THE CONQUEROR

THE CONQUEROR
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)



Bruk! Jleb!


Clang! Clang!


Walau sedang dalam apitan lawannya. Meskipun kondisinya sangat tidak menguntungkan bagi Ajax dan pasukannya.


Tetapi mereka bertarung dengan raut wajah gembira. Mereka seperti sedang membayar nyawa dari kerabatnya yang sudah dibantai dan dibuat menderita akibat pemberontakan yang terjadi ini.


Mereka menampilkan kekuatan yang berkali-kali lipat jauh lebih besar dari biasanya.


Wahhh! Teriak tentara Ajax sambil menyeringai.


"Kenapa kalian semua?! Sudah lelah kah?!" Ajax menggenjot semangat pasukannya berkali-kali tanpa henti. Ini juga untuk menyemati dirinya.


"Tidak!" Jawab pasukannya tersebut.


Mereka semakin bersemangat meskipun sudah setengah dari jumlah pasukannya telah tumbang.


Teriakan itu membuat kuda-kuda yang digunakan oleh pasukan pemberontak menjadi ketakutan dan perlahan si penunggang kehilangan kendali atas kuda yang ditumpanginya.


Ini membuat Ajax dan yang lainnya dengan mudah mengacak-acak pertahanan lawan jauh lebih dalam lagi.


Tentaraku... Kalah? pikir German.


Akhirnya German mulai kehilangan kepercayaan dirinya, meskipun pasukannya jauh lebih banyak tapi ia sadar kalau pasukan kerajaan justru malah mendominasi jalannya pertempuran ini.


Ketika sedang melaju kencang dengan kudanya, Ajax teringat dengan instruksi yang diberikan oleh Hengki.


Ajax, jangan berpikir kalau aku akan menumbalkanmu dan menjadikanmu batu loncatan. Akan tetapi, tugas ini hanya kau yang bisa mengerjakannya, dan aku percaya itu... Suara Hengki itu terngiang dikepala Ajax.


Ketika suara tersebut terngiang di benaknya, ia lantas berhenti dan bersiap untuk memberikan instruksi kepada pasukannya.


"Oke, sekarang sudah tiba waktunya!" Tiba-tiba saja Ajax mengangkat tangannya.


...Dan ketika kau sudah menyelesaikan tugasnya, giliranku yang akan mengurus sisanya. Suara Hengki kembali terngiang dikepala Ajax.


...


Ketika Hengki dan Roderick dengan cemas melihat ke tempat di mana Ajax sedang bertempur.


Roderick kemudian melihat sesuatu yang muncul dari balik debu yang berasal dari tempat di mana pasukan Ajax berperang.


"Apa itu...?!" heran Roderick.


Setelah Roderick berkata seperti itu, Hengki kemudian melihatnya juga. Dan ya, itu adalah sinyal kalau tugas Ajax sudah tuntas.


Bendera dengan simbol perbukitan khas Wilayah Stabia berkibar dari balik debu tersebut.


"Itu sinyalnya, Paman Roderick! Mari kita maju!"


Setelah melihat sinyalnya sudah dikibarkan, tanpa basa basi Hengki langsung membuka perban yang membalut busur silang miliknya itu. Ia mengambil anak panah berukuran kecil dari kantong yang ada di pinggangnya. Kemudian Hengki berlari dengan kencang ke sisi paling kanan.


Melihat Hengki lari duluan, Roderick lantas memerintahkan pasukannya, "Pasukan ikuti anak itu!"


Roderick pun kemudian menyusul Hengki yang sudah lari duluan dengan 5000 pasukan yang mengikutinya dari belakang.


Woahhh! Teriak pasukan yang dipimpin oleh Roderick itu.


"Apakah ini semua sudah direncanakan sebelumnya?"


Ternyata di dalam Unit Roderick, ada Jan yang sebelumnya mengabdi pada Alfred. Ia bertanya pada pasukan barunya, apa ini semua sudah direncanakan oleh Roderick.


"Aku tidak tahu. Mungkin Tuan Roderick merahasiakan strateginya dari kita,... Tetapi pertanyaannya adalah, apa kita bisa sampai ke barisan musuh sebelum Unit Stabia itu tumbang?" jawab tentara tersebut.


...


Melihat Unit yang dipimpin oleh Roderick tiba-tiba saja bergerak tanpa perintah.


Bobs kemudian menjadi khawatir, apalagi ia melihat barisan pemberontak yang ada disebalah kiri ternyata sedang bergerak ke sisi sebelah kanan. Hal ini akan membuat Roderick terjebak dalam capitan lawan.


Tanpa pikir panjang, dan tak koordinasi dulu dengan rekannya Dominic, Bobs langsung saja memerintahkan Tentara Chandax, "Lihat Tuan kita sudah maju! Tentara Chandax! Kita keluar barisan!"


Bobs dan pasukannya pun kemudian bergerak ke sisi kiri lawan untuk menghalau bala bantuan tersebut.


Tampaknya sebentar lagi Bobs akan berhadap-hadapan dengan Unitnya Elliot Lascaris.


Sementara Dominic yang terkejut melihat rekan aliansinya Chandax bergerak tanpa aba-aba dari dirinya, merasa sangat tersinggung.


Ia kemudian memutuskan untuk membiarkan pasukan Chandax bertarung sendirian.


Ketika Hengki dan yang lainnya sedang bergerak dengan cepat.


Ajax dan pasukannya terlihat semakin kewalahan, meski pasukan German berhasil dikelabui dan sudah menjauh dari tempat di mana German berada. Tapi jumlah pasukan yang dipimpin oleh Ajax semakin berkurang dengan sangat drastis.


"Kita memiliki kerugian yang sangat besar! Jika kita kehilangan orang lagi, kita benar-benar akan musnah!" lapor salah satu tentaranya kepada Ajax.


"Aku tahu, tapi tentara musuh berkurang jauh lebih banyak."


Meskipun sedang berada dalam situasi yang sangat berbahaya, tapi Ajax masih tetap tersenyum dan merasa gembira. Karena ia sudah membunuh banyak sekali pemberontak.


...


"Bawa semua tentaraku mundur dan perintahkan mereka untuk kembali ke posisinya masing-masing" perintah German.


"Ya, Cepat! Kirim pesan kepada Unit Elliot untuk segera mengirimkan bala bantuannya ke barisanku. Dan juga pastikan musuh tidak keluar dari kepungan kita," perintah German.


Ketika German melihat tentara Roderick bergerak ke arahnya, German menjadi lumayan panik. Ia kemudian memerintahkan ajudannya untuk menarik mundur pasukannya dan segera mengirimkan pesan kepada Elliot untuk memberikan bala bantuan.


Gawat ini! Aku tidak mengira kalau mereka akan mengincar bawahanku saja. Mereka mampu menjauhkannya dariku dengan jumlah mereka yang terbatas itu. German akhirnya sadar kalau selama ini musuhnya Ajax hanya mengincar pasukannya saja.


Jleb! Jleb!


Belum sempat mundur untuk kembali membangun pertahanan, pasukan German yang sudah berpencar itu kemudian ditembak oleh Hengki.


Dari jarak yang cukup jauh. Hengki berhasil membidik musuh tepat di bagian vitalnya. Ia dimudahkan karena busur silangnya itu memiliki bidikan yang lumayan akurat.


Sekarang aku tahu kenapa kakek-kakek itu dijuluki pengrajin paling andal di Wilayahnya. Hengki lantas terkesima dengan kualitas dari busur silang buatan Mundus tersebut.


Meskipun ini adalah desain paling sederhana yang bisa Hengki tunjukkan, tapi ia tidak mengira kalau kualitas jadinya akan sebagus ini.


"Cepatlah! Jangan sampai musuh menutup jalan kita!" teriak Hengki.


Terlihat kalau pasukan pemberontak sedang mencoba untuk menutup jalan dari pasukan bala bantuan yang dipimpin oleh Roderick itu. Hal ini dilakukan supaya pihak kerajaan tidak bisa menyelamatkan Unit Stabia yang sedang dikepung oleh mereka.


Ketika Roderick melihat pergerakan musuh, ia berpikir sesuatu, Musuh terlihat lambat dalam bereaksi terhadap kita!. 


"Ada celah! Kita bisa masuk lewat celah itu!" teriak Hengki.


Roderick kaget, ternyata Hengki juga bisa menyadari adanya celah yang baru saja ia lihat.


Woahhh! Tentara yang sebenarnya berada di bawah perintah Roderick, justru malah menjawab instruksi Hengki dengan sangat semangat. Mereka semua sedang berada dalam adrenalin yang cukup tinggi.


Hengki, Roderick dan Jan memimpin di barisan paling depan.


"Kita bisa bisa melaluinya! Kita bisa.... Mungkin!"


Roderick berusaha untuk memberikan kepercayaan diri kepada pasukannya, tapi dirinya justru malah terlihat ragu-ragu.


"Pasti bisa! Aku sudah bilang bukan? Ini semua berjalan sesuai dengan rencanaku!" ucap Hengki


...


Sementara dari sisi kiri, Bobs dan pasukan yang dipimpin oleh dirinya baru saja keluar dari barisan. Mereka berniat untuk memotong bala bantuan yang sedang mengarah ke sisi kanan, di mana sisi itu sedang terjadi pertarungan antara Ajax dan German.


"Pasukan Attica pasti akan tersinggung dengan perbuatan kita," William mengingatkan kepada Bobs, kalau pihak Attica pasti akan kesal dengan pihak Chandax. Karena Bobs bergerak tak sesuai dengan apa yang di rencanakan.


"Itu benar, tapi musuh juga tidak bergerak sesuai dengan perkiraan kita. Jika kita masih terpaku dengan rencana awal. Maka itu semua sudah tidak ada artinya lagi..."


Alasan yang diberikan oleh Bobs kali ini lumayan masuk akal. Awalnya pihak kerajaan membuat strategi yang sangat matang untuk menguasai Kota Blum.


Tapi tiba-tiba saja musuh keluar dari dalam kota dan itu semua terjadi di luar dari perkiraan semua orang. (Pastinya kecuali Hengki)


"... Keberanian yang dilakukan oleh Unit Stabia membuat konsentrasi musuh buyar. Sekarang semuanya sedang fokus kepada Unit Stabia itu, kemunculan kita pasti akan mengejutkan mereka. Tampaknya keberuntungan sedang memihak kepada kita, Hal ini di luar perkiraan semua pihak," ucap Bobs kepada ajudannya tersebut.


Bobs merasa dampak dari keberanian Ajax dan pasukannya membuat musuh menjadi fokus kepadanya. Bobs menganggap semua ini terjadi karena keberuntungan dan kebetulan saja.


...


"Kapten Ajax! Unit Roderick dan Unit musuh yang lain (Unit Elliot) sedang bergerak ke arah kita secara bersamaan!" Tentara Ajax terlihat sangat panik ketika bala bantuan musuh bergerak menghampiri mereka.


"Baiklah! Kalau begitu, masih sesuai dengan rencananya, aku akan meninggalkan medan ini..." Sepertinya sejauh ini semuanya masih sesuai dengan rencana yang ada.


"...Pasukanku! Segera mundur! Biarkan bala bantuan kita yang melanjutkan pertarungan ini!" perintah Ajax kepada pasukannya.


Ketika Ajax dan tentaranya bergerak mundur, pasukan pemberontak yang dipimpin oleh German itu menjadi kebingungan, banyak yang kaget dengan berkata, "Mereka lari?" "Kejar Mereka! Jangan biarkan mereka kabur!"


...


Ketika Roderick sudah dekat dengan gerombolan musuh, ia terkejut karena, "Ada jalan terbuka di depan kami?"


Tiba-tiba saja jalan yang ada di depannya terbuka lebar. Ini dikarenakan Ajax yang menyuruh pasukannya untuk mundur, dan pihak pemberontak yang minim pengalaman itu dengan sembrononya mengejar Ajax. Dan ini semua membuat jalan menuju German terbuka dengan sangat lebar.


Roderick terkejut sampai mulutnya menganga.


...


Dari kejauhan, William yang menyaksikan Unit Roderick semakin mendekat ke inti pertahanan musuh juga ikut terkejut.


"Ii-itu tidak mungkin...tidak mungkin kalau semua ini hanya kebetulan,"


Waktu antara mundurnya Unit Stabia dan masuknya Unit tuan Roderick sangat terstruktur dan seperti sudah terorganisir. Tidak mungkin ini semua terjadi karena kebetulan saja. Mulut William juga ikut menganga.


Sementara Bobs tidak memperhatikan ke arah kanan di mana peristiwa ajaib itu terjadi, Bobs sedang fokus ke arah depannya untuk memperhatikan gerakan Unit Elliot.


{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}


(っ^▿^) Terima Kasih sudah membaca episode 45.2 yang berjudul 'Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)' ini.


Untuk kalian yang suka dengan ceritanya boleh Like, Share dan jangan lupa tambahkan ke favorit supaya kalian tidak ketinggalan dengan update cerita selanjutnya. Atau kalian juga boleh menyisihkan beberapa poin yang kalian miliki untuk hadiah.


Dan untuk kalian yang ingin memberikan saran, kritik, promosi, apresiasi dan yang lainnya, bisa sampaikan saja langsung pada kolom komentar yang ada di bawah yah.


(っ ͡~ ͜ʖ ͡°)っ à plus tard. :v