg tadinya berdiri kokoh kini tidak bernyawa lagi.


melihat ekspresi dari Jhon, pria itu mulai memperkenalkan diri.


"nama ku adalah Letnan Kolonel Michael. siap namamu anak muda?" tanya pria itu.


"nama ku adalah Jhonson Lin's." jawab Jhon.


"kau sungguh berbakat Jhon. apakah kau mau masuk menjadi angkatan darat?" ujar Michael sembari memberi tawaran kepada Jhon.


"aku akan mendukungmu. bila kau ingin mendaftar serahkan surat ini kepada pengawasnya. dia akan mengerti." ujar Michael.


"saya berharap kamu bisa ikut dalam satuan kami. saya tunggu kamu di satuan." jawab Michael sembari memberikan uang untuk perbaikan Jeep nya.


Dengan wajah yg tidak tau harus senang atau sedih Jhon sekedar ngangguk dan menerima uang tersebut. setelah Michael meninggalkan tempat tersebut, Jhon mulai memikirkan hal yg di ucapkan oleh Kolonel tersebut.


Setelah hampir 2hari berfikir, akhirnya Jhon memutuskan untuk ikut bergabung dalam angkatan darat.