
Gludug! Gludug!
Tik! Tik! Tik!
Pada saat malam akan tiba hujan pun turun tak terduga, menyapu bersih genangan darah dari para korban perang yang baru saja terbunuh. Termasuk darah yang mengalir dari tubuh Benedict yang sudah tewas, terlihat belati yang dipakai untuk bunuh diri masih menancap di dalam dadanya.
Kini mayatnya ditinggal tergeletak bersama dengan para tentara yang telah ia bantai.
Hutan yang tadinya terbakar dengan sangat hebat mulai padam ketika hujan turun. Asap tebalnya lantas terbang menjauh mengikuti arah mata angin yang mengarah ke sisi utara.
Asap tersebut kemudian dapat dilihat dengan jelas oleh para pemberontak yang sedang bersembunyi dari jarak yang cukup jauh dekat jalan keluar menuju ke arah Stabia yang berada di sisi sebelah utara.
Ketika semuanya sedang berteduh, mereka dibuat bingung dengan kebulan asap yang sedang mereka lihat.
"Kenapa ada kebulan asap dari arah sana?"
German Rainer bertanya kenapa tiba-tiba terlihat kebulan asap yang tebal, terbang dari arah depan sana.
"Pengawal, cepat cari tahu asap apa itu?" perintah Hubert.
Lama-kelamaan kebulan tersebut terlihat semakin mendekat ke arah mereka.
Jika dibiarkan bisa-bisa asap itu malah membuat jarak pandang dari para pasukan pemberontak terganggu, apalagi asap dari dampak terbakarnya hutan ini sangat tebal dan juga pekat.
Para pemberontak semua terlihat sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi sebenarnya di garda depan dari pertahanan mereka.
==============
Sementara itu, sisa dari pasukan yang dipimpin oleh Benedict berhasil kembali ke markas mereka yakni di bukit tinggi yang menjadi kunci penting bagi kelangsungan jalannya peperangan.
Banyak dari mereka yang tewas gosong terbakar karena telat melarikan diri.
Bahkan para petinggi yang notabene berada di barisan paling depan tewas karena tidak sempat bergerak ke belakang dengan sangat cepat.
Kini yang tersisa hanyalah pemberontak biasa yang minim pengalaman dalam bertarung di medan perang sungguhan.
Sepertinya hujan yang turun untuk memadamkan api ini malah menguntungkan pihak kerajaan, karena mereka bisa langsung menyerbu bukit tersebut.
Ktuplak! Ktuplak!
Dan benar saja, di tengah kegelapan malam di mana gugusan bintang saja tidak bisa mereka lihat tiba-tiba terdengar suara yang sangat mengerikan bagi para pemberontak, dan itu adalah suara yang berasal dari langkah kaki kuda yang jumlahnya sangat banyak.
Dari balik asap tebal dengan sangat mengerikan tiba-tiba rombongan tentara yang dipimpin oleh Roderick keluar, mereka semua dengan berani menghampiri pemberontak yang tersisa untuk mereka habisi.
Meski hujan deras melanda tapi hal itu tak membuat Roderick dan pasukannya mundur untuk istirahat terlebih dahulu. Tanpa kenal ampun Roderick berniat untuk secepatnya menguasai bukit yang sangat penting itu.
Dan dengan waktu yang amat sangat singkat Roderick beserta pasukannya berhasil menaklukkannya dengan sangat mudah.
"Hidup Kerajaan Socotre!" "Hidup Kerajaan Socotre"
"Hidup Chandax!" "Hidup!"
"Hidup!!!!"
Teriak pasukan kerajaan yang notabene diisi oleh tentara Chandax itu sesaat setelah mereka berhasil mengalahkan Benedict beserta seluruh pasukannya yang tersisa.
Dari bangunan yang menjadi tempat berlindung di bukit yang baru saja dirinya taklukan, Roderick memandang jauh ke bawah di mana terlihat genangan darah yang begitu banyak terbawa oleh derasnya hujan.
Apa manusia itu benar-benar makhluk yang saling bunuh satu sama lain? renungnya.
Roderick benar-benar ingin melihat saat di mana ketika manusia tidak berperang satu sama lain. Alangkah Sangat tidak berarti apabila mereka dilahirkan hanya untuk mati dibunuh oleh orang yang sama sekali tidak dirinya kenal.
Sepertinya hanya orang mati yang bisa melihat manusia hidup dengan damai, pikirnya.
Kemudian ia melihat jauh ke arah bukit tandus.
...
Sedangkan dari sisi bukit tandus tempat Hengki berdiam diri, ia mendengar sorakan keras yang menandakan kalau ternyata pasukan kerajaan lebih memilih untuk langsung menyerang ke arah bukit yang menjadi target utamanya.
Meskipun tak sesuai dengan apa yang ia rencanakan, tapi Hengki merasa sangat bersyukur dengan hujan yang tiba-tiba saja turun.
Apalagi asap yang ditimbulkan dari pepohonan yang dibakar itu terbang menjauh ke arah tempat yang menjadi persembunyian musuh yang selanjutnya akan ia hadapi.
Hengki lantas duduk dengan santai sembari memeluk lututnya karena merasa kedinginan sambil memandang ke bawah, sekilas ia bisa melihat dari balik asap itu banyak sekali tumpukan mayat yang tergeletak di sana.
Meskipun ini menjadi pengalaman pertama baginya untuk melihat bangkai manusia yang masih segar, tetapi Hengki tidak begitu ketakutan dan merasa syok berat.
Bisa jadi ini karena Hengki suka melihat film tentang pembunuhan yang minim sensor sebelumnya dan mungkin juga karena jarak ia dengan mayat-mayat itu sangat jauh jadi ia tidak bisa mencium aroma busuk dari tumpukkan mayat tersebut.
Tidak ada perang yang akan mengakhiri semua perang, Hal ini terjadi dari kegagalan manusia sebagai makhluk yang memiliki akal, ucap Hengki dalam hatinya.
Pemikirannya itu menyiratkan kalau peperangan terjadi dari kegagalan manusia untuk menggunakan akal sehatnya. Karena kebanyakan, perang itu terjadi disebabkan oleh ego dari masing-masing kelompok yang berseberangan dengan kelompok lainnya.
Hengki berpikir demikian karena setiap ia berhasil menaklukkan seluruh kerajaan dalam game yang selalu dirinya mainkan tetap saja akan ada pemberontakan pada akhirnya.
Oleh karena itu menaklukkan seluruh kerajaan bukanlah jalan untuk menuju kedamaian, melainkan harus ada tatanan baru supaya manusia bisa hidup dengan tenang.
Tatanan ini akan terjadi ketika perkembangan teknologi dan sistem pemerintahan berkembang dengan sangat pesat ke arah yang lebih benar. Dan hal ini tidak mungkin tercapai ketika orang yang menjadi pemimpinnya itu tak paham harus berbuat apa.
{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}
(っ^▿^)
Terima Kasih sudah membaca episode 39 yang berjudul 'Awal Kisah Untuk Hengki' ini.
Untuk yang suka dengan ceritanya boleh Like, Share dan jangan lupa tambahkan ke favorit supaya kalian tidak ketinggalan dengan update cerita selanjutnya.
Dan untuk kalian yang ingin kasih saran, kritik, promosi, apresiasi dan yang lainnya bisa tulis aja di kolom komentar yah.
👋≧◉ᴥ◉≦