The End Of The World

The End Of The World
Kekacauan yang makin bertambah besar



Bermil-mil jauhnya di belakang mereka, terlihat pergerakan zombie yang seakan bertambah banyak.


Ya, di tempat awal di mana dimulainya wabah zombie itu, sudah mulai merambah ke daerah lain. Tentu saja yang tergigit berusaha melarikan diri dan akhirnya menjadi zombie lalu terinfeksi. Bisa dibayangkan, seluruh kota dipenuhi zombie dan yang melarikan diri ke kota lain dalam keadaan terluka juga menginfeksi di kota pelarian.


Pemerintah pusing memikirkan solusi mengatasi wabah ini.


"Satu-satunya jalan adalah dengan menghancurkan kota." Ujar sang Jendral kepada Presiden.


"Berapa kerugian yang akan kita alami? itu sangat besar, dan kita harus membangun lagi infrastruktur dan mengerahkan banyak tenaga untuk membersihkan kota" Timpal sang presiden gemuk itu.


"Tapi, jika tidak dicegah, maka wabah ini pasti akan menjalar kemana-mana, bisa dibayangkan negara Adidaya ini pasti hancur" Jendral menjawab dengan dingin.


"Apakah tidak ada yang bisa mengobati wabah itu?" Tanya sang kepala negara dengan lemas, terbayang perusahaan-perusahaan nya yang bakalan bangkrut dan hancur.


" Sampai saat ini para ilmuan masih mencari serumnya, tapi mereka tidak bisa menjanjikan kapan akan berhasil. Jika kita terus menunggu, bisa dipastikan wabah akan makin mengganas." Terang sang Jendral Tua yang telah banyak makan asam garam di lapangan militer.


"Bagaimana dengan Laboratorium Rahasia negara? Apakah mereka tidak punya solusi?" Tanya sang presiden tiba-tiba teringat.


"Untuk saat ini mereka juga sedang meneliti, dan sudah menangkap beberapa korban yang terinfeksi" Jawab Jendral.


"Begini saja, kita berikan mereka waktu semingu lagi. Dan para penduduk yang terdampak, diarahkan segera pindah ke negara bagian yang belum terinfeksi. Sebarkan juga supaya mereka jangan sampai terinfeksi." Jawab presiden masih berharap jangan sampai menghancurkan kota.


"Yah, kabar yang didapat dari lapangan bahwa cara menginfeksinya adalah dengan gigitan." Terang Jendral.


"Artinya mereka harus mengusahakan jangan sampai tergigit." Timpal presiden.


"Baiklah pak, segera dilaksanakan." Jawab sang jendral memberi hormat dan pamit undur diri.


---------------------


Hudson dan Jada melarikan mobil mereka dengan agak cepat karena matahari mulai terbenam di ufuk barat. Bayang-bayang pohon yang terkena sisa-sisa cahaya matahari sebelum sampai di peraduannya membuat suasana semakin mencekam.


Jika ini adalah hari biasa, mungkin setiap insan di mobil itu akan menikmati keindahan alam yang diciptakan sang pencipta. Begitu indah tak dapat dilukiskan, begitu tentram menyejukkan hati. Hanya Win Xie yang melamunkan keindahan sore itu sembari terjatuh dalam lamunan panjang.


Semua bermain dalam pikiran masing-masing, harapan yang sama agar ditemukan serum dan mengatasi masalah zombie ini. Mereka juga mulai berharap untuk menempuh hidup damai dan kembali menggapai keinginan dan cita-cita mereka.


" bssst....bssstt.....kepada semua warga negara yang terhormat..bssst..." Suara radio yang tiba-tiba mengejutkan semua yang berada di dalam mobil.


"Saat ini diharapkan agar segera menuju kota yang belum terinfeksi. Jika ada anggota keluarga yang tergigit oleh orang yang terinfeksi, dengan berat hati jangan dibawa serta lagi..sekali lagi jangan dibawa serta untuk pindah kota.....bsssttttt....me....re....ka akan menginfeksi orang lain dan wabah ini tidak akan bisa ditahan."


"bsssst...bsssstt..kami ulangi segera tinggalkan yang terinfeksi dan pergi ke kota lain yang belum terinfeksi."


suara radio menghilang dan kembali semua hening.


"Solusinya hanya dua. Satu, dengan menghancurkan kota. Dua, dengan menemukan serumnya. Sepertinya mereka sedang berharap untuk solusi ke dua." Terang Hudson.


" Menghancurkan kota?" Micha kaget mendengarnya.


"Satu tindakan dan semua zombie habis, itu tindakan yang bagus kan?" Hudson balik bertanya.


"Iya sih, tidak mungkin kita bisa menangkap mereka atau memusnahkan mereka satu per satu." Jawab Micha setuju setelah tersadar dengan jawaban Hudson.


Win Xie kembali teringat dengan Mortaq yang mengorbankan dirinya, apakah mungkin bagi Mortaq untuk kembali pulih dan sehat? lalu bagaimana jika dia dihancurkan? Win Xie membayangkan zombie Mortaq yang berjalan di antara para zombie. Setetes air mata jatuh di pipinya, dan cepat-cepat diseka Win Xie.


"Aku ragu apakah serum itu bisa menolong zombie yang telah lama terinfeksi, badan mereka pasti membusuk sekarang dan mereka akan menderita jika memang bisa pulih." Wolly yang pendiam memecahkan keheningan.


"Sependapat, karena ada organ tubuh yang hilang karena dimakan zombie lain dan mereka juga sudah lama menjadi mayat hidup" Jawab Leon teringat teman tunawisma yang menjadi zombie.


"Mungkin bagi zombie pertama bisa sembuh, karena mereka berubah oleh suntikan kan? Tanya Meghan.


"Siapa tahu?" Jawab Leon sembari mengangkat bahu.


"Tidak usah menerka-nerka, itu sudah terlihat tembok beton dari laboratorium rahasia yang aku ceritakan tadi." Hudson menunjuk tembok bersalut tanaman merambat, seakan itu adalah bangunan tua yang ditinggal pemiliknya.


"Kenapa seperti bangunan lama tak bertuan?" Tanya Win Xie heran dengan penampilan laboratorium dalam imajinasinya.


" Namanya saja rahasia nona, maka diusahakan penampilan gedung juga terkamuflase dengan baik. Jika dalam keadaan normal, kalian bahkan tidak akan bisa masuk ke wilayah ini.' Terang Hudson.


"Ya donk, karena namanya saja sudah rahasia. Tidak akan mungkin mudah ditemukan oleh orang awam." Jawab Win Xie tenang.


"Pintar" Kekeh Hudson menggoda Win Xie, yang hanya dibalas dengan lenguhan panjang dari Win Xie.


Sekarang mobil mereka sudah di depan tembok besar penuh lumut dan tanaman menjalar, tidak terlihat dimana pintu masuknya. Hanya Hudson yang dengn tenang keluar dari mobil dan mencari-cari sebuah tuas di dalam balutan tanaman menjalar.


Hudson menarik tuas dan terlihat sebuah jalan rahasia yang menurun ke bawah. Dengan cepat dia kembali ke mobil dan mengendarai mobil masuk ke dalam tanah, Jada dan Chloe yang hanya melihat dari mobil mereka juga sedikit terkejut.


Tapi karena hanya ini labor yang lengkap dan aman, maka mereka hanya bisa mengikuti dan berharap cemas tidak akan terjadi apa-apa pada mereka.


"Pegangan, jalannya sedikit curam" Aba-aba Hudson berusaha mengendalikan mobil perlahan. Dia menghidupkan lampu mobil dan tak lama mereka sudah sampai dalam ruangan rahasia yang penuh dengan mobil mewah.


"Wow, begitu banyak mobil mewah disini." Sorak Leon berbinar melihat mobil-mobil mahal.


"Yah, semua yang ke sini adalah pemimpin tingkat atas. Apalagi proyek di dalam ini bersifat rahasia. Makanya kalian harus berhati-hati jangan sentuh apapun dan jangan banyak bicara. Kalian bisa saja dibunuh." terang Hudson kepada semuanya setelah Chloe dan Jada juga bergabung bersama mereka.


Semuanya berjalan menuju sebuah tangga kayu dengan pegangan stainless yang dingin. Suara langkah kaki bergema dan kedatangan mereka telah diketahui sang pemimpin labor.