
"Megara, ambilkan alat itu." Pinta Daniel kepada Megara.
"Ya sayang." Ujar Megara
Daniel bertemu Megara sekitar 5 tahun lalu. Kala itu Megara datang ke rumahnya dan mengetuk pintu rumah.
"Apakah ini rumah Daniel Wright?" Tanya Megara.
"Ya, benar." Jawab Daniel.
Daniel memperhatikan Megara yang mengenakan mini dress putih dengan belahan dada rendah. Alhasil, p******* Megara melimpah keluar dengan indahnya.
Daniel hanya menelan ludah melihat itu.
Megara berdiri dengan posisi bersandar ke dinding sembari mengangkat sebelah kakinya yang jenjang serta bertambah indah karena mengenakan high heels hitam.
"Aku anakmu. Ibu telah meninggal setahun lalu. Dan aku berusaha mencari keberadaan mu." Ujar Megara
Daniel sibuk dengan pemikirannya sendiri sembari melihat tubuh Megara. Ya, 20 tahun lalu Daniel menikah dan tak lama setelah melahirkan istrinya memilih kabur. Alasannya karena Daniel suka menggoda gadis-gadis muda.
Sekarang ada perempuan muda yang mengaku anaknya? Daniel merasakan mendapat durian runtuh.
"Lalu apa yang kamu inginkan dariku?" Tanya Daniel
Megara bergerak maju ke arah Daniel, sembari mencium pipi Daniel. "Aku memerlukan kasih sayang seorang ayah dan seorang pria."
Alis Daniel terangkat. Dia terkejut sekaligus senang. Ternyata anaknya memiliki kesamaan seperti dia. Mereka berciuman dengan mesra, seakan mereka adalah sepasang kekasih.
Daniel memang memiliki kondisi kejiwaan yang sedikit aneh. Dia juga dipecat dari pekerjaannya karena ketahuan menjalin hubungan dengan gadis dibawah umur. Dia juga sempat dipenjara. Selepas dari penjara dia memilih hidup di tempat jauh dari kota asalnya.
Istrinya memilih meninggalkan dia karena sifat gila Daniel itu. Menurut sang istri dia tidak waras. Ternyata sekarang anaknya juga memiliki kegilaan seperti dirinya.
Akhirnya dia dan Megara tinggal selayaknya pasangan. Tetangga tidak mengetahui hal itu, jika mereka tahu, pasti Daniel sudah dilaporkan. Hukum disana melarang incest, apalagi secara rohani, sangat tidak dibenarkan. Tapi mereka tidak memperdulikan itu. Mereka masuk dalam dunia gila yang tidak berdasar. Seakan semuanya benar dan tidak salah.
Kebahagiaan Daniel berakhir ketika Meghan pagi itu keluar membuang sampah dan dia digigit zombie.
##########
"Trak"
Sebuah suara membangunkan Daniel. Mengingat mimpi tadi membuat Daniel sakit hati.
"Aku akan menyelamatkanmu sayang." Ujar Daniel.
"Para cecunguk itu akan mendapatkan balasannya." Geram Daniel lagi.
"Tenang sayang, sebentar lagi kamu akan kubebaskan." Seringai Daniel.
"Ceklek. Krak..Klek." Suara pintu terdengar dibuka.
Mortaq masuk sambil membawa baki berisi makanan serta minuman. Mortaq meletakkan baki itu di dekat Daniel. "Makan ini." Ujar Mortaq.
"Lepaskan ikatan ini. Bagaimana aku bisa makan jika tanganku diikat?" Celutuk Daniel.
Mortaq membukakan ikatan Daniel, begitu sebelah tanggannya bebas, dia mengambil sebuah botol kecil di dalam saku bajunya dan menyentakkan penyumbat botol itu lalu melempar isinya kepada Mortaq. Daniel menutup hidungnya dengan bajunya.
Mortaq terkejut dan terjatuh. Seketika tubuh Mortaq tidak bisa digerakkan lagi. Setelah asapnya hilang, Daniel tertawa dan berdiri.
"Hahahahaha, kalian pikir aku bodoh?" Ujar Daniel.
"Sekarang tubuhmu tidak akan bisa bergerak untuk waktu yang lama."
Dia berjalan menuju ke arah Megara berusaha melepaskan Megara. Disaat yang bersamaan Win Xie muncul dan melihat Daniel melepaskan Megara.
Tiba-Tiba Megara mengigit Daniel. Win Xie terkejut. Dia melihat ke arah Mortaq yang tidak bisa bergerak. Dia ingin menolong Mortaq, tapi jika dia melangkah masuk maka zombie itu akan melihat Win Xie.
Mortaq memberi kode dengan matanya, menyuruh Win Xie kabur. Win Xie menangis tanpa suara, dia menggelengkan kepalanya. Mortaq melototkan mata ke arah Win Xie.
Tiba-tiba Win Xie teringat pistol yang ditinggalkan Mortaq di meja makan. Dia berlari mengambil pistol. Meghan yang sedang makan terkejut dan berlari mengikuti Win Xie.
"Dor..dor." dua kali tembakan ke arah zombie itu, membuat zombie Megara tidak lagi bergerak. Tubuh Daniel bersimbah darah dengan isi perut keluar semua. Membuat siapa saja yang melihatnya ingin muntah.
Meghan dengan cepat menarik tubuh Mortaq keluar dari ruangan itu, Win Xie lalu kembali menutup pintu kamar dan menguncinya.
"Kenapa ini?" Tanya Meghan
"Tidak tahu, saat aku datang Mortaq tidak bergerak dan manusia gila itu melepaskan zombie nya dan dia langsung digigit." Jelas Win Xie.
"Kita bawa dulu Mortaq ke kamar." Ujar Meghan.
Mereka lalu bersama menarik tubuh Mortaq dan berhasil meletakkan Mortaq di kasur.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Win Xie cemas.
"Tunggu, kita lihat. Aku rasa dia memberikan sesuatu sehingga Mortaq tidak bergerak begini. Tapi aku yakin dia akan bergerak lagi." Jawab Meghan berharap.
-------
Di saat yang bersamaan dalam Mall Florida, semua orang sedang sibuk dengan urusan masing-masing setelah mereka sarapan. Semua berpencar dengan tugas tertentu.
Hudson mencari peta kota untuk melihat jalan tercepat keluar dari kota ini.
Wolly mencari alat tambahan untuk memperkuat tangkapan sinyal radio.
Sedangkan Leon dan Micha ditugaskan melihat mobil yang bisa digunakan untuk kabur ke arah luar kota.
Hudson berjalan menuju toko buku, dengan sedikit membuka paksa, dia masuk ke dalam toko itu, melihat-lihat dan akhirnya mendapatkan peta itu di meja kasir. Hudson membentangkan peta dan melihat posisi mereka sekarang.
Wolly sudah keluar masuk beberapa toko elektronik dan barang yang dicari tidak ada. Kabar baiknya, Wolly mendapatkan telepon satelit. Dia mengambil 4 telepon dan membawa ke ruangan tempat mereka berkumpul. Telepon satelit lebih baik daripada telepon genggam biasa.
Di tempat lain, Leon dan Micha tidak menemukan mobil di parkiran. Mereka memutuskan keluar dari mall. Mereka berusaha berjalan perlahan dan bersikap waspada.
"Leon, lihat." ujar Micha
Leon melihat ke arah yang ditunjuk Micha.
"Wow, sebuah van. Mari kita lihat kesana." Ujar Leon.
Mereka memperhatikan sekitar dan ketika dirasa aman, mereka berlari ke arah van. Leon dengan cepat menuju ke arah kemudi. "Lihat, kuncinya tertinggal disini." Ujar Leon.
Mereka cepat masuk ke dalam Van, Leon mencoba menyalakan mesinnya dan mesin menyala. Beruntung pengalamannya sebagai karyawan bengkel mobil, membuat dia bisa mengemudikan mobil.
Leon segera menjalankan mobil menuju ke dalam mall. Tapi mereka tidak menyadari, bunyi mesin mobil membuat para zombie menjadi ribut. Zombie bergerak menuju ke arah suara.
"Leon, lihat itu. Ada zombie yang mendekat." Ujar Micha ngeri.
"Tenang, kaca jendela sudah ditutup. Aku juga sudah mengunci pintu mobil ini." Ujar Leon menenangkan.
Mereka terus bergerak masuk dengan cepat ke parkiran bawah tanah Mall. Lalu Leon mengunci gerbang masuk parkiran. Tepat saat Leon hendak mengunci, sebuah tangan melukai wajah Leon. Leon bergerak cepat dan berhasil menutup pintu gerbang.