THE CONQUEROR

THE CONQUEROR
Episode 24 - 2 Panglima Pemula



"Hahaha... Aku tidak habis pikir sampai kita harus ikut membantu seperti ini, itu artinya kekuatan tempur kalian sangat lemah... Hahaha," Ketika sudah ada di dalam Kastel Naupaktos, Bobs malah mengejek orang-orang yang menyambutnya itu.


"Datang-datang sudah tidak sopan seperti ini. Ingat kau itu masih anak kemarin sore yang diangkat menjadi panglima secara terpaksa karena tidak ada kandidat lain, jadi jangan bersikap seperti yang paling jagoan di sini."


Mendengar ocehan Bobs yang membuat orang Attica tampak tersinggung, salah satu ajudannya lantas membalas ejekan Bobs tadi.


Ajudan yang sedari kemarin terlihat selalu mendampingi Nasos itu ternyata panglima tertinggi di Wilayah Attica, ia memiliki perawakan yang lumayan gagah dan tampangnya juga terlihat cukup tampan dan muda jika dibandingkan dengan para petinggi yang ada, meski lebih tua dari Bobs tapi usianya bisa dibilang tidak terlalu jauh dengannya.


Dan nama Panglima Attica itu adalah Dominic Harvey, karena jabatannya yang setara dengan Bobs jadi bisa dibilang Harvey dan Bobs adalah 2 orang yang akan menjadi pemimpin dalam peperangan yang sebentar lagi mereka hadapi.


"Apa?"


Bobs sepertinya tidak menyangka ejekannya akan dibalas bahkan oleh panglimanya langsung, Harvey.


"Mau bagaimanapun kamilah yang memimpin di sini," ucap Harvey, ia merasa karena mereka adalah tuan rumah maka sudah sewajarnya mereka yang pimpin.


"Harvey!" Salah satu ajudan Bobs tampak terkejut ketika melihat kehadiran Harvey.


"Lama tak jumpa, Harvey. Sepertinya kau juga adalah panglima di sini, jangan mentang-mentang karena kau lebih hebat secara individu jadi bisa memimpin kami yah."


Meski situasinya cukup menegangkan akan tetapi Bobs masih menyempatkan diri untuk menyapanya, Dari gelagatnya Bobs tampak memiliki suatu kenangan tersendiri dengan Harvey dimasa lalu.


"Minta maaflah." Dengan tatapan yang sangat tajam, Harvey memaksa Bobs untuk meminta maaf atas perkataannya yang menyinggung orang-orangnya tadi.


"Tidak mau," balas Bobs.


Mendengar kalau Bobs menolak untuk meminta maaf, semua yang ada di sana kaget termasuk para petinggi Attica dan ajudan Bobs itu sendiri.


"Tuan... akan lebih baik kau meminta maaf...," bisik ajudan Bobs kepadanya.


"Kau ingin cari masalah?" Sedangkan salah satu kapten unit dari pasukan Attica membentak ke arah Bobs dan para pasukannya dengan berkata apa mereka ingin mencari masalah.


"Tunggu, Bos," ucap ajudan Bobs yang lainnya lagi, ia berusaha menenangkan panglimanya itu.


Situasi di dekat pintu gerbang ini benar-benar tampak sudah sangat menegangkan, Harvey sedari tadi tidak sedetik pun memalingkan tatapan tajamnya kepada Bobs.


Sementara Hengki yang penasaran dengan keramaian yang ada coba untuk mulai mendekat, ia melihat Bobs yang sudah dikenalinya sedang bersitegang dengan seseorang, karena saking penasaran Hengki dengan badannya yang lumayan kecil dengan mudahnya maju ke bagian depan dari gerombolan yang menghalangi pandangannya.


 Apa yang sedang dilakukan si Pintarr itu? pikir Hengki.


"Hahaha... Bercanda doang kok bego! aku tidak menyangka kalian orangnya sekaku ini," ucap Bobs.


Wajar jika orang-orang yang ada di Attica ini apalagi kaum bangsawannya mudah sekali tersinggung karena mereka rata-rata memiliki sikap sombong yang lumayan akut dan selalu meremehkan kaum jelata, jadi disinggung sedikit maka emosinya akan dengan mudah terbakar, apalagi yang menyinggung adalah orang yang reputasinya tidak terlalu gemilang seperti Bobs ini.


Pada saat mendengar ucapan Bobs, Harvey mengambil pedang yang ada dipunggungnya.


Srett!


Tanpa keraguan Harvey mengarahkan pedangnya ke muka Bobs, untung refleks yang dimiliki Bobs lumayan cepat ia bisa menghindari pedang yang diarahkan kepadanya meskipun pipinya lumayan tersayat tipis.


Semua yang melihatnya menjadi tegang dan kikuk, mereka tidak tahu apa yang harus dihadapi ketika melihat panglimanya saling bertengkar.


"Akhhh!" Swoosh!


Bobs kemudian menyerang Harvey dengan tombaknya.


"Kenapa mereka itu?"


Dari arah keramaian yang ada di belakang, Hengki yang melihat perselisihan antara Bobs dan Harvey, bertanya-tanya apa yang terjadi antara mereka berdua, kenapa mereka malah berkelahi.


Clang!!


Dengan mudahnya Harvey menangkis serangan Bobs.


"Dia membalas tombaknya dengan pedangnya itu?!"


Tentara yang ada di bawah perintah Bobs terlihat sangat terkejut karena Harvey ini bisa menangkis serangan tuannya dengan cukup mudah padahal yang mereka tahu tenaga yang dimiliki Bobs itu sangat besar dan kuat jadi mereka sangat kaget melihat ada orang yang dapat menangkis serangannya.


Slash! Slash! Srett! Swoosh! Clang!


Harvey lantas membalas serangan yang diberikan Bobs tadi dengan tebasan-tebasannya, meski Harvey menyerang Bobs dengan sangat cepat dan lincah tapi Bobs masih bisa menangkis dan menghindari beberapa serangannya walaupun ia sempat terkena sayatan di pipinya sekali lagi.


"Oii! Mereka serius!" ucap tentaranya Bobs.


"Hentikan mereka!" ucap lagi Tentaranya Harvey.


Kedua belah pihak ingin sekali menghentikan pertikaian yang sungguh sia-sia ini, jika tidak dihentikan bisa-bisa salah satu di antara mereka malah ada yang terluka parah yang justru akan menyebabkan kerugian bagi kedua belah pihak.


"Ayah, ini..."


Josh yang dari tadi melihatnya itu berusaha menyuruh Nasos untuk menghentikan Harvey dan Bobs, namun ia tidak berani untuk mengutarakannya.


Sementara Nasos juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya, ia hanya celingak celinguk mencari keberadaan Elias.


"Paman, Hentikan mere- eh.."


Melihat situasi sudah semakin memburuk, Hengki lantas berniat menyuruh Roderick untuk menghentikan Bobs dan Harvey karena jika dilanjutkan tampaknya yang kalah adalah Bobs dan itu akan menjadi kerugian baginya. Namun, ketika Hengki menengok ke arah samping Roderick ternyata tidak ada di dekatnya.


"Dimana orang tua itu...?" ucap Hengki sambil mencari keberadaan Roderick.


"Bajingan!"


Pertarungan antara Bobs dan Harvey makin lama justru semakin memanas.


Swoosh! **Swoosh! Clang! Clang!**


Ketika keduanya hendak menyerang satu sama lain, tiba-tiba muncul Elias yang menahan serangan tombak Bobs dengan pedangnya dan Roderick yang menahan ayunan pedang Harvey dengan mencengkeram tangannya.


"Kalian harus menyimpan tenaga itu untuk pertempuran yang akan datang," ucap Roderick kepada Harvey dan Bobs.


Setelah beberapa saat, orang yang dari tadi dibuat tegang kemudian mulai tenang ketika pertempuran yang bisa dibilang cukup kekanak-kanakan antara Bobs dan Harvey telah berhasil dihentikan oleh Roderick dan Elias.