THE CONQUEROR

THE CONQUEROR
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan




Scruntch!!!


Dari dalam Kota Blum yang sudah hancur porak-poranda. Tampak banyak sekali kerumunan Burung Nasar yang sedang mencari makan dari balik tumpukkan bebatuan dan kayu-kayu besar yang banyak tergeletak di dalam kota.


Terdapat salah satu bangunan besar yang masih layak untuk ditempati, terlihat Hubert dan para pemberontak yang lain sedang mendiskusikan sesuatu.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya German.


"Yang pasti kita tidak boleh kembali ke Kastel Stabia dalam keadaan seperti ini, bisa bisa tuan Gui akan menghukum kita dengan sangat berat." Hubert lalu memberi saran kalau di situasi seperti ini, mereka tidak boleh kembali ke Kastel Stabia.


Hampir semua orang yang ada di bangunan itu tidak tahu harus berbuat apa.


Sementara salah satu kapten yang paling muda di kelompok pemberontakan ini sedang berada sendiri di luar bangunan dekat jendela yang ada di samping pintu masuk, ia tampak sedang melihat suatu lukisan yang sudah tergeletak di tanah. Lukisan itu menggambarkan kisah mengenai perjuangan dari tentara kerajaan pada saat mengusir para penjarah dulu.


Si kapten muda itu pun meraba lukisan tersebut. Sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.


Tak.. Tak.. Tak..


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat ke arahnya.


"Tuan!" ucapnya sambil terengah-engah kelelahan.


Orang yang mendatanginya tersebut telah berlari tanpa henti dari gerbang kota sampai ke si kapten muda itu.


"Kami baru saja mendapat kabar. Pasukan kerajaan baru saja keluar dari area Avis," lapornya sambil berlutut satu kaki ke arah kapten tersebut.


Ternyata orang itu hendak memberikan laporan kalau ia baru saja mendapatkan kabar tentang pasukan kerajaan yang sudah keluar dari area Perbukitan Avis dan sedang dalam perjalanan menuju Kota Blum.


"Begitu ya. Sudah kuduga mereka akan bergerak dengan cepat."


Kapten itu tidak terlalu kaget, karena dirinya ternyata sudah menduga kalau pasukan kerajaan akan bergerak dengan cepat.


Sebenarnya ada 2 kemungkinan, kapten itu betul-betul tidak kaget atau hanya berusaha untuk bersikap tenang.


"Tuan, ini sangat genting... Apa yang harus kita lakukan?" si pelapor itu ternyata merasa panik ketika tahu pasukan kerajaan sudah bergerak ke posisi di mana mereka berada.


"Aku tahu kok. Kita harus tetap tenang di situasi seperti ini." Si kapten ini masih saja berusaha untuk tenang.


Ketika si pelapor itu menundukkan kepala, terlihat mata dari kapten muda itu berubah.


Mata dan alisnya mengerut, dan tatapannya menjadi sangat tajam. Sepertinya ia juga merasa khawatir ketika mendengar kabar dari si pelapor tadi.


\= = = = = = = = = = = = = =


Tiba-tiba saja semuanya heran dan kaget karena mendengar...


Teng... Teng...


Pasukan penjaga yang sedang mengawasi area luar membunyikan lonceng berkali-kali, suara itu menjadi sinyal kalau situasi sedang dalam keadaan genting.


"Suara apa itu?" Rakyat jelata yang sedang mengerang sakit akibat kelaparan dibuat bertanya-tanya, kenapa lonceng yang terakhir kali digunakan pada saat pemberontak pertama kali menyerang kota ini tiba-tiba berbunyi kembali?


Semua jelata entah itu yang sedang memakan bangkai tikus, mengais kotorannya sendiri dan sekarat, sadar kalau alasan dari kenapa lonceng itu dibunyikan, kemungkinan besar disebabkan karena pasukan kerajaan telah datang untuk membebaskan kota ini.


Mata mereka pun kemudian berubah menjadi berbinar-binar. Karena merasa muncul harapan kembali untuk mereka hidup seperti dulu lagi.


Sementara dari dalam bangunan besar yang menjadi markas para pemberontak tampak semakin dibuat tegang.


"Sudah datang ya, pasukan kerajaan..." ucap Hubert.


Teng...


Beberapa tahun lalu, Pasukan dari Wilayah Attica, Bocotia dan Chandax berhasil menumpas semua penjarah yang datang ke kerajaan ini dengan kemenangan yang sangat hebat. Dan saat ini 2 di antaranya ada di depan kita untuk kita hadapi. Si kapten muda yang masih berada di jalanan kota menjadi sangat gugup ketika lonceng itu berbunyi. Ia baru saja dibuat kagum dengan lukisan yang menggambarkan begitu hebatnya pasukan Attica, Bocotia dan Chandax di masa lalu dan sebentar lagi 2 di antaranya yakni Attica dan Chandax akan mereka hadapi.


Dalam beberapa menit ketika lonceng masih terus berbunyi. Semua orang sadar kalau pasukan kerajaan sudah berada dekat dari gerbang kota.


Tanggal 18 Februalia, 367 Tahun setelah kematian dewa Socotre...


Dunia akan mulai berubah.


{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}


(っ^▿^)


*Terima Kasih sudah membaca episode 43 yang berjudul '****Tanda Awal Perubahan'***


 ini.


Untuk kalian yang suka dengan ceritanya boleh Like, Share dan jangan lupa tambahkan ke favorit supaya kalian tidak ketinggalan dengan update cerita selanjutnya. Atau kalian juga boleh menyisihkan beberapa poin yang kalian miliki untuk hadiah.


Dan untuk kalian yang ingin memberikan saran, kritik, promosi, apresiasi dan yang lainnya, bisa sampaikan saja langsung pada kolom komentar yang ada di bawah yah.


*(っ ͡~ ͜ʖ ͡°)っ🎔 *Te videre iterum.


Untuk yang ingin tahu tentang penjelasan dari apa itu Burung Nasar, kalian bisa langsung cek di Topik #HengkitTheConqueror.