
Setelah beberapa hari merasakan kedamaian di tempat itu. Mulai ada yang lebih memilih untuk tetap tinggal di sana daripada mencari lagi daerah lain.
"Bukankah lebih baik di sini? Setidaknya masih ada hewan yang bisa ditangkap" Ujar Leon sembari memanggang beberapa ekor ikan hasil tangkapan Hudson dan Wolly.
"Aku setuju sih dengan Leon" Jawab Micha mengeluarkan pendapat yang sepertinya lebih banyak dibutakan karena cinta.
"Bull***t, Tidak selamanya wilayah terbuka begini akan terus aman. Aku sengaja memilih berisitirahat disini beberapa hari hanya agar kalian bisa lebih tenang secara mental dan sehat secara fisik" Hudson membentak dengan keras, membuat Win Xie terlonjak kaget.
"Kita tidak tahu seberapa bahayanya di luar sana" Timpal Leon dengan datar. Dia tahu akan bahaya mengundang amarah Hudson, seorang yang ahli di bidang senjata api marah? Lebih baik lari.
"Benar, tapi cepat atau lambat, akan semakin banyak zombie-zombie itu. Jika sudah semakin banyak, apa kalian yakin masih bisa bertahan? Kalian tidak lebih dari beberapa ekor kelinci yang dikelilingi ribuan ekor serigala." Hudson menjawab sembari memotong kayu bakar.
"Aku rasa Hudson benar." Wolly tiba-tiba angkat bicara. "Jika kita bertahan di zona nyaman ini, cepat atau lambat pasti kita terkepung. Meskipun jika berpindah tempat tetap akan bahaya, tapi siapa yang tahu jika tidak mencoba?" Sambung Wolly.
"Sama juga kan? Siapa yang tahu jika kita tidak mencoba untuk meninggalkan tempat ini? Bisa saja kita aman untuk seterusnya" Micha menjawab sekenanya yang malah jawaban ini membuat Hudson kesal.
"Jika kalian mau tinggal, silahkan. Aku akan tetap melanjutkan perjalanan." Jawab Hudson.
"Ya terserah saja. Bagi yang ingin melanjutkan perjalanan yang tidak jelas itu ya silahkan. Padahal kita sudah merasakan betapa aman dan nyamannya disini" Jawab Leon yang semakin memancing amarah Hudson.
"Ok. Aku tidak memaksa kalian untuk melakukan apa yang aku inginkan. Jika memang itu keinginan kalian ya silahkan." Hudson berusaha menekan amarahnya ketika melihat Win Xie yang merasa cemas dengan perdebatan mereka.
"Hei, kenapa malah jadi begini? Kita kan sekelompok, lebih baik bersama-sama daripada sendiri-sendiri." Meghan berusaha meredakan suasana.
"Maaf saja, aku bisa bertahan sendirian. Kalian? Ya silahkan berusaha sendiri" Hudson mendengus kesal sembari menuju ke mobil.
"Sepertinya lebih baik begini, kita berpisah saja sesuai dengan keinginan masing2." Win Xie akhirnya memberi keputusan yang hanya ditanggapi dengan diam.
"Aku akan ikut Hudson" Win Xie kembali berujar dan segera bangkit dari tempat dia duduk lalu menyusul ke mobil.
"Ah, kalau begitu maaf ya. Aku akan ikut Win Xie" Meghan menatap ketiga orang lainnya yang masih bengong.
"Humm...sepertinya aku juga ikut Meghan saja. Susah kalau ada 2 wanita." Wolly menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sembari melempar pandangan ke arah Micha dan Leon, lalu berjalan perlahan menyusul Meghan.
Akhirnya Micha dan Leon saling bertatapan. "Bagaimana ini?" Tanya Micha sedikit cemas kepada Leon.
"Ya sudah, kita bertahan saja disini." Jawab Leon sekenanya sembari mengangkat bahunya dan masih mem bolak balik ikan yang di panggang.
"Tapi, selama ini kita banyak bergantung pada Hudson." Micha sedikit cemas ketika mengingat bahwa banyak sekali yang sudah Hudson lakukan untuk mereka. "Contohnya menangkap ikan ini. Bukankah Hudson juga yang menangkap ikan ini?" Tunjuk Micha pada ikan yang sedang di panggang Leon.
"Bu...bu..bukan begitu Leon. Aku tahu kamu juga bisa melakukan semua ini. Tapi hanya merasa tidak enak hati saja." Ujar Micha sembari memeluk Leon dari belakang.
"Tidak apa-apa juga jika kita berdua saja disini. Bukankah akan lebih baik?" Rayu Micha sembari mencium pipi Leon, berusaha meredakan amarah sang ksatria.
"Baiklah, kita akan bertahan berdua disini. Tapi jika mereka membawa mobil, bagaimana nasib kita? Tanya Leon mulai ragu-ragu.
"Kita buat saja tempat tidur gantung dari kain terpal yang ada di dalam mobil itu." Micha memberi saran, karena dia pernah melihat ada terpal tergulung di dalam mobil.
"Hum...bisa juga. Tapi...apakah nyaman?" Tanya Leon lagi. Semburat rasa keraguan menelisik masuk ke dalam relung hatinya memikirkan malam-malam yang akan dilalui dengan tidur di alam terbuka, pasti bahaya akan semakin besar.
"Lalu? jika mau nyaman ya kita harus melakukan perjalanan mencari wilayah lain yang lebih aman. Siapa tahu kita menemukan rumah kosong dan bisa beristirahat disana." Jawab Micha memberikan ide.
"Artinya ya kita tetap melanjutkan perjalanan" Jawab Leon muram, sembari memindahkan ikan yang telah matang ke daun lebar yang tadi telah dibersihkan oleh Win Xie.
"Yah, jika kamu mau tidur yang nyaman ya begitu. mana mungkin mereka berempat melakukan perjalanan dengan jalan kaki?" Jawab Micha lagi.
"Hum...sepertinya jawabanmu masuk akal juga. Tapi Hudson sudah terlanjur marah dengan ucapanku tadi." Leon kembali meragukan diri sendiri untuk tetap tinggal disana jika tidak ada mobil.
"kamu ingin melanjutkan perjalanan kembali?" Tanya Micha pura-pura bodoh sembari tersenyum simpul tanpa terlihat oleh Leon.
"Yah, mengingat kamu juga akan menderita bersama ku jika kita memilih tetap tinggal dan mereka membawa mobil, aku rasa mengalah juga tidak masalah" Jawab Leon berusaha mempertahankan gengsinya yang sudah berada di ujung tebing tinggi dan akan segera terjun bebas karena merasa malu telah bertengkar tanpa berpikir.
"Aku rasa Hudson bukan orang yang picik. Sebentar, aku akan segera menyusul dia. Lihat, dia sudah membawa barang-barangnya." Micha sambil berlari mengejar Hudson tanpa menunggu lagi jawaban dari Leon. Ya, Micha tahu bahwa Leon tidak akan bisa bertahan di dunia gila ini jika tidak mengikuti Hudson. Lebih baik mundur selangkah untuk maju dua langkah, benar ngga?
"Hudson...Hudson..." Teriak Micha berusaha membuat Hudson berhenti.
Hudson segera menoleh ke asal suara dan melihat Micha yang sedang berlari ke arahnya. Jadi dia menghentikan langkahnya untuk menunggu Micha dan mendengarkan apa yang akan dikatakan Micha.
"Hosh...hosh...hosh..." Micha berusaha menarik nafas.
"Hudson, setelah kami berbicara lagi berdua tadi. Sepertinya memang rencana mu adalah yang terbaik." Ujar Micha berusaha tidak membuat Leon malu.
"Lalu?" Tanya. Hudson sembari mengangkat sebelah alisnya dan menunggu jawab Micha lagi.
"Maaf jika tadi gara-gara ucapan ku, akhirnya jadi begini. Jika boleh, kami akan kembali bergabung dengan kalian." Ujar Micha lagi ketika melihat Win Xie dan Meghan telah bergabung dengan Hudson.