THE CONQUEROR

THE CONQUEROR
Episode 42 - Mindset



Swoosh! Swoosh!


Suara hembus angin menabrak fondasi-fondasi bangunan yang terbuat dari kayu.


"...Jadi itu alasanku tidak memberitahumu? Aku harap paman tidak terlalu ambil hati mengenai masalah ini, bukannya aku tidak menganggap paman itu tidak penting, tapi ini murni agar rencana yang aku buat berjalan dengan lancar."


Setelah beberapa menit berlalu, Hengki berusaha untuk menerangkan kenapa dirinya menyimpan rahasia tentang strategi yang ia rencanakan kepada Roderick.


Ia berdalih akan lebih baik Jika hanya sebagian kecil orang saja yang tahu mengenai strategi yang ia buat, agar semuanya berjalan sesuai dengan apa yang dirinya inginkan.


Aku tidak pernah bertemu dengan orang model begini sepanjang hidupku, Roderick sepertinya sudah tidak marah lagi kepada Hengki.


Tapi ia saat ini merasa lumayan kesal kepada Hengki. Bukan lagi kesal mengenai masalah strategi yang Hengki rahasiakan, melainkan Roderick heran saja kepadanya. Kenapa dirinya yang punya jabatan paling tinggi di pertempuran kemarin diperlakukan seperti orang yang justru akan menjadi hambatan bagi Hengki.


Mau meluapkan rasa kesalnya tapi Roderick bingung bagaimana harus memarahi orang seperti Hengki ini, karena mau bagaimanapun Hengki sudah sangat berjasa di pertempuran kemarin.


Dan jika ia tetap menegurnya, Hengki selalu saja melakukan pembelaan atas apa yang ia lakukan.


Apa dia memperlakukan semua orang itu seperti bidak miliknya? pikir Hengki.


"Tch... baiklah kalau begitu aku tidak akan mempermasalahkannya lagi, mau bagaimanapun kau adalah orang yang paling berjasa di pertempuran kemarin."


Ia lantas memaafkan Hengki.


Roderick lalu mengeluarkan gestur merapikan seragamnya sambil berkata, "Kau tidak boleh menjadi pria yang bertarung sendirian. Sekarang istirahatlah dan persiapkan dirimu untuk menghadapi para pemberontak yang melarikan diri ke Blum, lawan yang akan kita hadapi besok kemungkinan besar lebih kuat dari yang kita hadapi kemarin."


Karena Roderick sudah benar-benar menganggap Hengki adalah anak yang berbakat, ia menghimbau kepadanya agar jangan berdiri sendiri ketika menghadapi masalah apa pun itu.


Ajax yang menyaksikan kedua orang yang telah ia hormati saling berdiskusi hanya bisa diam tak berani menyanggahnya.


"...Akan kuusahakan," jawab Hengki sambil menghela nafas dan memalingkan pandangannya dari Roderick.


Selama ini Hengki memang jarang sekali bisa mempercayai orang lain.


Maka dari itu ketika ada orang yang percaya pada dirinya, Hengki justru malah membalas kepercayaannya tersebut dengan memanfaatkan orang itu untuk dijadikan bidaknya.


| Hal ini bisa diingat ketika di episode 1 di mana Hengki yang sedang bermain game online selalu saja menyalahkan dan memarahi rekan satu timnya dengan kata-kata kasar. Ia bersikap seperti itu karena Hengki merasa percaya kepada orang lain apalagi di momen yang krusial itu sangat tidak berguna dan justru malah merugikannya. |


Roderick yang melihat Hengki sepertinya tidak ingin mengiyakan wejangannya hanya bisa berharap supaya anak muda yang dianggapnya punya potensi besar itu tetap berada di jalan yang benar.


Ketika mereka berdua saling diam, tiba-tiba datang Bobs yang langsung menepuk pundak Hengki dengan sangat keras.


Hengki sontak kaget ketika Bobs tiba-tiba saja menepuk pundaknya itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Hengki dengan tatapan sinisnya.


Setelah ditanya seperti itu, Bobs kemudian membalas tatapan sinis Hengki dengan menatapnya balik.


"Ada di mana kau ketika pertempuran berlangsung kemarin? apa kau kemarin sedang sembunyi sambil ketakutan, hah?"


Bobs bertanya ke mana saja Hengki ketika Roderick dan pasukannya sedang bertempur, ia sepertinya mendapatkan sebuah laporan dari tentara yang ia utus untuk menjaga Roderick.


Ia menerima laporan kalau kemarin orang yang biasanya ada di dekat Roderick (Hengki) tidak ikut berperang.


"Mau ke mana pun aku pergi itu hanyalah urusanku, Pfft... Apa jangan-jangan kau mengkhawatirkanku?" ledek Hengki.


Kesal karena ditanyai seperti itu, Hengki kemudian membalas Bobs dengan sebuah ledekkan.


"Brengsek! Aku tidak peduli, mau kau mati atau tidak itu bukan urusanku. Tapi berani-beraninya kau meninggalkan Tuan Roderick pada saat keadaan sedang genting."


Ternyata Bobs marah kepada Hengki, ia merasa kesal karena Hengki meninggalkan Roderick ketika pertempuran berlangsung kemarin.


Tapi tetap saja Hengki tidak peduli dengan apa yang di rasakan oleh Bobs.


Melihat Bobs marah besar kepada Hengki yang disebabkan karena Bobs khawatir kepada dirinya, Roderick kemudian menyingkirkan tangan Bobs dari pundak Hengki sambil berkata, "Sudahlah Bobs, aku juga sudah menegurnya tadi. Sebaiknya kalian berdua berhenti untuk saling bertengkar satu sama lain."


Takut amarah Bobs semakin meluap, Roderick kemudian langsung melerai Bobs dan Hengki supaya tidak bertengkar lebih besar lagi.


"Tapi tuan, anak ini terus-terusan bersikap tengil seperti ini kepada kita dan juga kepada yang lain. Harus ada orang yang menegurnya supaya dia berhenti bersikap seperti itu," ucap Bobs.


Bobs berpikir kalau dirinya harus memberikan sebuah pelajaran kepada Hengki agar anak itu tidak bersikap tengil lagi.


"Ohh... begitukah? Tapi selama ini Paman Roderick selalu menegurmu agar bersikap tidak emosional, namun kau tetap saja marah sambil membentak orang lain. Hmm... Apa jangan-jangan selama ini kau tidak menghormati Paman Roderick?" ledek lagi Hengki.


Meskipun dirinya dibilang tengil oleh Bobs, tapi Hengki tidak berusaha untuk membantahnya.


Yang ada justru Hengki malah meledek balik Bobs dengan bilang kau Bobs itu tukang marah-marah dan juga tidak menghargai Roderick yang selama ini telah menasihatinya.


"Sialan! Tutup mulutmu!" marah Bobs.


Bobs benar-benar marah besar kepada Hengki, Ia bahkan mengeluarkan gestur seperti mengambil pedang yang ada di pinggangnya.


Ajax yang melihat hal tersebut berusaha untuk menghentikan Bobs, tapi tangannya tidak kuat karena masih merasa sakit.


Untungnya Roderick dengan cepat bisa menghentikan Bobs yang belum sempat menarik keluar pedangnya, Bobs juga memang agak ragu untuk menariknya.


Pada akhirnya Roderick lagi dan lagi menegur mereka berdua, "HENTIKAN! Mau sampai kapan kalian berdua bertengkar seperti ini terus!? Hengki sudah kukatakan kalau kau harus mulai mengubah jalan pemikiranmu itu. Dan juga kamu Bobs! mau sampai kapan aku harus menasihatimu!? Untung saja aku belum mati jadi aku masih bisa menegurmu!? Apa kau ingin aku mati dulu baru kau akan menuruti semua omonganku!?"


Roderick benar-benar kesal kepada Hengki dan juga Bobs, ia sampai mengeluarkan kata-kata yang sangat menusuk buat Bobs.


"Bagaimana bisa aku bertarung bersama orang seperti ini," ucap Hengki kepada Roderick.


"Lihat, anak ini memang harus diberi pelaja-"


Belum selesai Bobs mengatakannya, tiba-tiba Roderick langsung menyela sambil membentak mereka berdua.


"Diam!" bentak Roderick.


"Kau ikut aku! Kita langsung saja pergi ke tempat di mana kita beristirahat!..."


Roderick tanpa basa-basi langsung menarik baju Bobs dan menyeretnya ke arah bangunan yang dipakai sebagai tempat untuk beristirahat para petinggi pasukan.


"...Dan kau yang dari tadi diam terus, suruh anak itu (Hengki) untuk segera pergi istirahat juga. Kalian ini mau bertarung lagi besok jangan malah bertengkar seperti ini."


Sambil berjalan, Roderick memerintahkan Ajax yang dari tadi hanya diam tak bersuara karena ketakutan untuk mengajak Hengki supaya cepat pergi istirahat.


"Si-siap tu-tuan," Sambil merasa gugup, Ajax kemudian mengangguk dan bilang 'siap' kepada Roderick sambil menundukkan kepalanya.


Perasaan kemarin mereka semua tidak semenakutkan ini, pikir Ajax.


{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}


(っ^▿^)


Terima Kasih sudah membaca episode 42 yang berjudul 'Mindset' ini.


Untuk kalian yang suka dengan ceritanya boleh Like, Share dan jangan lupa tambahkan ke favorit supaya kalian tidak ketinggalan dengan update cerita selanjutnya. Atau kalian juga boleh menyisihkan beberapa poin yang kalian miliki untuk hadiah.


Dan untuk kalian yang ingin memberikan saran, kritik, promosi, apresiasi dan yang lainnya, bisa sampaikan saja langsung pada kolom komentar yang ada di bawah yah.


(っ ͡~ ͜ʖ ͡°)っ🎔 Zie je weer.