The End Of The World

The End Of The World
Sedikit Titik Terang



Keramaian serta kemacetan di jalan memang selalu bisa membuat kita selaku pengguna jalan menjadi emosi dan bertengkar dengan orang lain. Apalagi jika ada sesuatu yang mengerikan tanpa jelas apa itu tapi sudah menghantui?


Semua mobil ini mengarah ke arah Nashville dan jalur 65 padat merayap.


Dikala Chloe dan Jada berusaha memperhatikan sekitar untuk melihat dimana mereka bisa berhenti dan mencoba melihat data yang mungkin saja adalah serum untuk mengatasi wabah yang terjadi, rombongan Hudson juga mengarahkan mobil mereka ke jalur 65 ini.


kepanikan melanda dan berbagai jenis mobil melimpah ruah di sepanjang jalan.


" Semoga jalur ini memang bisa mengantarkan kita ke zona aman" Ujar Hudson.


"Yah, kita juga dengar kan ketika tiba-tiba saja ada sinyal di radio yang mengatakan bahwa segera menuju Nashville." Jawab Win Xie penuh harap.


"Semoga saja begitu, aku sudah muak hidup dalam ketakutan selama ini. Bahkan rasanya untuk bertahan hidup saja begitu sulit, apalagi untuk mencapai impian" Meghan bergumam teringat akan mimpinya menjadi primadona di balet.


"Hei, tidak selama nya akan ada badai. Karena badai pasti akan berlalu" Micha menepuk pundak Meghan dan hanya dijawab dengan senyuman dari Meghan.


"Hum, seingatku di jalur ini ada walmart kan?" Tanya Leon sembari mengemudikan mobil.


"Tidak tahu, kenapa?" Jawab Hudson


"Kita mungkin akan membutuhkan obat-obatan atau bahkan sekedar makanan" Jawab Leon.


"Aku tidak yakin apakah wallmart memiliki isi lagi di dalam nya." Wolly yang dari tadi diam langsung terkekeh.


"Hum, benar juga. Kejadian begini pasti membuat manusia jadi tidak bermoral dan jadi brutal. Pencurian dan penjarahan bisa saja terjadi atas nama menyelamatkan diri atau karena kelaparan." Jawab Win Xie panjang lebar.


"Hei, lihat!" Tunjuk Leon. " Baru juga kita bicara perihal wallmart, itu sudah terlihat gedungnya. Mari kita coba merapat ke sana, sepertinya orang-orang ini belum bertemu dengan zombie, jadi mereka hanya fokus lari menuju Nashville."


"Beruntung, cepat ke sana sebelum kita tidak mendapatkan apa-apa" Micha bersemangat. Yah, manusia memang begitu kan? menyelamatkan diri sendiri dan orang terkasih harus didahulukan.


 


Di dalam walmart banyak orang yang mencoba membeli kebutuhan mereka, terlebih karena membawa anak atau balita. Setidaknya situasi di dalam gedung tidak separah yang dibayangkan Win Xie.


Terlihat di pojok ruangan Chloe dan Jada sedang menghidupkan laptop dan mulai mencari file yang mereka bicarakan sebelumnya.


Di ujung ruangan juga terlihat rombongan Hudson yang berusaha mencari keperluan masing-masing. Dan akhirnya mereka juga memilih duduk di area dimana Chloe dan Jada duduk.


"Hei, itu teman sekolah-ku dulu di SMA!" Tunjuk Micha ke arah Jada. "Sebentar, aku akan menyapa dia" Lalu Micha bergegas menghampiri Jada.


"Hei teman!" Sapa Micha kepada Jada yang sedang asik memelototi laptopnya.


Jada segera melihat ke arah suara dan sedikit mengerutkan dahi tapi sedetik kemudian matanya berbinar.


"OMG, Micha? My Best friend" Jada segera bangkit dan memeluk Micha.


"Jadi, di wilayah mu sudah ada zombie? dan itu hanya dalam semalam?" Tanya Jada lagi memastikan berita dari Micha.


"Ya, dan mereka bisa menginfeksi kota dengan gigitan" Micha membenarkan.


"Sepertinya memang sama dengan ciri-ciri tikus di labor saat itu" Jawab Jada lagi mengigat gelagat tikus, sayang dia tidak terlalu memperhatikan perkembangan tikus itu.


"Apakah ini berhubungan dengan profesor itu?" Tanya Micha setelah mendengar cerita Jada dan Chloe.


"Tunggu sebentar, lebih baik aku mengajak teman-temanku bergabung dengan kalian." Micha beranjak menuju arah Win Xie dan yang lainnya.


"Sepertinya kalian harus bergabung dengan kedua gadis disana, Jada temanku memiliki berita bagus dan buruk dan sepertinya besar kemungkinan berhubungan dengan zombie-zombie di luar sana." Micha mengajak semuanya bergabung dengan Jada dan Chloe.


"Benarkah? Lebih baik kita segera ke sana" Hudson segera bangkit dan diikuti yang lainnya.


"Baiklah, ini teman-temanku dan ini Jada serta Chloe" Micha memperkenalkan secara singkat dan membiarkan Jada menjelaskan lagi panjang lebar tentang kejadian yang dialami dalam penelitian dengan profesor Lumberd.


"Apakah kamu memiliki foto prof itu?" Tanya Leon


"Hum, sepertinya ada. Sebentar aku akan coba cari di kumpulan foto ini" Jada dengan cepat beralih dan memilih sebuah file yang diberi judul foto.


"Nah, ini dia. Yang memakai jas putih labor ini." Tunjuk Jada.


"Mirip sekali dengan pria yang membayar orang untuk suntikan itu" Leon bergumam. Ternyata Leon pernah membuntuti temannya sesama tunawisma untuk mencari tahu apa yang dilakukan mereka, yah dia tidak mau mengambil resiko tertangkap, lebih baik bersembunyi kan?


"Apakah kau yakin?" Tanya Hudson


"Sepertinya begitu, dilihat dari tato di tangan kirinya" Tunjuk Leon pada tangan kiri profesor itu.


"Ya, prof memiliki tato nama istrinya yang telah meninggal dunia 2 tahun lalu" Jada membenarkan.


"Berarti bisa jadi ini adalah serum yang akan mengatasi wabah penyakit dan tentu nya bisa mengobati mereka yang terinfeksi" Kesimpulan Wolly langsung di jawab dengan anggukan Jada.


"Kami juga berharap begitu. Jika benar, maka kita hanya membutuhkan laboratorium dengan bahan-bahan yang tertulis di dalam file ini. Aku bisa membuat serumnya" Ujar Jada lagi dengan yakin.


"Baiklah, jika begitu kita segera bergerak. Aku tahu tidak jauh dari sini ada labor swasta miliki temanku. Dia pasti bisa membantu kita" Hudson dengan cepat membuat keputusan.


Semuanya beranjak meninggalkan tempat duduk dan bergerak keluar dari walmart menuju ke kendaraan mereka. Semua orang seperti mendapatkan secercah harapan mengatasi masalah yang sudah menghancurkan kehidupan mereka, membuat mereka kehilangan orang terkasih dan meninggalkan tempat tinggal mereka yang nyaman.


Terlihat dua kendaraan ini memilih jalur lain keluar dari kepadatan jalan yang merayap menuju Nashville. Jada hanya menjalankan mobilnya mengikuti arah mobil yang sekarang dikemudikan Hudson, karena hanya dia yang tahu jalur tersembunyi itu.


Sebuah labor rahasia yang hanya diketahui oleh segelintir orang-orang berpangkat tinggi dan masih dijaga oleh teman baiknya hingga saat ini. Beruntung mereka tidak melewati labor itu dan bertemu Jada, jika tidak? mungkin mereka harus menerobos jalan yang lebih sulit untuk memutar arah.