The End Of The World

The End Of The World
Kebenaran terkuak



Mereka akhirnya sampai di sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang penerimaan tamu. ada 2 sofa besar bewarna kecoklatan dan sebuah meja kca kecil di depan sofa itu. Terlihat di dinding terpampang poster Hulk beserta super hero lainnya memenuhi dinding di ruangan itu.


"Lebih mirip di bioskop ya?" sikut Meghan kepada Win Xie.


Win Xie hanya mengangguk mengiyakan.


"Para ahli disini memiliki kegemaran menonton film super hero dan mereka juga memiliki impian untuk bisa menghasilkan super hero nyata di dunia ini." Terang Hudson sambil melangkahkan kaki ke sebuah lorong di depan mereka.


Ya, dari ruangan itu memang menyempit dan membentuk sebuah lorong panjang.


Mereka sampai di depan pintu baja tebal dan ada sebuah bilah papan angka disana. Hudson langsung mengetikkan angka-angka yang sudah begitu dihafalkan dengan tepat sekali.


Pintu mulai bergerak perlahan dan mereka mulai tercengang melihat sedikit demi sedikit bagian dalam ruangan yang benar-benar terlihat seperti adegan di dalam film fiksi.


Suara monitor dan alat-alat canggih lainnya memenuhi ruangan. Terlihat banyak orang berjubah putih lalu lalang juga ada yang terlihat panik.


Tiba-tiba seseorang mengangkat kepala ketika menyadari pintu baja terbuka dan dia melihat ke arah Hudson.


"Hudson? Sudah lama sekali kita tidak berjumpa" teriak wanita yang melihat ke arah pintu tadi.


Wanita ini langsung bergerak berlari ke arah Hudson dan langsung melemparkan diri ke arah Hudson seakan dia memang sudah tahu bahwa Hudson pasti akan bisa menangkap tubuhnya.


Hudson sedikit terhuyung tapi dapat kembali berdiri dengan tegap sembari menangkap sosok tubuh indah yang berlari tadi.


"Laila, jangan pernah melakukan ini lagi. Kau tahu aku tidak muda lagi" Ujar Hudson sembari memastikan sang wanita sudah berdiri tegak.


"Oh dear. Sudah bertahun- tahun kita tidak berjumpa, tentu saja aku menjadi bersemangat." Ucap Laila sembari merapikan pakaiannya.


"Kali ini bersama rombongan?" Selidik Laila ketika melihat banyak orang di belakang Hudson.


"Ya, aku punya berita bagus dan juga berita buruk." Ujar Hudson.


"Hum...kalau begitu kita ke ruanganku dulu. Disana lebih nyaman bicara daripada disini" Laila segera membawa mereka memasuki sebuah ruangan di sebelah kiri dari pintu baja tadi.


Ruangan ini begitu nyaman dan benar-benar minimalis. Tapi setidaknya mereka bisa beristirahat dan menikmati minuman hangat yang disajikan. Hal ini menjadi begitu berharga, dan sejenak membuat mereka lupa akan masalah zombie di luar sana.


"Berita di luar pasti kalian sudah tahu. Dan aku yakin kalian juga sedang berjuang menghadapi wabah ini" Hudson membuka percakapan dengan Laila dan dibalas dengan anggukan Laila.


Hampir setengah jam mereka di dalam sana dan Hudson juga Jada menjelaskan apa saja yang mereka alami dan hasil temuan serta perkiraan mereka kepada Laila.


"Begitulah, kami berpikir Profesor Lumberd pasti dalang dibalik ini." Ujar Jada cepat.


"Kita tidak bisa menuduh jika kita belum memiliki bukti yang akurat" jawab Laila lagi.


"Aku akan coba mengecek formula ini dan mari kita bandingkan dengan sampel-sampel yang kami terima" Laila membawa mereka ke sebuah ruangan kecil lagi.


Laila menyerahkan kertas itu kepada asisten kepercayaannya dan mereka langsung membaca dengan teliti.


"Ini gampang, semuanya ada di ruangan ini" Ujar Asisten Laila.


"Cobalah dan coba juga serum nya itu" Laila memberi perintah dan sang asisten kembali menghadapi kertas itu serta membuat catatan.


"Ini akan memakan waktu, setidaknya seharian. Aku yakin kalian lelah. Kami memiliki ruangan kamar yang masih kosong, lebih baik kalian beristirahat." Laila menawarkan kepada Hudson dan yang lainnya.


Akhirnya mereka sampai di ruangan dengan tempat tidur yang bertingkat. Lebih mirip barak tentara, tapi setidaknya mereka bisa beristirahat dengan baik.


"Mohon maaf, karena begini lah kondisi kami tidur. Kecuali bagi atasan-atasan, mereka memiliki ruangan pribadi." Laila merasa sedikit tidak enak.


"Tidak apa-apa, kami malah bersyukur bisa tidur di atas kasur lagi." Jawab Win Xie sembari menyentuh lengan Laila memastikan mereka baik-baik saja.


"Baiklah, kalian beristirahat dulu. Kamar mandi ada disebelah kanan ruangan ini, di sebelah kiri ada dapur. Kalian bisa ambil makanan sendiri." Laila menjelaskan.


"Terimakasih banyak" Ujar mereka.


"Sama-sama, aku juga akan sangat berterimakasih jika formula ini memang dapat mengatasi wabah." Laila melemparkan senyumnya dan kembali ke arah ruangan mereka sedang mencoba rumus formula dari Prof Lumberd.


"Sebaiknya kalian manfaatkan waktu ini untuk beristirahat, kita tidak tahu akan bagaimana lagi nantinya. Kesempatan emas jangan disia-siakan" Ujar Hudson dan melempar tubuhnya ke kasur disebelah dia berdiri.


"Benar, kita sudah sangat lama tidak bisa lagi merasakan keadaan yang aman dan nyaman ini. Juga kasur yang empuk." Leon menepuk-nepuk kasur yang memang empuk itu.


Tidak lama, semuanya terlelap dan mereka melepaskan rasa waspada yang selama ini selalu bergelayut bahkan disaat mereka tidur.


"Bu, kami melihat kecocokan formula ini dengan penyebab terjadinya wabah." Ujar sang asisten kepada Laila.


Mereka mengamati di bawah mikroskop dan membandingkan formula yang diracik berdasarkan catatan formula Profesor dengan hasil dari sampel yang mereka dapatkan.


"Iya, kecocokan nya 90%. Yang ini bisa saja karena kontaminasi. Atau karena pengaruh pembusukan pada objek. Tapi bisa dibilang dari 7 sampel ini, semua mengalami kecocokan 90% dengan formula." Laila sedikit bahagia setelah selama ini berusaha memeras otak mencari cara mengatasinya.


"Bagaimana dengan kalian? Berhasil membuat serumnya?" Laila mengarahkan pandangannya ke arah dua orang asisten yang sedang berkutat membuat serum dari catatan Profesor Lumberd.


"Sudah bu. Kami akan mencoba menyuntikkan ke tikus labor yang sudah tekontaminasi lama." Asisten 1 membawa sebuah jarum dan menyuntikkan seekor tikus yang terus menerus bergerak berusaha menggigit mereka.


"Kalian pantau terus perubahannya dan catat kapan saja mulai terjadi perubahan, dan apa perubahan yang terlihat." Perintah Laila.


"Cari tikus-tikus yang juga sudah terkontaminasi lebih lama, yang mengalami kehilangan anggota tubuh serta tikus yang baru terkontaminasi." Laila menyuruh asisten nya mencatat semua perintahnya.


"Kita akan membandingkan sampai dimana tahap sembuhnya dan berasa persen kesembuhan. Perhatikan juga efek sampingnya. Ingat, ini adalah hal baru dan jangan sampai kalian teledor. Salah sedikir, bahaya akan semakin besar." Ancam Laila


Yah, dibilang ancaman juga tidak sepenuhnya sih. Toh, kan memang sedang dalam masa bahaya, karena ada zombie di mana-mana. Siapa saja pasti merasa ini lebih menakutkan dan tidak tahu akan seperti ala jadinya bumi ini kelak.